Alat Ukur Panjang

Posted on

Alat Ukur Panjang Adalah ?☑️ Berikut pengertian, fungsi, contoh gambar☑️ dan macam macam alat ukur panjang baku dan tidak baku☑️

Ketika mengukur suatu barang, Anda pasti membutuhkan alat ukur panjang untuk mengetahui panjang barang atau benda dengan akurat. Ada banyak alat yang digunakan untuk mengukur barang, semuanya memiliki fungsi, bentuk, dan caranya sendiri untuk digunakan.

Untuk memudahkan membedakan alat ukur, berikut adalah beberapa alat ukur yang bisa Anda gunakan. Beberapa alat ukur bisa didapatkan dengan mudah dan dijual di pasaran, namun alat ukur yang lain harus dibeli di tempat khusus, dengan harga yang cukup mahal.

Pengertian Alat Ukur Panjang

gambar alat ukur panjang

Pengertian alat ukur panjang adalah Alat yang digunakan untuk mengukur besaran panjang, lebar dan juga tinggi suatu benda berdasarkan satuan meter (m), centimeter (cm) dan milimeter (mm).

Jika dijelaskan secara istilah, alat ukur semacam ini digunakan untuk mengukur berbagai objek, bisa berupa tinggi objek, panjang, atau bahkan ukuran lebarnya. Beberapa orang menggunakan alat ukur ini untuk mengukur ketebalan, kedalaman dan diameter suatu benda, tergantung dengan bagian mana yang ingin diketahui ukurannya.

Fungsi alat ukur panjang secara umum adalah menghitung satuan panjang atau lebar sebuah benda. Alat ini bisa dipakai oleh siapa saja, tanpa perlu ada batasan profesi untuk menggunakannya.

Alat ukur ini mungkin seringkali ditemukan di sekolah, atau juga juga di tempat tempat bekerja secara umum, misalnya alat ukur untuk panjang yang dipakai oleh tukang kayu.

Sesuai dengan namanya, alat ukur satu ini digunakan untuk mengukur panjang suatu benda maupun jarak. Satuan yang digunakan pada setiap tempat berbeda, namun di Indonesia menggunakan satuan meter. Contoh alat ukur panjang antara lain meteran, penggaris dan jangka.

Macam Macam Alat Ukur Panjang

alat ukur panjang

 

Pada dasarnya alat ukur panjang terbagi menjadi dua yaitu alat ukur panjang baku dan tidak baku. Alat ukur panjang baku adalah alat ukur yang memiliki nilai tetap (standar) pada hasil pengukurannya. Sedangkan alat ukur panjang tidak baku adalah alat ukur yang memiliki nilai hasil pengukuran tidak tetap.

Diantara contoh alat ukur panjang baku adalah penggaris dan jangka sorong, bisa juga menggunakan roll meter, meteran, bahkan micrometer sekrup dan jangka sorong. Sedangkan yang tidak baku misalnya pengukuran dengan menggunakan jengkal tangan atau langkah kaki.

Ada banyak jenis alat ukur yang digunakan oleh manusia, tidak hanya alat ukur untuk mengetahui dimensi benda semata. Jika anda mendapati pertanyaan sebutkan alat ukur, berikut ini adalah beberapa alat ukur panjang baku yang umum untuk digunakan:

Meteran

meteran panjang
Gambar Meteran

Macam macam alat ukur panjang yang pertama adalah meteran, yang memiliki bentuk mirip dengan pita gulung. Bedanya, meteran memiliki bahan pembuat yang lebih kuat, sehingga tidak mudah rusak jika digunakan dalam rentang waktu yang panjang.

Bahan yang dimiliki meteran juga lebih fleksibel, membuatnya cukup aman untuk digulung kemudian ditarik ulang untuk mengukur suatu benda dengan ukuran yang panjang, melebihi panjang umum benda yang diukur menggunakan penggaris atau mistar.

Terdapat dua jenis meteran panjang yang bisa anda daptkan dipasaran, yang pertama adalah meteran panjang konvensional dan meteran panjang digital, detailnya bisa anda simak dibawah ini :

  • Meteran Panjang Konvensional

Alat ukur ini umumnya berbentuk meteran roll dan meteran saku, biasanya digunakan oleh para penjahit dalam mengukur kain dan juga tukang bangunan untuk mengukur kayu, bangunan atau sudut benda yang membutuhkan pengukuran presisi.

Bahan yang dipakai untuk membuat meteran adalah plat besi yang tipis, dengan rata-rata ukuran sekitar 3 sampai dengan 10 meter untuk satu gulungannya.

  • Meteran Digital

Sesuai namanya, alat ukur ini menyerupai meteran yang telah disebutkan sebelumnya, namun bekerja dalam bentuk digital. Anda tidak perlu memanjangkan meteran untuk mengetahui hasilnya, cukup membawa alat ini kemudian berjalan ke arah sasaran benda yang hendak diukur.

  • Meteran Laser

Hampir mirip dengan meteran digital, meteran laser ini memiliki tampilan layar LCD dan beberapa tombol dengan fungsi yang berbeda beda. Pada gambar alat ukur panjang meteran laser diatas dapat anda lihat beberapa tombol yang memiliki beragam fungsi.

Umumnya meteran laser ini digunakan oleh arsitek dan para ahli konstruksi untuk mengukur panjang maupun lebar lahan yang besar sebelum didirikan konstruksi bangunan.

Penggaris / Mistar

gambar penggaris
Gambar Penggaris

Jenis alat ukur khusus untuk mengukur panjang yang pertama adalah mistar, alat ini bisa dipakai untuk mengukur benda yang bisa dilihat dengan mata kepala manusia. Ukuran yang digunakan ada dua, yakni sentimeter dan millimeter.

Gambar alat ukur panjang ini cukup sederhana, berupa papan metal, terbuat dari besi, plastic, atau bahkan kayu yang diatasnya terdapat garis dan angka sebagai tempat untuk mengukur mistar. Selain digunakan untuk mengukur, ia juga bisa digunakan untuk menggambar objek atau garis yang lurus.

Berdasarkan kegunannnya, penggaris atau mistar juga memiliki beberapa varian bentuk, diantaranya adalah :

  • Penggaris Lurus

Penggaris lurus adalah penggaris yang paling banyak digunakan dalam berbagai pengukuran. Umumnya penggaris panjang ini terbuat dari bahan plastik, kayu dan juga aluminium.

  • Penggaris Segitiga

Penggaris segitiga merupakan penggaris dengan bentuk dan model menyerupai segitiga. Penggunaan penggaris ini biasanya lebih khusus dibandingkan dengan penggunaan pada penggaris lurus.

  • Penggaris Lingkaran

Penggaris lingkaran adalah penggaris yang memiliki beberapa ukuran lingkaran. Penggaris ini biasanya digunakan untuk menggambar sebuah lingkaran supaya memiliki diamter yang lurus dan presisi.

Mikrometer (Micrometer)

gambar mikrometer
Gambar Mikrometer

Nama alat ukur panjang ini memang cukup menarik, namun bukan berarti ia digunakan untuk mengukur sekrup. Nama micrometer sekrup memiliki arti sebagai alat ukur yang digunakan untuk mengukur benda mini, yang tidak bisa diukur menggunakan alat ukur biasanya.

Alat ukur panjang yang memiliki tingkat ketelitian 0 01 mm adalah mikrometer sekrup. Pengukuran menggunakan mikrometer lebih presisi dibandingkan dengan alat ukur jangka sorong.

Awalnya, micrometer sekrup ini tidak digunakan untuk mengukur benda berukuran mini/ kecil, melainkan untuk menghitung sudut bintang di luar angkasa melalui teleskop.

Alat ini sekarang lebih sering digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda, sehingga setiap benda memiliki ukuran yang serupa, khususnya bagian panjang ketebalannya. Ia bisa mengukur benda yang memiliki ukuran kecil, bahkan lebih kecil dibandingkan dengan jenis alat ukur lainnya.

Terdapat beberapa jenis mikrometer sekrup yang bisa anda gunakan untuk mengukur sebuah benda, diantara jenis jenis mikrometer tersebut diantaranya adalah :

  • Mikrometer Digital

Sama seperti micrometer sekrup yang telah dijelaskan sebelumnya, alat ini juga memiliki fungsi yang serupa dengannya. Namun ia bisa digunakan secara digital, sehingga Anda tidak perlu menghitung skala nonius atau skala utama untuk mendapatkan hasil pengukuran.

  • Mikrometer Analog/ Manual

Mikrometer sekrup jenis manual atau analog ini memiliki skala pengukuran yang diukur secara manual. Mikrometer ini memiliki dua jenis skala yaitu skala utama dan skala nonius.

Dibandingkan dengan alat ukur lainnya, alat ukur panjang yang memiliki ketelitian paling tinggi adalah mikrometer sekrup. Tingkat ketelitian alat ini mencapai 0 01 mm (milimeter).

Sesuai dengan namanya, hasil pengukuran dari mikrometer ini masih bersifat manual melalui berbagai proses perhitungan, untuk mengetahuinya anda bisa membaca detailnya disini : cara menghitung mikrometer sekrup.

Jangka Sorong

gambar jangka sorong
Gambar Jangka Sorong

Alat ukur untuk mengukur panjang selanjutnya adalah jangka sorong, yang sering digunakan untuk mengukur ukuran benda yang lebih kecil, dibandingkan dengan benda yang bisa diukur dengan mistar. Terdapat dua jenis jangka sorong yang umum digunakan, yakni jangka sorong untuk jenis manual dan jenis digital.

Untuk jenis digital, ia lebih mudah digunakan dan bisa melakukan perhitungan secara otomatis, sehingga memudahkan pengguna yang hanya perlu meletakkan benda di penjepitnya. Bentuknya menyerupai pipa inggris, dengan capit tempat untuk meletakkan benda yang hendak diukur.

Terdapat dua skala yang digunakan untuk mengukur benda di alat ukur panjang yang satu ini, yakni skala utama dan skala nonius. Keduanya perlu digabungkan untuk mendapatkan perhitungan ukuran akhir benda yang tepat.

Berdasarkan klasifikasinya, jangka sorong memiliki tiga varian yang bisa anda gunakan untuk sebuah pengukuran. Diantara jenis jenis jangka sorong tersebut adalah sebagai berikut :

  • Jangka Sorong Digital (Digital Caliper)

Alat ukur panjang lain yang bisa digunakan untuk mengukur benda berukuran kecil adalah jangka sorong, namun dengan jenis digital. Alat ini sudah bisa ditemukan dengan mudah dan mulai umum dipakai, menggantikan alat ukur jangka sorong digital yang sebelumnya pernah populer.

  • Jangka Sorong Analog (Dial Caliper)

Ciri khas dari jangka sorong analog terletak pada bentuk skala nonius atau vernier yang berbentuk seperti jarum jam Analog. Jangka sorong jenis ini memiliki tingkat ketelitian hingga 0.05 milimeter (mm).

  • Jangka Sorong Manual (Vernier Caliper)

Jangka Sorong Manual adalah jenis jangka sorong yang membutuhkan beragam proses perhitungan dalam melakukan pengukuran. Jangka sorong jenis ini memiliki dua skala yakni skala tetap dan skala nonius.

Pengukuran menggunakan jangka sorong manual ini memiliki tingkat ketelitian hingga 0.1 milimeter (mm). Untuk mengetahui cara pengukurannya, simak pada artikel berikut : cara menghitung jangka sorong.

Busur Derajat (Protactor)

busur derajat

Busur Derajat adalah alat ukur panjang yang dikhususkan untuk mengukur berapa derajat sudut yang terbentuk dari dua buah garis objek. Umumnya alat ini digunakan oleh para arsitek untuk mengukur sudut dari objek.

Selain digunakan oleh para arsitek, busur derajat juga sering kita temui pada siswa siswa sekolah yang mendapatkan tugas matematika untuk mengukur sudut dua buah garis.

Jangka Putar (Compass)

jangka putar
Gambar Jangka Putar

Alat ukur jangka putar biasanya terbuat dari dua logam yang disatukan di salah satu ujungnya. Salah satu potongan logam akan memiliki ujung yang tajam sehingga dapat mencengkeram kertas, sedangkan potongan logam lainnya dapat ditempeli alat tulis.

Diameter lebar kompas dapat disesuaikan, sehingga kedua sisi logam dapat diatur pada sudut yang berbeda untuk membuat lingkaran berukuran berbeda, atau mengukur ruang yang berbeda.

Alat ini akan umum digunakan oleh para arsitek atau siapapun yang membuat gambar teknik, dan juga dapat digunakan dalam navigasi untuk menentukan jarak antara dua titik pada peta.

Tiltmeters ( Slope Inclinometer)

gambar Tiltmeters
Gambar Tiltmeters

Selain kelima alat yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat alat lain yang juga digunakan untuk mengukur panjang suatu benda. Alat tersebut adalah Tiltmeters atau sering kita kenal dengan nama inclinometer bola.

Fungsi alat ukur yang satu ini adalah untuk menetapkan sudut atau gradien suatu benda. Alat ini memiliki bantalan bola kecil dalam tabung melengkung yang akan bergerak ke titik terendah dalam tabung karena gravitasi.

Untuk menggunakan alat ini, pengguna harus meletakkan alat ini di samping sudut yang akan diukur. Umumnya alat ukur inclinometer ini digunakan pada sektor kesehatan.

Contohnya seperti pengobatan untuk menentukan sudut tubuh seseorang, dan bisa anda lihat pada mesin yang bekerja untuk menjaga operasi pasien tetap aman.

Perbedaan Alat Ukur Panjang Baku dan Tidak Baku :

Sumber : Channel Hana Susilawati

Demikianlah berbagai  contoh alat ukur panjang dan fungsinya yang bisa digunakan untuk melakukan pengukuran. Tiap tiap dari alat tersebut memiliki fungsinya sendiri, sehingga perlu diperhatikan dengan benar mengenai alat yang hendak diukur.

Apabila ukurannya sedang, penggunaan meteran dan mistar bisa menjadi pilihan, namun jika ukuran benda mini atau terlalu kecil, gunakan jangka sorong atau mikrometer sekrup. Sekian yang bisa wikielektronika paparkan, semoga bermanfaat!

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang lagi hobi mempelajari Ilmu Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *