Pengertian dan Fungsi Dioda Bridge

Posted on

Detail Fungsi Dioda Secara Umum☑️ Pengertian Dioda Bridge, simbol, rumus dan contoh soal cara mengukur Dioda Jembatan☑️

Dioda bridge atau jika diartikan adalah dioda jembatan. Dioda ini terdiri dari 4 rangkaian dioda dan disatukan sehingga menjadi satu komponen dengan satu kesatuan dan memiliki empat kaki sebagai penyangga.

Tidak jauh berbeda dengan varian dioda lainnya, ia juga terbuat dari bahan semikonduktor yang cukup aman. Di bawah ini adalah informasi tentang dioda jembatan yang patut Anda ketahui.

Pengertian Dioda Bridge

dioda bridge

Dioda bridge adalah bagian dari elektronika yang memiliki 4 terminal diode yang tersusun dengan baik. Dari beberapa dioda tersebut terbagi menjadi beberapa bagian yaitu 2 terminal untuk aliran AC sebagai sumber arus dan juga input sedangkan 2 lainnya beraliran DC dengan sisi positif serta negatif.

Adapun tujuan dibuatnya dioda jembatan ini adalah untuk mengatur arah arus saat terjadi penukaran dan pengembalian arus. Dioda ini banyak digunakan karena sistem kerjanya cukup baik yakni sebagai penyearah gelombang secara penuh dengan ukuran yang simpel serta harga yang cukup terjangkau.

Fungsi Dioda

fungsi dioda bridge

Fungsi utama Dioda adalah sebagai alat untuk menstabilkan arus/ tegangan dan juga penyearah arus listrik yang mengubah arus bolak-balik (AC) pada sumber listrik menjadi arus yang searah (DC).

Sedangkan fungsi dioda bridge secara umum adalah sebagai alat pengatur arah polaritas DC yang keluar dari kaki kaki DC supaya tidak terjadi pembalikan fase saat terjadi pembalikan sumber arus listrik AC.

Sebelum kita mengulas materi mengenai dioda jembatan lebih lanjut, ada baiknya anda ketahui terlebih dahulu apa saja fungsi dioda secara umum pada rangkaian elektronika berikut ini :

  • Pemancar Cahaya LED

Dari beberapa contoh rangkaian elektronika modern yang terkait dengan fungsi dioda adalah rangkaian lampu LED. Dioda disini memiliki fungsi sebagai pemancar cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED tersebut.

  • Konversi Daya

Fungsi dioda yang paling umum sejauh ini adalah penggunaan dioda untuk penyearahan daya AC ke daya DC.

Dengan menggunakan dioda, berbagai jenis rangkaian penyearah dapat dibuat, yang paling dasar adalah penyearah setengah gelombang, penyadap pusat gelombang penuh, dan penyearah jembatan penuh.

Contoh fungsi dioda sebagai konversi daya dapat kita lihat pada saat kita mengecas/ mengisi daya laptop. Arus AC yang berasal dari catu daya utama, harus diubah menjadi arus DC yang kemudian dapat disimpan kedalam baterai laptop.

  • Penyearah Arus

Fungsi dioda bridge yang pertama yaitu sebagai penyearah arus dari gelombang AC menjadi gelombang DC. Penyerah gelombang tersebut dinamakan tegangan ambang.

Dimana tegangan ambang harus bisa melewati tegangan arus pada rangkaian listrik yang berasal dari satu arah lalu diteruskan menjadi mode bias sesuai dengan batasan-batasan arus tegangan.

Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor ini memiliki rangkaian dengan konfigurasi yang stabil. Oleh sebab itu, dioda ini mampu menghasilkan aliran yang searah dari output dan kedua input yang bolak-balik.

  • Penyearah Gelombang Penuh

Dioda jembatan merupakan unsur untuk penyearah gelombang penuh atau juga dikenal dengan full wave rectifier. Penyearah tersebut adalah unsur yang kerap dipakai pada power supply atau pencatu daya. Keempat dioda dihubungkan pada bridge atau jembatan yang tertutup agar menghasilkan keluaran yang sesuai.

  • Pengaman Rangkaian Monitor DC

Pada monitor DC juga sama-sama mempunyai lilitan yang dapat berubah menjadi sebuah magnet saat sedang dialiri listrik. Sehingga dioda berfungsi sebagai pengaman yang mampu mengatur  supaya tidak ada kendala saat sedang beroperasi.

  • Sebagai Sumber Relay AC

Fungsi dioda adalah cukup beragam, salah satunya yaitu untuk melindungi proses induksi pada bagian rangkaian relay. Pada umumnya, relay memiliki lilitan dalam jumlah yang cukup banyak.

Lilitan tersebut kemudian berubah menjadi sebuah medan magnet saat teraliri listrik. Tak hanya itu, lilitan relay sendiri juga menyimpan daya listrik. Sehingga akan aman dengan adanya dioda.

  • Mencegah Lonjakan Tegangan

Perangkat elektronik sensitif perlu dilindungi dari lonjakan tegangan, dan salah satu fungsi dioda sangat cocok untuk kasus ini.

Ketika digunakan sebagai perangkat proteksi tegangan, dioda bersifat non konduktor, ketika terjadi lonjakan tegangan, dioda segera menghubungkan lonjakan tegangan tinggi tersebut dengan mengirimkannya ke ground di mana ia tidak dapat merusak sirkuit terintegrasi yang sensitif.

Untuk penggunaan ini, terdapat dioda khusus yang dikenal sebagai “penekan tegangan transien” dirancang. Ini dapat menangani lonjakan daya yang besar selama periode waktu yang singkat yang biasanya akan merusak komponen sensitif.

Menggunakan dioda jembatan pada full wave rectifier jauh lebih muda dan menguntungkan. Selain tidak membutuhkan trafo lagi sehingga biaya yang dikeluarkan tidak akan terlalu banyak namun tetap dengan hasil yang maksimal.

Simbol Dioda Bridge

simbol dioda bridge

Berbeda dengan dioda lainnya yang hanya terdiri dari satu bagian, simbol dioda bridge terbilang cukup unik. Gambar dioda bridge yang terdiri dari 4 terminal tersebutlah yang menjadi simbolnya.

Terdapat 2 jenis simbol dioda bridge yang perlu teman teman ketahui. Simbol pertama berupa empat buah dioda yang disusun hingga menyerupai bentuk jembatan, dan simbol yang kedua hanya berupa satu dioda yang terletak didalam sebuah kotak.

Didalam symbol dioda jembatan diatas bisa kita lihat bahwa komponen dioda jenis ini mempunyai empat buah terminal yaitu Vout +, V out -, dan dua buah AC-In (lihat pada contoh gambar simbol dioda bridge diatas).

Prinsip Kerja Dioda Bridge

prinsip kerja dioda bridge

Pada dasarnya dioda prinsip dioda jembatan tidak jauh berbeda dengan dioda penyearah arus lainnya. Cara kerja dioda bridge ini bisa dimulai dengan pengelompokan setiap dioda yaitu D1, D2, D3 dan D4. Usai diberikan label maka selanjutnya pemasangan dioda yang disusun sesuai dengan kelompok atau labelnya.

Susun berpasangan dengan 2 dioda yang akan melewati siklus setengah gelombang dan arus atu sinyal. Saat sinyal positif dipasangkan pada input 1 dan sinyal negatif dipasangkan dengan input 2 maka D1 da 2 akan berada dalam kondisi forward bias. Sedangkan dioda lain yaitu D3 dan 4 berada dalam kondisi reverse bias dimana ia berfungsi memperlambat sinyal pada sisi negatif.

Lalu saat keadaan berbalik dimana input 1 negatif dan input 2 berubah jadi positif maka D1 dan D2 berada dalam kondisi menghambat sinyal negatif atau reverse bias. Kemudian D3 dan D4 berada dalam posisi forward bias.

Rangkaian Dioda Bridge (Penyearah Sistem Jembatan)

Rangkaian dioda bridge ini terbilang cukup bersejarah karena sudah ditemukan pada tahun 1896 oleh teknisi elektro asal Polandia bernama Karol Pollak. Meskipun begitu, dioda ini memiliki fitur penting yakni input terbalik dan output yang sama.

rangkaian dioda bridge

Komponen rangkaian dalam pembuatan penyearah sistem jembatan diperlukan ‘minimal’ empat buah dioda yang disusun seperti sebuah jembatan arus (lihat pada gambar diatas!)

Terlihat pada gambar rangkaian dioda jembatan penyearah diatas bahwa konfigurasi empat buah dioda (D1, D2, D3, D4) tersusun membentuk rangkaian penyearah jembatan. Tegangan listrik (AC) masuk melalui inputan titik pertemuan anoda katoda (D1 – D4) dan anoda katoda (D2 – D3).

Kemudian untuk tegangan output DC positif diperoleh dari pertemuan antara katoda D1 – D3. Dan untuk tegangan output negatif diperoleh dari pertemuan anoda D2 – D4 yang kemudian diteruskan ke Kapasitor C yang berfungsi sebagai filter. Kapasitor C ini terhubung dengan beban RL yang ada pada rangkaian tersebut.

Cara Mengukur Dioda Bridge

Cara mengukur dioda satu ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan dioda kebanyakan. Bagian yang membuatnya berbeda yaitu kaki-kaki dioda yang banyak sehingga perlu dipahami dengan baik posisinya. Berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk mengukurnya;

  • Anda dapat menggunakan alat ukur tegangan seperti avometer atau multi tester. Setelah itu, atur angka menjadi satuan ohm apabila sudah, maka letakkan probe warna hitam ke kaki simbol dioda. Sedangkan probe berwarna merah diletakkan pada kaki dioda yang bertanda positif atau +.
  • Usai meletakkan dengan tepat, Anda dapat mengamati display alat ukur yang digunakan. Untuk memastikan ia bekerja dengan baik dapat dilihat dari jarum. Apabila jarum pendek bergerak maka normal sedangkan jika probe diletakkan terbalik dan tidak bergerak maka ia tidak berfungsi.
  • Saat hasilnya muncul maka Anda bisa menghitung tegangan yang dikeluarkan dengan menggunakan rumus dioda bridge. Berikut ini adalah rumus diode jembatan sebagai penyearah gelombang penuh atau full wave rectifier.
Vdc= (2 X Vmax)/π = Vmax X 0,3318 = Vrms X 0,45

Demikian informasi tentang dioda bridge atau dikenal dengan diode jembatan, kotak, sisir dan modul. Diode ini banyak dijumpai dengan bentuk DIL atau dual in line dan SIL atau single in line.

Keyword :

CONTOH GAMBAR DIODA YG BENTUK JEMBATAN,pengertian dioda bridge,rakiam dioda brid

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang lagi hobi mempelajari Ilmu Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *