Cara Menghitung Jangka Sorong

Posted on

Jangka Sorong Adalah? Berikut pengertian, Gambar Bagian, fungsi & cara membaca pengukurannya☑️ contoh soal cara menghitung jangka sorong☑️

Mengukur sebuah benda dibutuhkan alat ukur khusus yang bisa menghitung ukuran benda tersebut secara akurat dan presisi. Salah satu jenis alat ukur yang cukup dikenal adalah jangka sorong.

Alat ini biasa digunakan untuk mengukur panjang, namun mungkin tidak semua orang familiar dengan alat ukur ini. Untuk membantu anda dalam memahami apa itu jangka sorong dan cara membaca jangka sorong, berikut kami paparkan detail ulasannya.

Jangka Sorong Adalah ?

jangka sorong
Gambar Jangka Sorong

Sebelum membahas lebih jauh tentang alat ukur ini, lebih dulu harus mengenalnya. Jangka sorong adalah alat  ukur  dimensi  yang  mampu  mengukur  jarak, kedalaman, dan diameter dalam suatu objek dengan akurasi yang cukup tinggi, yaitu ±0,05mm.

Pada umumnya, jangka sorong memiliki beragam nama diantaranya seperti mistar ingsut, jangka ingsut, sigmat, scuiffmacth, vernier caliper, jangka geser, mistar geser, dan juga mistar sorong.

Lalu berapa tingkat ketelitian yang dimiliki alat ukur sigmat ini ? Berdasarkan satuan International, tingkat ketelitian yang dimiliki jangka sorong adalah 0,1 mm ; 0,05 mm ; 0,02 mm dan 0,01 mm.

Alat ukur ini umumnya dipakai dalam bidang industri teknik, mulai dari perancangan, pembuatan hingga proses pengecekan akhir produk. Alat ini dipakai secara luas karena bisa menyajikan hasil pengukuran yang akurat dan presisi. Selain itu, alat ini tergolong praktis sehingga mudah dibawa kemana-mana.

Bagian Bagian Jangka Sorong

bagian bagian jangka sorong
Gambar Bagian Bagian Jangka Sorong

Agar bisa menggunakan vernier caliper untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang akurat, Anda juga harus tahu bagian-bagian dari alat ukur ini. Alat ini terdiri dari beberapa bagian yang sangat berpengaruh dalam proses pengukuran. Berikut adalah bagian bagian jangka sorong beserta fungsinya yang harus diketahui.

  1. Rahang Atas

Bagian pertama dari alat ukur ini bernama rahang atas. Rahang ini bisa diatur untuk mengukur diameter sebuah objek. Karena itu, bagian ini bisa digeser-geser sesuai bentuk dan ukuran objeknya.

  1. Pengunci Rahang

Letaknya berada di belakang rahang atas. Fungsinya adalah untuk mengunci rahang agar tidak bergerak sehingga hasil pengukuran bisa tetap akurat dan presisi karena alat ukurnya tidak bergerak.

  1. Skala Utama

Ini adalah bagian utama dari vernier caliper. Bagian ini berfungsi untuk membaca hasil nilai pengukuran. Skala ini bentuk dan tampilannya sama dengan skala baca yang biasa ditemukan pada penggaris.

  1. Rahang Bawah

Bagian rahang pada alat ukur ini sendiri sebenarnya terdiri dari satu pasang rahang, yaitu rahang atas dan rahang bawah. Nah, untuk rahang bawah ini fungsinya adalah untuk mengukur panjang objek dari arah luar.

  1. Tangkai Jangka Sorong

Berikutnya ada bagian yang bernama tangkai jangka atau tangkai ukur kedalaman. Fungsinya tentu saja untuk mengukur kedalaman sebuah objek dengan cara menggerakkan bagian rahangnya.

  1. Skala Nonius

Jika sebelumnya pada skala utama vernier caliper menunjukkan hasil pengukuran dalam satan cm maupun mm, maka skala nonius ini menunjukkan skala yang lebih kecil. Skala nonius ini menunjukkan 1/10mm namun ada juga yang menunjukkan skala 2/10mm.

Artinya, skala ini adalah skala terkecil dari yang ditunjukkan dari hasil pengukuran. Pada skala nonius, 10 skala panjangnya adalah 9mm. Dengan begitu, untuk setiap dua skala nonius yang letaknya saling berdekatan sama dengan 0,9mm.

  1. Roda Penggerak

Bagian terakhir bernama roda penggerak, yang fungsinya adalah untuk menggerakkan atau membuat rahang jangka secara perlahan-lahan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar jangka sorong beserta nama masing-masing bagiannya berikut ini.

Fungsi Jangka Sorong

gambar jangka sorong
Gambar Jangka Sorong

Sering sekali kita dengar pertanyaan mengenai apa kegunaan jangka sorong? fungsi jangka sorong digunakan untuk mengukur apa? Maka jawaban yang benar mengenai fungsi dan kegunaan jangka sorong adalah untuk mengukur dimensi benda dengan bentuk dan ukuran (kecil) yang tidak bisa diukur dengan alat ukur biasa.

Misalnya, benda berukuran tipis, benda berbentuk bulat atau benda berbentuk lingkaran dengan rongga hingga benda yang berbentuk tabung. Semua benda ini akan sulit untuk mengukur jika menggunakan alat ukur biasa.

Maka dari itulah digunakan alat ukur ini. Secara umum, alat ukur ini memiliki fungsi yang cukup banyak. Jadi tidak heran jika penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam industri teknik cukup familiar. Berikut adalah beberapa fungsinya.

  • Mengukur Ketebalan Benda Berukuran Kecil

Benda-benda dengan ukuran ketebalan tipis tentu sangat sulit jika harus mengukur menggunakan alat ukur panjang biasa. Maka dari itu, untuk mengukur benda yang sangat tipis seperti plat, lempeng, seng dan sebagainya digunakan alat ini.

  • Mengukur Diameter Luar dan Dalam Suatu Objek

Ini adalah fungsi vernier caliper selanjutnya yang sangat dibutuhkan, yaitu untuk mengukur diameter luar dan dalam dari sebuah objek. Mengukur diameter benda berbentuk bulat memang bisa menggunakan alat ukur panjang biasa. Namun, itu hanya berlaku untuk beberapa benda saja.

Sedangkan benda-benda berbentuk lingkaran dengan rongga tentu akan lebih sulit jika harus menghitung dengan alat ukur biasa. Maka untuk memudahkan dan agar hasilnya akurat, maka digunakanlah alat ukur ini.

Jenis Jangka Sorong

jenis jangka sorong
Gambar Varian Jangka Sorong

a. Berdasarkan Bentuk & Skala

Setelah mengetahui bagian bagian jangka sorong beserta fungsinya, selanjutnya yang harus diketahui adalah jenis-jenisnya. Sebuah vernier caliper dapat digunakan untuk mengukur besaran panjang hingga ketelitian 0,1 mm atau 0,01 cm.

Jenis vernier caliper dibagi menjadi beberapa varian lagi, yaitu berdasarkan bentuk skalanya dan berdasarkan fungsi atau kegunaannya. Pertama akan dibahas jenis berdasarkan bentuk skalanya.

  1. Jangka Sorong Manual

Jenis yang pertama ini memiliki dua jenis skala, yaitu skala utama dan skala nonius atau juga dikenal dengan vernier. Skala utama terletak pada bagian rahang tetap sedangkan skala nonius berada pada bagian rahang geser. Jenis ini memiliki tingkat ketelitian hingga 0,1mm.

  1. Jangka Sorong Analog

Jenis jenis vernier caliper berdasarkan bentuk skalanya yang kedua adalah analog. Umumnya jenis ini sama dengan jenis jangka manual, namun ada sedikit perbedaan terutama pada skala nonius.

Untuk jenis analog, skala nonius ditunjukkan dengan analog atau menyerupai jarum jam. Jenis ini memiliki tingkat ketelitian hingga 0,05mm dan cenderung lebih mudah dibaca.

  1. Jangka Sorong Digital

Jenis terakhir adalah jangka sorong digital. Pada dasarnya bentuknya sama dengan dua jenis sebelumnya. Bedanya ada pada skala nonius yang ditunjukkan dalam bentuk layar digital. Keunggulan jenis ini adalah penggunaannya yang lebih mudah dan tingkat ketelitiannya yang jauh lebih teliti, yaitu mencapai 0,01mm.

b. Berdasarkan Fungsi & Kegunaan

Berikutnya adalah jenis jenis vernier caliper berdasarkan fungsinya. Jenis-jenis ini dikelompokkan berdasarkan fungsi pengukuran atau untuk objek apa jangka tersebut digunakan. Berikut jenis-jenisnya.

  1. Jangka Sorong Ketinggian

Sesuai namanya, jenis ini digunakan untuk mengukur ketinggian suatu objek dengan lebih detail dan akurat.

  1. Jangka Sorong Alur Dalam

Jika dilihat dari bentuknya, jenis vernier caliper ini memiliki sedikit perbedaan dengan jenis manual, yaitu pada bagian rahangnya yang lebih panjang. Fungsinya untuk mengukur diameter bagian dalam dari sebuah tabung yang bentuknya tidak beraturan atau berlekuk-lekuk.

  1. Jangka Sorong Jarak Pusat

Jenis ini fungsinya untuk mengukur jarak antara sebuah lubang dengan bagian tepi dari permukaan sebuah benda. Bisa juga digunakan untuk mengukur jarak satu lubang dengan lubang lain.

  1. Jangka Sorong Pipa

Jangka jenis berikutnya ini digunakan untuk mengetahui ketebalan tabung ataupun pipa dengan diameter kecil.

  1. Jangka Sorong Cakram

Berikutnya adalah jenis cakram, yang berfungsi untuk mengukur ketebalan dari lempengan cakram logam.

  1. Jangka Sorong Gigi Gear

Terakhir adalah jenis jangka yang digunakan untuk melakukan pengukuran guna mengetahui ketebalan gigi-gigi gear pada spare part mesin atau alat-alat kendaraan.

Cara Menggunakan Jangka Sorong

membaca jangka sorong
Gambar Jangka Sorong Digital

Dilansir dari situs wikihow.com, meskipun memiliki skala utama yang mirip dengan penggaris, namun cara penggunaan alat ukur ini berbeda. Maka dari itu, berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah cara menggunakan vernier caliper yang bisa diikuti.

Sebelum itu, mengenal bagian-bagian dari alat ukur ini sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas akan sangat membantu. Ada 3 cara menggunakan jangka sorong terkait model pengukurannya. Berikut ulasannya :

a. Mengukur Diameter Luar

  • Buka Pengunci Rahang

menggunakan jangka sorong 3

Umumnya, untuk bisa menggunakan alat ukur ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuka pengunci rahang. Jika tidak dibuka maka rahang tidak akan bisa digunakan untuk melakukan pengukuran.

  • Letakkan Objek yang Akan Diukur Diantara Rahang

menggunakan jangka sorong 2

Jika sudah, langkah selanjutnya adalah menempatkan objek yang akan diukur diantara rahang. Misalnya, jika ingin mengukur panjang sebuah objek, maka rahang yang digunakan adalah rahang bawah.

Letakan objek atau benda tersebut diantara rahang bawah dan rahang tetapnya. Tempatkan benda dengan tepat sampai kedua rahang pada alat ukur ini menyentuh objek yang akan diukur.

  • Kunci Rahang

menggunakan jangka sorong

Terakhir, kunci rahang dengan menggunakan bagian kunci pada rahang yang sudah ditunjukkan pada gambar sebelumnya. Penguncian ini bertujuan agar objek tidak bergeser sehingga hasil pengukuran lebih akurat. Setelah itu, hasil pengukuran pun sudah bisa dibaca.

b. Mengukur Diameter Dalam

  • Putar pengunci kearah kiri

  • Masukkan rahang bagian atas kedalam benda yang akan diukur

  • Geser agar posisi rahang tepat pada benda yang akan diukur

  • Putar pengunci kekanan supaya benda tidak bergeser/ bergerak

c. Mengukur Kedalaman Benda

  • Putar pengunci kearah kiri

  • Buka bagian rahang hingga ujung lancipnya bersentuhan dengan dasar tabung

  • Putar pengunci ke kanan untuk mengunci supaya objek tidak bergeser posisinya

Cara Membaca Jangka Sorong

Sumber : Channel Anak Teknik

Setelah mengetahui cara menggunakannya, Anda juga harus tahu bagaimana cara membaca hasil pengukuran vernier caliper tersebut. Sesudah melakukan langkah-langkah penggunaan sebagaimana yang dijelaskan di atas, maka hasil pengukuran akan ditampilkan pada skala utama.

Perlu anda ketahui bahwa jangka sorong memiliki batas ketelitian 0.1 mm. Artinya, ketpatan pengukuran dengan menggunakan alat ini bisa sampai 0.1 mm terdekat. Untuk membaca jangka sorong, anda harus mengetahui 2 skalanya, yaitu skala utama dan skala Nonius. Berikut langkah langkahnya :

  • Lihat Angka Nol yang Ada pada Skala Nonius

Sebelumnya sudah dijelaskan pada bagian bagian jangka sorong bahwa ada dua skala yang ada pada alat ukur ini. Ada skala utama dan skala nonius.

Maka langkah membaca hasil pengukuran yang pertama adalah perhatikan pada angka nol pada skala nonius. Garis skala utama yang ada tepat di belakang angka nol skala nonius merupakan hasil pengukuran pada skala utama.

  • Baca Nilai pada Skala Nonius

Nilai pada skala utama sudah diketahui. Cara membaca jangka sorong selanjutnya adalah membaca pada skala nonius. Lihat pada garis yang letaknya berhimpitan antara yang berada pada skala utama dan nonius. Garis berhimpitan yang ditunjukkan pada skala nonius inilah nilai ukurnya.

  • Jumlahkan Kedua Nilai Pada Skala

Terakhir tinggal menjumlahkan hasil pengukuran dari kedua skala tersebut. Perhatikan pula nilai yang setara dengan yang ditunjukkan pada garis hasil pengukuran di skala nonius. Hal ini terkadang sering dilupakan.

Contoh Membaca Hasil Pengukuran Jangka Sorong :

Perhatikan Gambar pengukuran dibawah ini! Berapakah diameter benda yang diukur menggunakan janga sorong berikut ?

pengukuran jangka sorong

Dari gambar jangka sorong diatas dapat kita lihat skala nonius yang berhimpit dengan salah satu skala utama adalah 4 skala. Artinya angka tersebut memiliki nilai 0,4 mm.

Selanjutnya perhatikan Skala utama. Terlihat setelah angka Nol mundur ke belakang pada angka 4.7 cm. Sehingga diameter pengukuran pada gambar diatas adalah :

skala utama + skala nonius yang berimpit

= 4.7 cm + 0.4 mm = 4.74 cm.

Rumus Cara Menghitung Jangka Sorong

Untuk konteks pembelajaran di sekolah, biasanya akan ada contoh soal jangka sorong. Contoh soal ini biasanya dalam bentuk gambar kemudian siswa akan diminta untuk menghitung hasil pengukuran menggunakan alat ukur vernier caliper ini.

Untuk bisa memecahkan soal tersebut Anda harus tahu bagaimana cara menghitung jangka sorong. Ada rumus tertentu yang digunakan untuk menghitung hasil pengukuran menggunakan alat ukur ini, yaitu dengan rumus berikut.

Hasil Pengukuran = (skala nonius yang berimpit x skala paling kecil jangka sorong)

                         = skala utama + (skala nonius yang berimpit x 0,01)

Notes : Skala paling kecil jangka sorong ini bisa berbeda-beda tergantung jenis yang digunakan dan berapa tingkat akurasinya. Selanjutnya kami paparkan juga rumus turunan untuk menghitung dimensi benda :

Rumus Mengukur Dimensi vernier caliper : A=B+Zc

Dimana :

A = Panjang yang akan diukur (CM)
B (Variabel) = M+X (CM)
X (Variabel) = n * LC (CM)
LC = Hitungan terkecil = 0,02 (CM)
Zc =Zero Correction= .07(-)—Mari Asumsikan koreksi negatif (CM)
M = Pembacaan skala utama (CM)
n = Jumlah pembagian vernier yang bertepatan dengan pembagian skala utama

Berikut untuk contoh pengukuran dimensi silinder yang diukur menggunakan vernier caliper :

Contoh SI Skala Utama( M) Pembagian skala Vernier(n) Variabel X=n*LC.02 Variabel B=M+X Dimensi A=B+Zc
1 10 5 5*.02=.10 10+.10=10.10 10.10+(-.07)=10.03
2 15 6 6*.02=.12 15+.12=15.12 15.12+(-.07)= 15.05
3 20 7 7*.02=.14 20+.14=20.14 20.14+(-.07)= 20.07

Sumber : www.riansclub.com

Contoh Soal Menghitung Jangka Sorong

Setelah anda mengetahui langkah langkah dan rumus cara membaca jangka sorong, berikut kami lengkapi dengan kumpulan contoh soal jangka sorong lengkap dengan pembahasannya untuk bahan refrensi belajar anda.

1. Sebuah balok diukur lebarnya menggunakan vernier caliper dan mendapatkan hasil seperti gambar dibawah ini. Berapakah lebar balok tersebut ?

Pembahasan :

Garis disebelah atas menunjukkan skala utama, sedangkan garis di sebelah bawah merupakan skala nonius (skala tambahan. Jadi pengukuran diatas menggunakan satuan CM. Dan jarak antar tiap garis pada skala utama adalah 1 cm. Maka :

Hasil pengukuran = skala utama + skala nonius
Angka 0 pada skala nonius berada diantara 1.9 dan 2, sehingga skala utama = 1.9 cm
Garis pada skala nonius yang berhimpit dengan garis skala utama adalah garis ke-8, sehingga skala nonius = 8 x 0.01 cm = 0.08 cm.
(0.01 cm = 0.1 mm merupakan batas ketelitian vernier caliper)
Sehingga hasil pengukuran = 1.9 cm + 0.88 cm = 1.98 cm

2. Siswa dari SMP Negeri 1 Malang mendapatkan tugas untuk mengukur ketebalan plat baja menggunakan vernier caliper yang mana diperoleh hasil seperti gambar dibawah ini.

Berapakah ketebalan plat baja yang diukur siswa tersebut ?

Pembahasan :

Untuk mulai menghitung, langkah pertama yang harus anda lakukan ialah memperhatikan garis pendek yang berhimpit diantara skala utama dan skala nonius (lihat gambar )

Dari gambar tersebut diperoleh :
Skala utama = 0,9 cm
Skala nonius = 8 x 0,01 = 0,08 cm
Hasil pengukuran = (0,9 + 0,08) cm = 0,98 cm = 9,8 mmJadi ketebalan plat baja yang diukur siswa SMP Negeri 1 Malang adalah 9,8 mm

3. Berapakah panjang benda yang diukur jika nilai skala utama dan skala nonius terlihat seperti gambar dibawah ini ?

Pembahasan :

Lingkaran biru = 5,3 cm
Lingkaran merah = 5 x 0.01 = 0.05 cm
Hasil pengukuran = 5,3 + 0.05 = 5,35 cm

4. Sebuah logam diukur menggunakan mistar sorong dan memiliki nilai pengukuran seperti yang ditunjukkan oleh gambar dibawah ini. Tentukan nilai hasil pengukurannya!

Pembahasan :

Skala Utama = 1,4 cm
Skala Nonius = 3,5
Skala Terkecil = 0,05 mm
Hasil Pengukuran :
= 1,4 cm + (3,5 × 0,05 mm)
= 1,4 cm + 0,175 mm
= 1,4 cm + 0,0175 cm
= 1,4175 cm

5. Jika hasil pengukuran yang dihasilkan dengan mistar sorong adalah 4,35 cm, penulisan laporan hasil pengukuran yang benar menurut kaidah ilmiah adalah?

Pembahasan :

Hasil pengukuran suatu besaran dilaporkan sebagai :

x = xo ± Δx

Dengan :
xo = hasil pengukuran yang terbaca
Δx = ketidakpastian alat ukur.
Jika menggunakan mistar, maka ketidakpastiannya adalah 0,05 cm. Dengan demikian, penulisan laporan hasil pengukuran yang benar adalah : (4,35 ± 0,05) cm.

Itu tadi adalah penjelasan lengkap tentang jangka sorong yang bisa wikielektronika paparkan, mulai dari pengertian, fungsi, jenis, bagian hingga cara membaca dan cara menghitungnya. Dengan penjelasan di atas semoga bisa menambah wawasan Anda tentang alat ukur dan bagaimana penggunaannya.

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang lagi hobi mempelajari Ilmu Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *