Dioda Adalah? Pengertian dan Jenis Jenis Dioda + Fungsinya

Dioda Adalah? Berikut ulasan lengkap mengenai apa itu Dioda ☑️ Simbol, Karakteristik ☑️ Prinsip Kerja dan Jenis Dioda Beserta Fungsinya☑️

Dioda adalah partikel yang selalu ada di berbagai peralatan yang penggunaannya tersambung dengan listrik. Sebab, tanpa adanya dioda dapat menyebabkan kendala saat sedang menggunakannya atau bahkan bisa menimbulkan masalah tertentu.

Tentu Anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi bukan? Oleh sebab itu, pembahasan berikut ini cukup penting untuk dipahami. Berikut akan kami paparkan selengkapnya ulasan mengenai materi Dioda dalam rangkaian elektronika.

Pengertian Dioda

dioda adalah

Pengertian dioda adalah sebuah komponen aktif dalam peralatan elektronik yang dibuat menggunakan bahan yang bersifat semikonduktor. Komponen tersebut mempunyai peran untuk menyalurkan arus listrik menuju satu arah tertentu, namun menghambat arus yang berasal dari arah yang tersebut.

Hal itulah yang kemudian menyebabkan alat ini kerap dipakai untuk mengarahkan listrik pada rangkaian elektronika. Biasanya dioda memiliki dua buah terminal, yaitu katoda di sisi negatif dan anoda di sisi positif, dengan kinerja mengalirkan arus yang bersumber dari anoda menuju katoda. Namun, aliran tersebut tidak dapat berlaku sebaliknya.

Simbol Dioda

simbol dioda
Gambar Simbol Dioda

Setelah anda mengetahui pengertian apa itu dioda, baiknya anda perhatikan dengan seksama gambar simbol dioda yang akan kami paparkan diatas. Terlihat pada gambar simbol dioda diatas bahwa dioda merupakan jenis komponen elektronika aktif yang tersusun atas komponen type P dan juga type N.

Susunan tersebut yang membuat fungsi dioda bisa berjalan sempurna. Untuk informasi berikutnya akan kami paparkan macam macam Dioda beserta fungsinya. Simak baik baik dibawah ini.

Jenis Jenis Dioda

jenis dioda

  • Dioda Photodiode

Photodiode mampu menghasilkan daya listrik ketika terdapat penyinaran pada PN Junction. Biasanya, dioda ini dioperasikan pada reverse-bias, dengan demikian, arus dengan ukuran yang kecil bisa terdeteksi dengan cepat karena adanya cahaya.

  • Dioda Light Emitting Diode (LED)

Ketika dialiri dengan menggunakan arus fordward-bias, maka LED akan mengeluarkan sebuah cahaya. Kini, LED umum dipakai sebagai peralatan yang ada pada penerangan. Bahkan pada beberapa jenis dipakai sebagai pengganti lampu fluorescent.

  • Dioda PN Junction Diode

Dioda ini merupakan salah satu dari jenis-jenis diode yang mana terbentuk dari susunan PN serta mempunyai cara kerja seperti dioda pada umumnya. PN Junction Diode adalah yang paling kerap dipakai di pasaran untuk pengarah arus.

  • Dioda Laser Diode

Dioda ini juga menghasilkan sebuah sinar, akan tetapi sinar yang dihasilkan merupakan sinar yang koheren. Dengan demikian, jenis dioda ini dapat dimanfaatkan untuk membaca laser pointer, CD, maupun DVD.

  • Dioda Gunn Diode

Gunn diode merupakan salah satu jenis diode yang tak mempunyai PN Junction, sehingga hanya terdapat dua buah elektroda. Diode ini bisa dipakai untuk menghasilkan sinyal berupa gelombang mikro.

  • Dioda Zener

Dioda zener merupakan sebuah dioda yang mempunyai karakter khusus yakni menyalurkan arus listrik ke arah berlawanan saat tegangan melebihi batas Breakdown Voltage.

  • Dioda Varactor

Penggunaan dioda jenis ini biasanya diaplikasikan pada mode reverse. Dioda ini mempunyai lapisan penghalang yang bersifat dinamis (berubah ubah) sehingga mirip dengan sifat pada kapasitor.

  • Dioda Schottky

Untuk jenis yang satu ini, ciri khasnya ialah memiliki tegangan aktivasi yang rendah dan juga waktu recorvery yang sangat singkat. Umumnya penggunaan dioda Schottky diaplikasikan pada rangkaian yang memiliki frekuensi tinggi seperti pada gerbang gerbang logika.

  • Dioda Step Recovery

Berbeda dengan dioda Schottky, pada Dioda Step Recovery memiliki bagian semikonduktor yang level dopingnya gradual menurun dengan titik terendah di junction. Dioda Step Recovery sendiri seringkali digunakan pada alat alat elektronik seperti penggunaan frekuensi radio.

  • Dioda Backward

Karakteristik utama pada dioda backward ini hampir sama dengan yang ada pada dioda tunnel, hanya saja perbedannya terletak pada sisi yang diberi doping lebih rendah dibanding sisi yang berlawanan. Perbedaan inilah yang menyebabkan dioda backward mempunyai tegangan arus yang serupa saat berjalan pada kondisi forward dan reverse.

  • Dioda PIN

Untuk dioda PIN memiliki area tanpa doping (semikonduktor intrinsic) yang letaknya antara P dan N junction. Efek adanya semikonduktor intrinsic menyebabkan area deplesi melebar. Hal ini membuat terbatasnya pergerakan dari elektron. Umumnya dioda PIN digunakan pada aplikasi yang memiliki sinyal (switching)

  • Dioda Tunnel

Untuk jenis dioda yang satu ini berjalan dengan memanfaatkan fenomena mekanika kuantum yakni proses tunneling. Umumnya dioda jenis ini digunakan pada alat alat ukur kelistrikan seperti osilator karena kecepatan reaksinya ketika menerima perubahan tegangan.

  • Dioda Barrit (Barrier Injection Transit Time)

Dioda Barrit berjalan dengan prinsip emisi termionik. Fungsi dari Dioda Barrit (Barrier Injection Transit Time) adalah sebagai sumber produksi sinyal gelombang mikro dengan level yang rendah.

Cara Mengukur Dioda

cara mengukur dioda

Dioda bisa diukur menggunakan berbagai macam alat ukur, yang mana salah satunya menggunakan multimeter digital. Cara mengukur dioda menggunakan multimeter digital dapat Anda ikuti berdasarkan tahapan berikut ini:

  1. Mengatur penempatan saklar di tempat dioda
  2. Menghubungkan probe hitam dengan terminal katoda yang ditandai dengan tanda gelang
  3. Menghubungkan probe merah dengan terminal anoda
  4. Membaca nilai yang tertera sebagai hasil dari proses pengukuran pada bagian display multimeter
  5. Display yang ada harus memperlihatkan nilai tertentu, sebagai contoh 0,42 V
  6. Membalikkan probe hitam ke arah terminal anoda, sedangkan probe merah menuju arah katoda
  7. Membaca hasil dari proses pengukuran pada display yang tertera
  8. Tidak akan ternilai tegangan di bagian display multimeter. Apabila di tahap ini justru muncul nominal tertentu, maka dapat disimpulkan bahwa dioda telah rusak dan tak dapat digunakan kembali

Karakteristik Dioda

  1. Dioda pada Bias Mundur

Karakteristik dioda berikutnya yaitu dengan cara bias mundur. Apabila anoda disambungkan dengan kutub negatif dan katoda disambungkan dengan kutub positif, maka akan menyebabkan rangkaian pada bias mundur menjadi semakin kecil.

Pada bias jenis ini, sebenarnya terdapat arus maju. Arus tersebut sebenarnya dapat disambungkan dengan baterai dengan tegangan yang tak begitu tinggi dan signifikan. Sehingga ketika sedang terjadi reserve, tidak akan terjadi penyaluran daya listrik, sebab nilai yang menghambat lebih tinggi.

  1. Dioda pada Bias Maju

Diode yang satu ini mampu memberikan tegangan dari luar ke bagian terminal. Apabila anoda tersambung dengan kutub positif dari baterai serta katoda tersambung dengan kutub negatif dari baterai, maka akan menyebabkan bias maju.

Prinsip Kerja Dioda

Prinsip kerja dioda adalah membantu memaksimalkan arus bolak balik listrik yang ada pada rangkaian elektronika. Dioda juga bisa merubah arus listrik AC menjadi DC, hal ini membuat kinerja arus listrik menjadi lebih maksimal.

Terdapat tiga kondisi yang membedakan cara kerja Dioda. Kondisi pembeda cara kerja dioda adalah sebagai berikut :

  • Kondisi tanpa tegangan
  • Kondisi pada tegangan negatif (Reverse-bias)
  • Kondisi pada tegangan positif (Forward-bias)

Fungsi Dioda

dioda

  1. Dipasang pada Rangkaian Monitor DC

Pada monitor DC juga sama-sama mempunyai lilitan yang dapat berubah menjadi sebuah magnet saat sedang dialiri listrik. Sehingga dioda berfungsi sebagai pengaman yang mampu mengatur  supaya tidak ada kendala saat sedang beroperasi.

  1. Sebagai Sumber Relay AC

Fungsi dioda adalah cukup beragam, salah satunya yaitu untuk melindungi proses induksi pada bagian rangkaian relay. Pada umumnya, relay memiliki lilitan dalam jumlah yang cukup banyak.

Lilitan tersebut kemudian berubah menjadi sebuah medan magnet saat teraliri listrik. Tak hanya itu, lilitan relay sendiri juga menyimpan daya listrik. Sehingga akan aman dengan adanya dioda.

Dioda adalah komponen pada peralatan listrik yang diketahui mempunyai peranan yang cukup penting. Dengan demikian, sebelum menggunakan peralatan listrik, Anda juga perlu memastikan apakah dioda yang ada masih dapat berfungsi sebagaimana mestinya atau tidak.

Anda bisa memastikannya dengan menggunakan alat tertentu yang memang sudah didesain untuk mengukur dioda. Sekian dan semoga bisa memberikan manfaat untuk teman teman semuanya khususnya yang sedang menempuh studi teknik elektro.

Related posts:
Gravatar Image
Pernah dua kali tersetrum listrik membuat mahasiswa kelahiran magetan ini menekuni bidang Teknik Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *