Dioda forward bias dan reverse bias, dua istilah yang sering muncul dalam dunia elektronika. Tapi, apa sebenarnya perbedaannya? Bayangkan dioda seperti gerbang satu arah untuk arus listrik. Dalam keadaan forward bias, gerbang terbuka lebar, memungkinkan arus mengalir dengan mudah.
Sebaliknya, dalam keadaan reverse bias, gerbang tertutup rapat, menghalangi arus untuk lewat.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dunia dioda, memahami bagaimana arus mengalir dalam berbagai kondisi, dan mengungkap rahasia di balik forward bias dan reverse bias. Siap untuk menyelami dunia elektronika yang menarik?
Dioda Reverse Bias

Setelah memahami bagaimana dioda bekerja dalam keadaan forward bias, kita sekarang akan menjelajahi sisi lain dari cerita, yaitu reverse bias. Dalam kondisi ini, polaritas tegangan pada dioda dibalik, dan efeknya sangat berbeda dari forward bias.
Arus Kecil dalam Reverse Bias, Dioda forward bias dan reverse bias
Ketika dioda diberi tegangan reverse bias, artinya terminal positif sumber tegangan terhubung ke katoda dan terminal negatif terhubung ke anoda, terjadi hal yang menarik.
Dalam keadaan ini, arus hampir tidak mengalir melalui dioda. Ini karena medan listrik internal dioda, yang dibentuk oleh lapisan depletion, menjadi lebih kuat dan menghambat pergerakan pembawa muatan mayoritas (elektron pada katoda dan hole pada anoda) untuk menyeberangi lapisan depletion.
Bayangkan lapisan depletion seperti tembok yang sulit ditembus. Hanya sedikit sekali pembawa muatan minoritas (hole pada katoda dan elektron pada anoda) yang dapat melewati tembok ini, menghasilkan arus yang sangat kecil, yang sering disebut arus kebocoran (leakage current).
Bayangin aja, dioda itu kayak gerbang satu arah buat arus listrik. Kalau kamu kasih tegangan positif ke arah maju (forward bias), arus lancar jaya. Tapi kalau tegangannya dibalik (reverse bias), arus tertahan. Nah, kalau kamu mau bikin tegangan jadi lebih tinggi, bisa pake rangkaian pelipat tegangan voltage.
Rangkaian ini memanfaatkan sifat dioda forward bias untuk ngerekayasa tegangan. Intinya, dioda jadi kunci penting dalam memahami dan mengendalikan arus listrik, lho!
Tegangan Breakdown
Meskipun arus sangat kecil dalam keadaan reverse bias, ada batasnya. Jika tegangan reverse bias terus meningkat, suatu titik kritis akan tercapai, yang disebut tegangan breakdown.
Bayangin dioda, dia kayak gerbang satu arah, cuma ngalir kalo di-forward bias. Tapi kalo di-reverse bias, dia jadi tembok. Nah, transistor mirip banget, cuma dia punya tiga kaki. Kaki pertama kayak gerbangnya, ngatur arus yang ngalir lewat kaki kedua dan ketiga.
Cara kerjanya lebih kompleks, tapi bisa dibilang mirip banget sama dioda. Mau tau lebih lanjut? Cek aja cara kerja transistor di sini. Intinya, transistor kayak dioda yang punya “tombol” buat ngatur aliran arus, dan cara kerjanya bisa diubah-ubah dengan mengontrol arus yang ngalir di kaki pertama, mirip kayak ngatur arus yang ngalir di dioda dengan forward bias dan reverse bias.
Pada tegangan breakdown, medan listrik dalam lapisan depletion menjadi sangat kuat sehingga dapat menyebabkan ionisasi atom dalam material semikonduktor. Ionisasi ini menghasilkan pembawa muatan tambahan, yang menyebabkan arus meningkat secara drastis.