Penjelasan Lengkap Tentang Beda K, Pengujian, Contoh

5 min read

Apa yang dimaksud dengan Beda K?☑️ Penjelasan lengkap mengenai Pengertian☑️ Konsep Dasar☑️ Metode☑️ Contoh Uji Beda K☑️

Setiap melakukan pengujian pada suatu data statistik, kita pasti memiliki sampel yang dapat digunakan sebagai acuan. Untuk Uji Beda K, terdapat dua tipe sampel yang dapat digunakan yaitu Sampel Berhubungan dan Sampel Tidak Berkorelasi dengan pengujian berbeda.

Meskipun cara pengujiannya berbeda, kedua sampel tersebut tetap digunakan pada statistik non parametris. Setiap metode pengujian, memiliki caranya masing-masing.

Sebagai contoh metode uji beda k sampel berhubungan terdiri dari Friedman, Kendall’s dan Cochrans. Sedangkan uji beda k sampel tidak berkorelasi terdiri dari Kruskall Wallis, Jonckheere dan uji perluasan median.

Semua metode pengujian didasari dengan teorinya masing-masing. Dari uji komparatif, Anda bisa memahami rata-rata, jumlah, rendah, tinggi dan perbedaan nilai.

Pengertian Beda K

beda-K

Menurut ilmu statistika, Beda K adalah teknik pengujian dalam statistik inferensial yang digunakan untuk membandingkan rata-rata dari dua atau lebih kelompok data. Uji beda K masuk dalam kategori statistik non parametris. Artinya data yang dapat dianalisis berupa ordinal atau nominal.

Anda dapat menguji data asumsi dan kata-kata pada sebuah variabel menggunakan uji komparatif K sampel.

Karena menggunakan data ordinal, analisis bergantung pada interval dan data rasio. Dengan menggunakan data yang sudah ada, Anda dapat melihat hubungan keduanya.

Uji beda K dari kedua sampel pengujian biasanya dipakai saat keadaan tidak menentu.

Sebagai contoh Friedman digunakan sebagai alat uji alternatif ketika hasil ANOVA tidak valid. Sama halnya dengan Kruskal Wallis yang digunakan pada saat hipotesisnya ditolak.

Semua itu bergantung juga pada derajat kebebasan yang digunakan sebagai tolak ukur. Ketika tolak ukurnya tidak sesuai, maka nilai signifikannya perlu diperbaiki kembali.

Pastinya ada beberapa kesalahan yang harus diperbaiki sehingga uji beda K tersedia. Sebagai uji data alternatif, Anda harus menyesuaikan metode pengujian dengan data yang dianalisis.

Konsep Dasar Uji Beda K

Secara konseptual, terdapat beberapa poin penting yang perlu anda pahami sebelum melakukan pengujian beda K dalam statistika. Adapun konsep dasar uji beda k meliputi:

  • Penentuan Hipotesis

Konsep dasar dalam uji beda k adalah menentukan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1). H0 menyatakan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara rata-rata dari kelompok data yang diuji, sementara H1 menyatakan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata dari kelompok data yang diuji.

  • Pengujian Statistik

Uji beda k menggunakan pengujian statistik untuk menghitung nilai uji statistik, seperti ANOVA (Analysis of Variance) untuk data yang berdistribusi normal dan Kruskal-Wallis untuk data yang tidak berdistribusi normal.

  • Derajat Kebebasan

Konsep dasar lain dalam uji beda k adalah derajat kebebasan, yang merupakan ukuran dari banyaknya data yang digunakan dalam uji statistik. Semakin banyak data yang digunakan, semakin besar derajat kebebasan.

  • Tingkat Signifikansi

Tingkat signifikansi dalam uji beda k menentukan seberapa besar risiko kita menerima kesalahan tipe I (rejecting null hypothesis when it is true). Biasanya tingkat signifikansi ditetapkan sebesar 0,05 atau 0,01.

  • Interpretasi Hasil

Hasil uji beda k dapat diinterpretasikan dengan menguji hipotesis nol. Jika nilai uji statistik lebih besar dari nilai kritis, maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata kelompok data yang diuji.

Sebaliknya, jika nilai uji statistik lebih kecil dari nilai kritis, maka H0 diterima dan H1 ditolak, yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata kelompok data yang diuji.

Tujuan Pengujian Beda K

Pengujian beda K digunakan untuk mengetahui hasil perbandingan antar satu variabel dengan variabel lainnya. Variabel yang dimaksudkan di sini ialah Variabel bebas atau independen dan variabel tetap dependen yang nilainya tidak akan pernah berubah.

Dengan menggunakan uji beda K komparatif, Anda bisa mengetahui hubungan antara dua variabel berbeda. Sebagai contoh pada kasus penurunan nilai satu kelas yang terjadi secara serentak. Dalam kasus tersebut Anda bisa menghubungkan nilai dengan hasil uji.

Jika nilai signifikannya tidak sesuai dengan data penguji, maka hipotesisnya tidak valid. Anda bisa menggunakan metode pengujian lain untuk mengetahui faktor kebebasannya. Derajat kebebasan masih berlaku untuk mengetahui persentase perbedaannya.

Untuk mengetahui perbedaan dan pengaruh antar kelompok sampel, Anda juga bisa gunakan uji beda K. Sesuaikan analisis data Anda dengan metode penelitiannya. Pengelompokan dan klasifikasi data nominal akan selalu berkaitan untuk hasil yang jelas.

Metode Uji Beda K Sampel Berhubungan

beda-k-sampel-berhubungan

Galih Wsk Dengan pengetahuan dan keahliannya yang mendalam di bidang elektro dan statistik, Galish WSK alumni pascasarjana ITS Surabaya kini mendedikasikan dirinya untuk berbagi pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang perkembangan terkini di bidang statistika dan elektronika via wikielektronika.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page