Gambar Macam Macam Alat Ukur dan Fungsinya

13 min read

38+ Macam macam Alat Ukur LENGKAP dengan contoh gambar dan penggunaannya ☑️ Pelajari pengertian dasar alat ukur, Fungsi dan Jenisnya☑️

Anda ingin mengetahui berapa panjang dan lebar suatu benda? Caranya adalah mengambil meteran atau penggaris lalu menghitung secara manual.

Contoh lain adalah Anda membutuhkan info mengenai waktu saat ini lalu cek jam tangan atau digital di smartphone. Apapun yang digunakan untuk mengukur suatu objek dinamakan alat pengukuran.

Macam Macam Alat Ukur

Alat Ukur

Sebelum kita menuju informasi mengenai jenis jenis alat ukur yang umum digunakan, sebaiknya anda ketahui dulu definisi apa itu alat ukur menurut sistem pengukuran Internasional.

Alat ukur adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur nilai atau dimensi suatu objek, baik satuan panjang, waktu, jarak, berat, suhu, volume, dan satuan lainnya. Secara umum alat ukur dibagi menjadi dua jenis yaitu alat ukur baku dan tidak baku.

Contoh alat ukur seperti penggaris yang digunakan untuk mengukur satuan panjang, stopwatch yang digunakan untuk mengukur satuan waktu, timbangan digunakan untuk mengukur berat suatu benda, serta termometer yang digunakan sebagai pengukur suhu pada objek tertentu,

Kemudian menurut ilmu Fisika disebutkan bahwa alat ukur merupakan instrumen yang digunakan oleh peneliti dan praktisi untuk mengukur besarab fisika pada objek tertentu.

Fungsi alat ukur biasanya digunakan untuk mengumpulkan data tentang berbagai variabel nilai (ukuran) dari suatu benda mulai dari panjang, jarak, waktu, suhu, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tanpa menggunakan instrumen pengukuran tersebut, Anda berpotensi akan mengalami masalah ketika hendak melakukan pengukuran suatu objek.

Misalnya, saat anda ingin membeli daging dipasar, tanpa menggunakan alat ukur berat, penjual bisa saja salah dalam menyatakan berat daging yang ternyata lebih kecil dari seharusnya.

Di lain pihak, keberadaan alat seperti ini justru menjadi  kunci pembangunan dan peradaban. Untuk membangun rumah misalnya, pengukuran denah rumah harus presisi sehingga tidak terjadi masalah kedepannya.

Berikut daftar macam macam alat ukur lengkap yang umum digunakan dalam kehidupan sehari hari :

  1. Penggaris.
  2. Termometer.
  3. Stopwatch.
  4. Speedometer.
  5. Ohm meter.
  6. PH Meter.
  7. Barometer.
  8. Densitometer.
  9. Hygrometer.
  10. Welding Gauge.
  11. Neraca atau Timbangan.
  12. Tang Ampere.
  13. Roll meter atau meteran.
  14. Jangka Sorong (Calipers).
  15. Mikrometer Sekrup (Micrometer Screw).
  16. Theodolite.
  17. Beaker Glass.
  18. Busur Derajat.
  19. Manometer.
  20. Sound Meter Level.
  21. Anemometer.
  22. Waterpass.
  23. Lux Meter.
  24. Ring Gauge.
  25. Taper Gauge.
  26. Altimeter.
  27. Ombrometer.
  28. Dial Indicator.
  29. Plug gauge.
  30. Avometer
  31. Potensiometer
  32. Amperemeter
  33. Galvanometer
  34. Multitester
  35. Voltmeter
  36. Gelas Ukur

Hal sederhana seperti berat dan tinggi badan juga membutuhkan perhitungan dari instrumen ukur yang akurat. Anda pengukuran tinggi badan yang berguna untuk data kesehatan.

Jadi, apapun yang ada di kehidupan pasti membutuhkan alat untuk pengukuran. Berikut untuk detail macam macam pengukuran disertai fungsinya :

Alat Ukur Panjang

Alat ukur panjang merupakan suatu perangkat yang digunakan untuk mengukur besaran panjang, lebar, tinggi maupun ketebalan sebuah benda.

Alat ukur panjang umumnya memiliki satuan meter (m), centimeter (cm), milimeter (mm) dan kilometer (km). Dibawah ini terdapat berbagai jenis alat ukur panjang yang umum digunakan dalam kehidupan sehari hari:

  • Penggaris

penggaris
Gambar Penggaris

Alat pengukuran panjang yang mudah diperoleh adalah penggaris. Anda sering menggunakannya apalagi yang masih sekolah dan kuliah. Penggaris menggunakan satuan inch dan sentimeter.

Ada banyak sekali model dan gambar penggaris yang dijual bebas di pasaran, anda hanya tinggal memilih yang sesuai dengan kebutuhan pengukuran. Diantara jenis jenis penggaris tersebut adalah :

  1. Penggaris Siku
  2. Penggaris Segitiga
  3. Penggaris Busur
  4. Penggaris Besi
  5. Penggaris Digital
  6. Penggaris Skala
  7. Penggaris T
  • Meteran

meteran
Gambar Meteran

Untuk meteran, alat ini versi lebih panjang dari pada penggaris. Alat ini juga dapat digulung dan dipakai pada pekerjaan bangunan atau sejenisnya. Selain praktis dalam penyimpanan, alat ini juga bisa untuk mengekur tinggi badan seseorang.

  • Mikrometer Sekrup

mikrometer sekrup
Gambar Mikrometer Sekrup

Alat ukur panjang yang memiliki ketelitian paling tinggi adalah Mikrometer Sekrup. Hal ini karena mikrometer sekrup mampu mengukur panjang atau tebal sebuah benda hingga skala terkecil yakni 0,01 mm dengan tingkat keteletian hingga 0,005 mm.

Ini merupakan alat yang lebih presisi misalnya Anda ingin mengetahui ketebalan logam atau lapisan tipis lain. Mereka yang bekerja di bidang teknik membutuhkan alat ini agar tidak ada kesalahan.

  • Busur Derajat

busur derajat
Gambar Busur Derajat

Alat pengukuran yang lain untuk besaran panjang adalah busur derajat. Fungsinya adalah mengetahui berapa sudut yang dibentuk oleh dua garis. Versi sederhana adalah alat yang sering dipakai siswa untuk mengukur sudut pada soal matematika.

  • Jangka Sorong

alat ukur jangka sorong
Gambar Jangka Sorong

Berikutnya adalah jangka sorong. Alat ukur yang satu ini memiliki fungsi untuk mengukur panjang dan dimensi sebuah benda kecil dengan ketelitian yang sangat tinggi.

Jangka sorong mampu mengukur dengan ketelitian hingga 0.1 milimeter dari dimensi sebuah benda. Cara menggunakan jangka sorong juga sangat mudah untuk anda lakukan sendiri.

  • Compass (Jangka Putar)

jangka putar

Compas adalah alat ukur panjang yang memiliki bentuk gabungan dua logam yang disatukan yang di salah satu ujungnya berbentuk lancip dan satunya berbentuk seperti socket untuk diisi dengan alat tulis seperti bolpoin dan pensil.

Alat Ukur Volume

Alat ukur volume adalah suatu perangkat yang digunakan untuk mengukur besaran volume yang menempati ruang pada objek tertentu. Alat ukur volume umumnya memiliki satuan meter kubik (m³). Dibawah ini terdapat berbagai jenis alat ukur volume yang umum digunakan dalam kehidupan sehari hari:

  • Gelas ukur

gelas ukur
Gambar Gelas Ukur

Alat ukur volume menggunakan gelas ukur. Ini merupakan gelas kaca dengan tambahan batas pengukuran yang tertera di bagian luar. Gelas seperti ini juga tersedia beberapa bentuk dan ukuran menyesuaikan dengan volume yang ingin dipakai.

  • Buret

buret
Gambar Buret

Buret digunakan pada lab untuk menghitung volume zat cair secara akurat. Anda mengisi tabung pipih dengan cairan lalu menentukan berapa volume yang nanti akan diambil. Selanjutnya, cairan tersebut menetes ke bawah yang ditampung gelas kaca.

Alat Ukur Massa dan Berat

Alat ukur berat adalah suatu perangkat yang digunakan untuk mengukur besaran berat suatu benda. Alat ukur massa/berat umumnya memiliki satuan Kilogram (kg), Gram (g), dan juga turunan tangga satuannya. Dibawah ini terdapat berbagai jenis alat ukur berat yang umum digunakan dalam kehidupan sehari hari:

  • Timbangan Analog

timbangan
Gambar Timbangan Regular

Alat ukur massa yang sering ditemukan adalah timbangan atau neraca regular. Alat ini menggunakan sistem mekanis dan manual dengan acuan sebuah massa yang baku. Anda dapat mengetahui berapa berat suatu benda.

Perlu diketahui bersama, satuan seperti gram dan kilogram merupakan besaran massa. Akan tetapi, masyarakat awam mengenalnya sebagai berat. Contohnya berat badan kilogram. Mereka yang bekerja di bidang fisika, kimia, dan teknis tetap memakai istilah massa.

  • Timbangan Digital

timbangan digital
Gambar Timbangan Digital

Alat pengukuran semakin berkembang sehingga timbangan tidak lagi menggunakan sistem manual. Saat ini, Anda dapat menemukan timbangan digital yang langsung menunjukkan hasil pengukuran. Cara kerja sama seperti sistem manual hanya acuannya tidak lagi memakai benda tertentu tetapi sistem digital.

  • Neraca Pegas

neraca pegas
Gambar Neraca Pegas

Alat ukur berat yang dikenal luas adalah neraca pegas. Di lab, alat ini menggunakan pengait dan Anda harus menggantungnya ke bawah. Selanjutnya, cek berapa nilai di bagian skala. Berat menggunakan satuan Newton dan ada juga massa dengan satuan kilogram.

Berat merupakan besaran gaya yang diperoleh dari perkalian antara massa dan percepatan gravitasi. Ini merupakan besaran turunan yaitu kgm/s2 lalu diganti dengan satuan newton atau N untuk memudahkan perhitungan.

  • Neraca Dua Lengan

gambar neraca dua lengan

Neraca dua lengan merupakan alat ukur berat yang memiliki bentuk seperti timbangan kodok. Neraca dua lengan ini memiliki titik sumbu di tengah tetapi beban dan ukuran acuan dibuat menggantung untuk menentukan besarannya.

  • Neraca Ohaus

Gambar Neraca Ohauss
Gambar Neraca Ohauss

Alat ukur besaran berat yang terahir yaitu neraca ohaus. Bentuknya mirip timbangan umum di pasar. Satu bagian sebagai area untuk wadah dan beban lalu lainnya sebagai skala pengukuran.  Alat ini mungkin seringkali anda jumpai pada toko toko peracangan untuk menimbang berat benda yang tidak terlalu besar.

Alat Ukur Listrik

Alat ukur listrik adalah suatu perangkat yang digunakan untuk mengukur besaran pada komponen elektronika. Alat ukur massa/berat umumnya digunakan untuk mengetahui nilai suatu tegangan, hambatan, daya, maupun arus listrik. Dibawah ini terdapat berbagai jenis alat ukur listrik yang umum digunakan dalam kehidupan sehari hari:

  • Amperemeter

Amperemeter
Gambar Amperemeter

Amperemeter merupakan alat ukur arus pada rangkaian listrik. Alat ini mampu menentukan berapa besar suatu arus dan menggunakan satuan ampere atau A. Jenis jenis Amperemeter terbagi menjadi tiga yakni amperemeter digital, Amperemeter AC dan Amperemeter DC.

  • Voltmeter

Voltmeter
Gambar Voltmeter

Alat ukur listrik yang lain adalah voltmeter yaitu untuk mengukur tegangan listrik. Alat akan menunjukkan hasil pengukuran secara langsung melalui kabel yang disambungkannya.

  • Ohmmeter

Ohmmeter
Gambar Ohmmeter

Untuk mengetahui besar hambatan, Anda perlu memakai Ohmmeter. Sesuai dengan namanya, ini merupakan alat untuk menentukan nilai resistansi dengan satuan Ohm atau O.

  • Multimeter

Multimeter
Gambar Multimeter

Satu alat untuk semua fungsi adalah Multimeter. Alat pengukuran satu ini mampu mengukur tegangan, arus, dan resistensi. Alat ini sangat praktis dan memberikan data lebih akurat. Mereka yang bekerja di bidang listrik sering membawanya.

  • Wattmeter

Wattmeter
Gambar Wattmeter

Wattmeter berfungsi mengukur daya listrik dengan satuan watt atau W. Alat ini berguna untuk memastikan daya yang tersedia mencukupi untuk kebutuhan listrik, termasuk pada MCB listrik. Versi lebih canggih adalah kwh meter di meteran listrik rumah.

  • Galvanometer

galvanometer adalah

Galvanometer adalah alat ukur elektromekanis yang dapat mengukur arus listrik berdasarkan gerak jarum magnet yang terjadi akibat perpindahan kumparan. Alat ini juga bisa untuk mengecek apakah terdapat arus listrik pada suatu komponen ataukah tidak ada.

Alat Ukur Waktu

Alat ukur waktu adalah suatu perangkat yang digunakan untuk mengukur besaran waktu tertentu. Alat ukur waktu umumnya menggunakan satuan detik, menit, jam, minggu, bulan, tahun, dsb. Dibawah ini terdapat berbagai jenis alat ukur waktu yang umum digunakan dalam kehidupan sehari hari:

  • Jam Analog

jam analog
Gambar Jam Analog

Alat ukur waktu yang paling umum digunakan untuk menentukan waktu adalah jam analog/ manual. Anda menggunakan alat seperti ini misalnya sebagai jam dinding atau jam tangan. Ada juga versi jam saku yang dapat disimpan di kantong.

  • Jam Digital

jam digital
Gambar Jam Digital

Jam digital sering digunakan untuk berbagai keperluan. Alat ini mampu menunjukkan waktu yang lebih akurat tetapi membutuhkan listrik yang stabil. Penerapan lain adalah jam di smartphone, komputer, dan alat elektronik.

  • Stopwatch

Stopwatch
Gambar Stopwatch

Alat pengukuran waktu selanjutnya adalah stopwatch. Anda menggunakan alat ini ketika ingin membuat alarm atau menentukan periode suatu kerja. Misalnya, guru olahraga mengukur waktu lari siswa.

Alat Ukur Suhu

Alat ukur suhu adalah suatu perangkat yang digunakan untuk mengukur besaran suhu pada objek tertentu. Alat ukur suhu umumnya menggunakan satuan ukuran derajat celsius, kelvin dan reamur. Dibawah ini terdapat berbagai jenis alat ukur suhu yang umum digunakan dalam kehidupan sehari hari:

  • Thermometer

Termometer
Gambar Termometer

Alat ukur suhu yang paling umum adalah termometer. Bentuk dan tampilan dapat berbentuk apa saja dari yang sederhana hingga digital. Secara fungsi, semuanya sama yaitu menentukan berapa besaran suhu pada objek tertentu misalnya tubuh, ruangan, dan lainnya.

Namun secara jenis dan penggunaan, termometer sendiri terbaik menjadi beberapa jenis. Diantaranya sebagai berikut :

  1. Termometer Ruang
  2. Termometer Klinis
  3. Termometer Laboratorium
  4. Termometer Inframerah
  5. Termometer Six Bellani
  6. Termometer Digital
  7. Termometer Bimetal
  8. Termometer Termokopel

Alat Ukur Gaya dan Tekanan

Alat ukur gaya/ tekanan adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur besaran gaya dan tekanan pada objek tertentu. Alat ukur gaya umumnya menggunakan satuan ukuran newton sedangkan tekan umunya menggunakan satuan Pascal. Dibawah ini terdapat berbagai jenis alat ukur gaya dan tekanan yang umum digunakan dalam kehidupan sehari hari:

  • Barometer

Barometer
Gambar Barometer

Alat ukur tekanan udara di ruangan terbuka adalah barometer. Anda sering mendengar laporan cuaca dimana info mengenai hal ini juga tersedia. Tekanan udara menjadi sumber terjadinya pergerakan udara yang dikenal dengan sebutan angin.

  • Manometer

Manometer
Gambar Manometer

Alat pengukuran untuk menentukan tekanan udara tertutup adalah manometer. Contohnya pada pompa baik yang mesin atau manual. Ada alat tertentu untuk mengetahui tekanan sedang mengisi udara di ban.

  • Neraca Pegas

gambar neraca pegas
Gambar Neraca Pegas

Alat ukur gaya yang dikenal luas adalah neraca pegas. Perlu Anda ketahui, alat ini juga dikenal untuk mengukur berat. Satuan yang dipakai alat ini adalah Newton yang sudah ditetapkan secara internasional.

Alat Ukur Kelembaban Udara

  • Hygrometer

Higrometer

Hygrometer merupakan alat pengukuran kelembaban udara. Alat ini akan memakai sistem elektrik disertai ukuran skala tertentu. Selain untuk kebutuhan umum, industri seperti makanan dan minuman juga menggunakan alat tersebut.

Jika membutuhkan data lanjut mengenai curah hujan, Anda membutuhkan Ombrometer. Alat ini dan hygrometer sering tersedia dalam satu area dan tempat. Curah hujan dan kelembaban udara merupakan data untuk mengetahui cuaca dan iklim.

  • Anemometer

jenis anemometer

Anemometer adalah perangkat mekanis yang digunakan untuk mengukur kecepatan dan kekuatan arah angin yang bertiup. Umumnya alat ini digunakan oleh Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk peramalan cuaca.

Alat Ukur Tanah

  1. Theodolite

Theodolite
Gambar Theodolite

Theodolite adalah alat yang dipakai untuk mengetahui ketinggian tanah. Alat pengukuran ini biasanya digunakan saat proyek pembangunan sebagai tahap awal sebelum proses pondasi dan pendirian tiang. Tanah dihitung secara akurasi termasuk kemiringannya.

  • Altimeter

Altimeter
Gambar Altimeter

Altimeter sebenarnya juga masuk kategori alat ukur tanah. Fungsinya untuk mengukur ketinggian berdasarkan permukaan laut. Anda akan mengetahui berapa tinggi suatu daerah atau tempat secara langsung.

Alat Ukur Intensitas Cahaya

  • Lux Meter

luxmeter
Gambar Luxmeter

Selanjutnya, alat ukur intensitas cahaya adalah lux meter. Alat ini berguna untuk mengukur level penerangan misalnya lampu di ruangan, kelas, dan gedung. Contoh lain adalah lampu di kendaraan, mesin, dan lainnya. Alat berbentuk digital sehingga menunjukkan hasil pengukuran yang secara akurat.

Alat Ukur Jumlah Zat :

Satuan alat untuk mengukur jumlah zat dalam ketetapan international adalah Molaritas. Sedangkan molaritas sendiri sampai hari ini masih belum ada alat ukur bakunya.

Jadi alat ukur jumlah zat yang baku masih belum ada. Namun Untuk menentukan suatu zat, Anda bisa coba mengkombinasikan beberapa informasi seperti massa, volume, tipe zat, dan satuan mol.

Alat ukur jumlah zat  tidak hanya satu tipe melainkan harus memakai kombinasi dari beberapa alat pengukuran. Misalnya gelas ukur, penggaris, dan lainnya. Setiap zat misalnya udara akan berbeda dengan logam.

Sifat Alat Ukur

YouTube player

Sumber : Youtube.com Via Channel F&G. ID

Sistem pengukuran adalah sebuah aktifitas dengan input berupa alat pengukuran, software, dan manusia dengan tujuan memperoleh hasil data pengukuran terhadap karakteristik objek yang diukur.

Alat ukur dalam sistem pengukuran sendiri terdiri dari dua tipe yaitu baku dan tidak baku. Perhatikan penjelasan berikut untuk mengetahui lebih lanjut.

  • Alat Ukur Baku

Alat ukur baku menggunakan satuan internasional misalnya meter dan gram. Ukuran ini tetap sama meskipun Anda berada di negara lain bahkan luar angkasa. Setiap satuan memiliki acuan yang berlaku untuk semua perhitungan.

  • Alat Ukur Tidak Baku

Alat ukur tidak baku berdasarkan acuan yang tidak tetap. Misalnya menghitung panjang dan lebar dengan estimasi jengkal tangan. Ada juga perhitungan waktu dan jarak dengan perkiraan tertentu. Alat pengukuran seperti ini hanya dipakai kalangan tertentu.

Semua alat baku untuk pengukuran sudah tersedia sehingga tidak perlu membuat sendiri. Akan tetapi, Anda mungkin butuh alat tertentu atau fungsi lain yang memang belum tersedia.

Untuk membuat sebuah alat ukur tidak baku tersebut, aspek pertama yang harus diperhatikan adalah satuan baku dan perbandingan. Misalnya ada satuan daya disebut horsepower lalu dikonversi ke sistem yang umum sekitar 746 watt.

Prinsip Kerja Alat Ukur

Prinsip kerja alat ukur

Prinsip kerja alat ukur didasarkan pada prinsip-prinsip fisika, matematika, atau teknik yang mendasari metode pengukuran yang digunakan oleh alat tersebut. Prinsip-prinsip ini memberikan dasar yang kuat untuk keakuratan, ketepatan, dan keandalan pengukuran.

Secara umum, prinsip kerja alat ukur melibatkan tiga tahap utama: sensing (pencacahan), processing (pengolahan), dan displaying (penyajian) data yang diukur. Berikut penjelasannya:

  • Sensing (Pencacahan):

Pada tahap sensing, alat ukur menggunakan sensor atau transduser untuk mengubah besaran fisik atau fenomena yang akan diukur menjadi sinyal listrik atau sinyal lain yang dapat diolah.

Sensor ini dapat berupa berbagai jenis, seperti sensor tekanan, sensor suhu, sensor kelembaban, sensor arus, atau sensor radiasi, tergantung pada besaran yang diukur. Prinsip kerja sensor ini beragam, namun pada dasarnya mereka mengkonversi besaran yang diukur menjadi sinyal yang dapat diolah lebih lanjut.

  • Processing (Pengolahan):

Setelah sinyal diterima dari sensor, tahap pengolahan dilakukan untuk menganalisis, memproses, dan mengubah sinyal menjadi bentuk yang lebih bermakna.

Proses ini melibatkan perhitungan matematika atau logika untuk mengubah sinyal mentah menjadi data yang dapat diinterpretasikan.

Algoritma dan metode pengolahan yang digunakan bervariasi tergantung pada jenis alat ukur dan besaran yang diukur. Pada tahap ini, kesalahan sistem dan ketidakpastian juga diperhitungkan untuk memperoleh hasil yang akurat dan andal.

  • Displaying (Penyajian):

Setelah data diolah, tahap terakhir adalah menyajikan hasil pengukuran kepada pengguna. Ini dapat dilakukan melalui tampilan visual seperti layar digital atau analog, grafik, indikator, atau perangkat keras lainnya.

Hasil pengukuran juga dapat ditampilkan melalui antarmuka komputer atau perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk menganalisis dan menginterpretasikan data.

  • Mengacu pada Besaran pokok dan Turunan

Anda tentu sudah mengenal meter, detik, celcius, dan gram. Semuanya merupakan satuan yang digunakan untuk menentukan besaran pokok ataukah besaran turunan dari suatu kondisi. Misalnya, besaran pengukuran waktu dinyatakan dengan jam, detik, menit, bulan, dan lainnya.

Hal yang sama berlaku untuk panjang, massa atau berat, dan suhu. Ini merupakan contoh dari besaran pokok. Alat ukur besaran pokok menggunakan satuan yang memang sengaja dibuat sebagai acuan dasar.

Anda dapat membandingkan antara stopwatch dan speedometer. Alat pertama mengukur waktu dan satuannya berasal dari besaran pokok.

Alat kedua mengukur kecepatan dengan satuan km/jam yang terdiri dari dua besaran yaitu panjang dan waktu. Inilah yang disebut dengan besaran turunan. Contoh lain adalah tekanan, gaya, dan alat pengukuran listrik.

Contoh Fungsi/ Kegunaan Alat Ukur

kegunaan alat ukur

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menghadapi situasi di mana kita perlu menentukan nilai, mengukur sesuatu, atau membuat keputusan berdasarkan data yang ada. Untuk melakukan hal ini, kita memerlukan alat ukur yang efektif.

Melalui poin poin dibawah ini akan dijelaskan berbagai fungsi alat ukur dalam kehidupan sehari-hari dan betapa pentingnya pengukuran dalam membantu kita menentukan nilai dan membuat keputusan yang tepat:

  • Fungsi Alat Ukur di Bidang Kesehatan

Dalam bidang kesehatan, alat ukur sangat penting untuk memantau kondisi tubuh dan diagnosis penyakit. Contoh alat ukur yang digunakan meliputi termometer, tensi meter, alat pengukur kadar gula darah, dan sebagainya.

Contoh:

a. Termometer adalah salah satu alat ukur yang paling umum digunakan untuk menilai suhu. Dalam kehidupan sehari-hari, pengukuran suhu membantu kita mengatur suhu dalam ruangan, memasak makanan dengan benar, atau memahami perubahan iklim di sekitar kita.

b. Geiger counter adalah alat ukur yang digunakan untuk mendeteksi radiasi. Dalam bidang medis atau industri nuklir, pengukuran radiasi sangat penting untuk keamanan dan perlindungan terhadap paparan radiasi berlebih.

  • Fungsi Alat Ukur di Bidang Konstruksi

Dalam bidang konstruksi, alat ukur digunakan untuk mengukur dimensi, jarak, dan sudut. Penggunaan alat ukur seperti penggaris, meteran, jangka sorong, dan waterpass sangat diperlukan untuk memastikan akurasi dan ketepatan dalam pembangunan.

Contoh:

a. Barometer adalah alat ukur yang membantu menentukan tekanan atmosfer. Pengukuran tekanan atmosfer berguna untuk meramalkan cuaca, memprediksi perubahan iklim, atau memantau kondisi lingkungan sekitar.

Barometer adalah alat ukur yang membantu menentukan tekanan atmosfer. Pengukuran tekanan atmosfer berguna untuk meramalkan cuaca, memprediksi perubahan iklim, atau memantau kondisi lingkungan sekitar.

  • Fungsi Alat Ukur di Bidang Elektronik

Dalam bidang elektronik, alat ukur digunakan untuk menguji dan memperbaiki perangkat elektronik. Oscilloscope, multimeter, dan logic analyzer adalah beberapa contoh alat ukur yang digunakan untuk mendeteksi dan memperbaiki kerusakan dalam sirkuit elektronik.

Contoh:

a. Sound level meter atau SPL meter digunakan untuk mengukur intensitas suara. Dalam industri, pengukuran ini membantu menilai tingkat kebisingan dan memastikan standar keselamatan dan kenyamanan kerja.

  • Fungsi Alat Ukur di Bidang Otomotif

Dalam bidang otomotif, alat ukur digunakan untuk melakukan perawatan dan perbaikan kendaraan. Contohnya adalah obd2 scanner untuk membaca kode kesalahan pada mesin, penggaris khusus untuk menentukan posisi roda, dan kompresi tester untuk mengukur tekanan kompresi dalam silinder mesin.

Contoh:

a. Alat ukur seperti speedometer pada kendaraan atau stopwatch dalam olahraga membantu kita menghitung kecepatan. Ini sangat penting dalam mengemudi dengan aman atau melacak kemajuan dalam aktivitas fisik.

  • Fungsi Alat Ukur di Bidang Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, alat ukur digunakan untuk melakukan eksperimen dan praktikum. Alat ukur seperti neraca, mikroskop, termometer, dan galvanometer membantu siswa dalam memahami konsep dan melakukan pengukuran yang akurat.

Contoh:

a. Alat ukur seperti penggaris, pita pengukur, atau jangka sorong digunakan untuk memperkirakan jarak antara dua titik. Ketika membangun atau merancang sesuatu, pengukuran yang akurat sangat penting agar hasil akhir sesuai dengan yang diinginkan.

b. Gelas ukur, takaran, atau pipet adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur volume dengan presisi. Dalam dunia kimia, pengukuran volume sangat penting dalam meracik obat atau bahan kimia dengan takaran yang tepat.

c. Jam tangan, jam dinding, atau jam digital adalah contoh alat ukur yang membantu kita mengukur waktu dengan akurat. Dalam menjalani rutinitas harian, pengukuran waktu membantu kita mengatur kegiatan sehari-hari dan memastikan kita tidak terlambat.

  • Fungsi Alat Ukur di Bidang Industri

Dalam industri, alat ukur sangat penting untuk menjaga kualitas produk dan memastikan efisiensi produksi. Contoh alat ukur yang digunakan meliputi pressure gauge, flow meter, pH meter, dan sebagainya.

Contoh:

a. Higrometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kelembaban di udara. Pengukuran kelembaban membantu dalam menentukan tingkat kenyamanan dalam ruangan, menjaga kondisi lingkungan yang tepat untuk tanaman, atau memantau penyimpanan bahan sensitif terhadap kelembaban.

  • Fungsi Alat Ukur di Bidang Pertanian

Dalam bidang pertanian, alat ukur digunakan untuk mengukur dan mengontrol faktor-faktor seperti suhu, kelembaban, pH tanah, dan intensitas cahaya. Alat ukur ini membantu petani dalam mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan hasil panen.

Contoh:

  • Fungsi Alat Ukur di Bidang Makanan

Dalam industri makanan, alat ukur digunakan untuk memastikan keamanan dan kualitas produk. Contohnya adalah termometer untuk mengukur suhu makanan, pH meter untuk mengukur tingkat keasaman, dan timbangan untuk mengukur berat bahan baku.

Contoh:

a. Timbangan adalah salah satu alat ukur yang paling umum digunakan untuk menganalisis berat. Dalam kehidupan sehari-hari, pengukuran berat membantu kita mengatur pola makan, mengelola berat badan, atau mengukur bahan dalam resep masakan.

  • Fungsi Alat Ukur di Bidang Lingkungan

Dalam bidang lingkungan, alat ukur digunakan untuk mengukur parameter-parameter seperti kualitas udara, tingkat kebisingan, dan tingkat polusi. Penggunaan alat ukur ini membantu dalam pengawasan dan pemantauan lingkungan.

Contoh:

a. Geiger counter adalah alat ukur yang digunakan untuk mendeteksi radiasi. Dalam bidang medis atau industri nuklir, pengukuran radiasi sangat penting untuk keamanan dan perlindungan terhadap paparan radiasi berlebih.

Demikianlah informasi yang bisa wikielektronika.com ulas, perlu anda ingat bahwa prinsip kerja alat ukur didasarkan pada konversi besaran fisik menjadi sinyal yang dapat diolah, pengolahan data untuk mendapatkan informasi yang berguna, dan penyajian hasil pengukuran kepada pengguna.

Prinsip-prinsip ini berlaku secara umum untuk berbagai jenis alat ukur, baik itu termometer, multimeter, osiloskop, galvanometer, atau alat ukur lainnya. Dengan memahami prinsip kerja ini, pengguna dapat memahami cara kerja alat ukur dan menginterpretasikan hasil pengukuran dengan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page