Pengertian Kalibrasi Menurut SNI dan SI

4 min read

Kalibrasi adalah? Arti apa itu Kalibrasi menurut standar Nasional/ Internasional☑️ Tujuan, fungsi, prosedur, syarat, hasil + contohnya☑️

Ada banyak istilah yang bisa Anda temukan dalam dunia elektronik, salah satunya adalah kalibrasi. Kalibrasi merupakan istilah dimana pengukuran dilakukan dengan tujuan penentuan nilai.

Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai apa yang dimaksud dengan kalibrasi, tujuan, fungsi, prosedur, syarat, hasil dan juga bagaimana cara melakukannya sesuai standar Nasional/ Internasional.

Apa Itu Kalibrasi

kalibrasi adalah

Menurut ISO/IEC Guide 17025:2005, arti kalibrasi adalah kegiatan atau aktivitas yang menentukan kebenaran suatu nilai yang ditujukan alat ukur sesuai dengan keadaan objek, sehingga menampilkan nilai yang sesuai dengan fakta.

Penentuan nilai juga bisa dilakukan dengan membandingkan nilai tersebut dengan standar ukur. Jika ditelusuri, maka nilai standar ukur tersebut menggunakan nilai internasional, meski sekarang banyak pula yang sudah menggunakan nilai nasional.

Sebuah kesalahan dalam kalibrasi digolongkan sebagai kesalahan sistematis yang berarti dianggap hanya sebuah kecerobohan operator saat melakukan proses pengujian.

Ada beberapa alat yang digunakan untuk melakukan kalibrasi, Anda bisa menyesuaikannya dengan jenis objek yang hendak diukur, apakah anda ingin mengukur alat ukur panjang, alat ukur waktu, alat ukur suhu maupun alat ukur massa.

Menurut standar SNI sendiri, jenis jenis kalibrasi umumnya dibagi menjadi 2, yakni kalibrasi teknis dan juga kalibrasi legal, secara detailnya bisa anda simak pada ulasan dibawah ini :

  • Kalibrasi Teknis

Istilah untuk mengukur yang berhubungan langsung dengan dunia perdagangan. Kalibrasi jenis ini biasanya dilakukan di laboratorium khusus yang sudah diakui oleh pemerintah atau badan yang berwenang.

Beberapa contoh kalibrasi teknis seperti Alat-alat Gelas Volumetri, Dimensi, Kelistrikan, Gaya/Kekerasan, Massa/Timbangan, Suhu, Tekanan, dan juga Optik atau Instrumen Analisa.

  • Kalibrasi Legal

Merupakan kalibrasi yang dilakukan dengan alat ukur untuk kepentingan perdagangan. Kalibrasi ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia lewat Direktorat Meteorologi Deperindag. Nantinya kalibrasi yang dilakukan akan menghasilkan data data yang sesuai dengan fakta.

Tujuan Kalibrasi

Ada beberapa tujuan yang akan Anda dapatkan dengan melakukan kalibrasi. Pertama adalah menentukan deviasi kebenaran yang ada pada suatu nilai konvensional. Nilai tersebut didapatkan dari alat ukur yang sudah ditentukan sebelumnya.

Selanjutnya adalah menjamin hasil pengukuran, sehingga sesuai dengan standar yang berlaku. Jika dilakukan pada suatu objek, diharapkan objek tersebut dapat dihitung secara menyeluruh tanpa adanya kesalahan.

Tujuan kalibrasi berikutnya yaitu untuk menentukan deviasi kebenaran konvensional nilai pada sebuah instrumen pengukuran (alat ukur) tertentu.

Dengan melakukan kalibrasi, maka dapat diketahui sejauh mana perbedaan yang sedang terjadi menggunakan alat ukur yang sudah ditentukan.

Fungsi/ Manfaat Kalibrasi

Fungsi kalibrasi yang utama adalah untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan pada suatu objek atau aktivitas dan mengukur apakah sebuah alat masih layak pakai atau tidak.

Manfaat lain yang akan Anda dapatkan dengan melakukan kalibrasi adalah mencapai kondisi layak pakai, sehingga objek bisa digunakan secara optimal.

Kalibrasi juga dimaksudkan untuk menjamin ketelitian, sehingga mendukung upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan atau objek dalam jangka waktu mendatang.

Kapan Kalibrasi Diperlukan ?

arti kalibrasi

Proses kalibrasi ini terkadang menjadi sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan. Kapan waktu yang diperlukan untuk melakukan kalibrasi pada sebuah alat ? Berikut ulasannya.

  1. Pengujian perangkat baru
  2. Saat maintenance alat dalam periode waktu tertentu
  3. Pengujian rutin pada perangkat pada jam operasional yang telah ditentukan.
  4. Pada saat perangkat mengalami trouble berupa getaran atau tumbukan yang dikhawatirkan dapat merubah kalibrasi
  5. Pada saat nilai hasil pengamatan dalam pengujian masih ditanyakan kebenarannya
  6. Pada saat membutuhkan hasil pengamatan yang lebih akurat pada sebuah objek instrumen pengukuran

Selain 6 faktor teknis diperlukannya sebuah kalibrasi tersebut, anda juga perlu mengetahui waktu waktu yang ditentukan untuk dilakukannya sebuah proses kalibrasi, apa saja waktunya ? Berikut silahkan anda simak.

  1. Waktu kalibrasi perangkat menurut periode pemakaian user. Sebagai contoh sebuah alat ukur yang harus dikalibrasi ulang saat sudah mencapai pemakaian 3000 jam.
  2. Waktu menurut periode kalender yang terhitung dari saat pemakaian pertama. Sebagai contoh sebuah instrumen ukur harus dikalibrasi ulang setelah digunakan dalam periode waktu 8 bulan.
  3. Kombinasi Waktu menurut kalender dan lama pemakaian sebuah perangkat. Misalnya dalam kurun waktu 6 bulan atau 500 jam pemakaian.

Prosedur Kalibrasi

Dalam melakukan proses kalibrasi pada sebuah perangkat, tentunya ada prosedur prosedur khusus yang harus anda ikuti sebagai syarat pengujian. Untuk itu, anda harus mengetahuinya dengan baik sebelum melakukannya. Diantara prosedur prosedur tersebut adalah sebagai berikut.

Prinsip Dasar :

  • Adanya objek yang akan diukur (Unit Under Test)
  • Standar pengukuran kalibrasi yang mengacu pada metode standar kalibrasi internasional yang terverivikasi.
  • Teknisi (operator) yang berpengalaman dan memiliki sertifikat teknis kalibrasi.
  • Alat ukur yang akan dikalibrasi telah melewati perpindahan dari 1 tempat ke tempat lainnya sesuai dengan rujukan yang ada pada ISO/IEC Guide 17025:2005
  • Mengkondisikan lingkungan sekitar saat akan melakukan proses kalibrasi sehingga tidak terjadi gangguan external dari lingkungan
  • Adanya objek yang akan diukur (Unit Under Test)
  • Standar pengukuran kalibrasi yang mengacu pada metode standar kalibrasi internasional yang terverivikasi.
  • Teknisi (operator) yang berpengalaman dan memiliki sertifikat pelatihan kalibrasi yang terverivikasi oleh negara.
  • Alat ukur yang akan dikalibrasi telah melewati perpindahan dari 1 tempat ke tempat lainnya sesuai dengan rujukan yang ada pada ISO/IEC Guide 17025:2005
  • Mengkondisikan lingkungan sekitar saat akan melakukan proses kalibrasi sehingga tidak terjadi gangguan external dari lingkungan

Syarat dan Ketentuan :

  • Metode kalibrasi yang akan dilakukan harus merujuk pada Standarisasi Nasional atau Internasional
  • Lingkungan yang akan digunakan untuk uji kalibrasi harus dalam kondisi yang aman dari gangguan external seperti kelembaban suhu, tekanan udara, aliran udara, maupun tingkat kedap getarannya.
  • Alat ukur yang akan dilakukan uji kalibrasi masih dalam keadaan baik dan bisa digunakan.
  • Operator teknis kalibrasi berpengalaman dan memiliki sertifikat yang dikeluarkan dari laboratorium terakreditasi.
  • Acuan yang digunakan harus merujuk pada Standarisasi Nasional atau Internasional

Hasil Kalibrasi :

  • Nilai hasil koreksi ketika terjadi penyimpangan alat ukur yang digunakan.
  • Nilai besarnya kesalahan yang berpotensi terjadi pada saat penggunaan alat ukur.
  • Analisis ketidak pastian yang benar berdasarkan sumber ketidakpastian saat uji perbandingan yang diogunakan.
  • Sifat metrologi seperti pada faktor kalibrasi maupun pada kurva kalibrasi yang dihasilkan.
  • Nilai objek pengukuran yang akurat.

Contoh Proses Kalibrasi

kalibrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *