Hukum Kepler

4 min read

Elips adalah bentuk yang menyerupai lingkaran pipih. Berapa banyak lingkaran diratakan dinyatakan oleh eksentrisitasnya. Eksentrisitas adalah angka antara 0 dan 1. Angka nol mendefinisikan sebagai lingkaran yang sempurna.

Eksentrisitas elips mengukur seberapa rata lingkaran itu. Ini sama dengan akar kuadrat dari [1 – b*b/(a*a)]. Huruf a adalah singkatan dari sumbu semimayor, jarak melintasi sumbu panjang elips.

Huruf b adalah singkatan dari sumbu semiminor, jarak melintasi sumbu pendek elips. Untuk lingkaran sempurna, a dan b sama sehingga eksentrisitasnya nol. Orbit bumi memiliki eksentrisitas 0,0167, sehingga sangat mendekati lingkaran sempurna.

Hukum Kepler 2

hukum kepler 2
Gambar hukum kepler 2 Via : Byjus.com
Hukum Kepler 2 menyatakan bahwa tiap-tiap planet bergerak sedemikian rupa hingga tercipta garis khayal yang ditarik dari matahari menuju planet tersebut mencakup daerah yang memiliki luas dan waktu sama.

Karena orbitnya tidak melingkar, energi kinetik planet tidak konstan di jalurnya. Hal ini menyebabkan energi kinetik lebih banyak berkumpul di dekat Perihelion, sedangkan pada area Aphelion energi kinetik menjadi lebih sedikit, sehingga didapatkan persamaan rmin + rmax = 2a × (panjang sumbu utama elips)”

Dari hukum yang telah ada sebelumnya memang dijelaskan tentang bagaimana bentuk orbit planet. Namun hukum ini masih memiliki kekurangan yakni tidak bisa memperkirakan dimana kedudukan planet di satu waktu.

Karena itulah Kepler berupaya memecahkan permasalahan tersebut hingga melahirkan hukum yang kedua tersebut. Untuk lebih memahami konsep ini, perhatikan ilustrasi gambar berikut.

ilustrasi hukum kepler 2
Via : studiobelajar.com

Dari gambar tersebut dapat dilihat adanya contoh orbit planet-planet terhadap matahari. Kecepatan sudut dan jari-jari orbit planet berbentuk elips cenderung bervariasi.

Planet cenderung bergerak lebih cepat saat dekat dengan matahari dan begitu pula sebaliknya akan bergerak lebih lambat saat jaraknya jauh dari matahari. Apabila diketahui periode revolusi planet adalah P, maka rumus mencari kecepatan sudut rata-ratanya adalah:

rumus 2 kepler

Hukum Kepler 3

hukum kepler 3
Gambar hukum kepler 3 Via : www.britannica.com
Hukum 3 Kepler ini menyatakan bahwa kuadrat periode saat planet bergerak mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata planet ke matahari.

Pada hukum ketiga ini dijelaskan tentang periode revolusi dari setiap planet yang bergerak mengelilingi matahari. Planet mempunyai periode orbit yang lebih lama saat berada jauh dari matahari.

Begitu pula sebaliknya, planet mempunyai periode orbit yang lebih singkat apabila letaknya berada dekat dengan matahari. Jika dituliskan secara matematis, rumus hukum Kepler 3 ini bisa dirumuskan sebagai berikut:

rumus hukum kepler 3

Galih Wsk Dengan pengetahuan dan keahliannya yang mendalam di bidang elektro dan statistik, Galish WSK alumni pascasarjana ITS Surabaya kini mendedikasikan dirinya untuk berbagi pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang perkembangan terkini di bidang statistika dan elektronika via wikielektronika.com.

2 Replies to “Hukum Kepler”

  1. I really liкe your blog.. very nice colors & theme.
    Did you makе this website yourself or did
    you hiгe someone to do it for you? Ⲣlz respond as I’m looking to create my oᴡn blog and would
    ⅼike to know where ᥙ got this from. thanks a lot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page