Korelasi Adalah : Pengertian dan Contoh Uji Koefisien Korelasi

Korelasi adalah? Ragam pengertian apa itu korelasi menurut KBBI ⭐ Jenis ☑️ Koefisien ☑️ dan Contoh Analisis uji korelasi☑️

Korelasi adalah suatu istilah yang sangat familiar di kalangan peneliti yang mencerminkan sebuah hubungan. Setiap dilakukan sebuah penelitian yang mencari hubungan antar variabel yang digunakan, maka nantinya akan diketahui korelasinya.

Dengan mengetahui bagaimana korelasi antar variabel, maka peneliti bisa mendapat hasil penelitian dan membuat kesimpulan akhir atas studi yang dilakukannya.

Pengertian Korelasi

korelasi adalah

Tahukah Anda apa itu korelasi? Korelasi adalah suatu bentuk dan ukuran yang mempunyai sejumlah variabel tertentu yang membentuk sebuah hubungan yang menggunakan kata yang bersumber pada korelasi positif yang menyebabkan terjadinya perubahan yang meningkat pada benda tertentu.

Perlu Anda pahami, setiap perubahan pada variabel independen akan berpengaruh pada variabel dependen. Korelasi juga dapat didefinisikan sebagai teknik yang digunakan untuk menganalisis data statistik, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan yang ada pada dua buah variabel, khususnya pada variabel dengan sifat kuantitatif.

Hubungan yang mungkin terjadi bisa disebabkan karena beberapa hal, baik itu hubungan kausalitas ataupun timbul secara kebetulan.

Dua buah variabel saling berkorelasi hanya jika perubahan yang terjadi pada suatu variabel akan berdampak pula pada variabel lainnya, baik itu berubah dengan arah yang masih sama maupun secara berlawanan. Ketika perubahan yang terjadi searah maka disebut dengan istilah korelasi positif, sedangkan jika berlawanan, maka disebut korelasi negative.

Jenis Korelasi

koefisien korelasi

  1. Korelasi Parsial

Korelasi parsial adalah metode yang digunakan untuk mengukur bagaimana tingkat keeratan pada hubungan antar variabel dependen dengan variabel independen. Dengan demikian, seorang peneliti akan dapat mengendalikan salah satu jenis variabel yang dipakai dalam penelitian yang dilakukannya.

  1. Korelasi Ganda

Korelasi ganda yaitu suatu bentuk korelasi yang dimanfaatkan agar peneliti dapat melihat berbagai macam hubungan yang mungkin terjadi di antara variabel independen dan variabel dependen. Dengan menggunakan jenis korelasi yang satu ini, maka dapat mengaitkannya dengan interkorelasi yang terjadi pada variabel dependen.

Korelasi ganda adalah suatu nilai yang memberikan kuatnya pengaruh atau hubungan dua variabel atau lebih secara bersama-sama dengan variabel lain. Korelasi ganda merupakan korelasi yang terdiri dari dua atau lebih variabel bebas (X1,X2,…..Xn) serta satu variabel terikat (Y).

Apabila perumusan masalahnya terdiri dari tiga masalah, maka hubungan antara masing-masing variabel dilakukan dengan cara perhitungan korelasi sederhana.

Korelasi ganda memiliki koefisien korelasi, yakni besar kecilnya hubungan antara dua variabel yang dinyatakan dalam bilangan. Koefisien Korelasi disimbolkan dengan huruf R. Besarnya Koefisien Korelasi adalah antara -1; 0; dan +1.

  1. Korelasi Sederhana

Korelasi sederhana merupakan sebuah teknik statistik yang digunakan untuk mengukur bagaimana kekuatan yang ada di antara variabel yang ada. Setelah peneliti menemukan bagaimana kekuatan variabel yang ada, maka kemudian dapat diketahui hubungan variabel tersebut dalam bentuk angka-angka atau yang dikenal dengan sifat kuantitatif.

  1. Korelasi Positif

Korelasi positif adalah sebuah korelasi yang memiliki hubungan variabel searah. Korelasi bisa dikatakan positif bila dua faktor (ataupun lebih) yang berkorelasi, berjalan paralel, maksudnya adalah jika hubungan kedua faktor (ataupun lebih) itu memperlihatkan arah yang sama persis. Jadi jika salah satu variabel mengalami kenaikan/ penurunan, variabel yang lain juga akan mengikutinya.

  1. Korelasi Negatif

Berbanding terbalik dengan definisi dari korelasi positif. Untuk arti dari korelasi negatif adalah korelasi yang memiliki variabel dengan arah yang berlawanan atau berbanding terbalik. Jika didapat salah satu variabel mengalami kenaikan, maka variabel lain yang ada didalamnya akan mengalami penurunan.

Analisis Uji Korelasi

uji korelasi

 

Uji korelasi merupakan suatu proses untuk melakukan pengujian terhadap variabel bebas dan variabel tidak bebas, guna mengetahui bagaimana tingkat keeratan hubungan keduanya. Korelasi adalah hal yang dibutuhkan dalam penelitian kuantitatif.

Tanpa adanya korelasi, maka peneliti akan sulit mengetahui bagaimana hasil dan kesimpulan dari penelitian yang dilakukannya.

Sedangkan yang dimaksud dengan analisis korelasi merupakan salah satu jenis pengukuran yang diterapkan dalam statistik. Pada umumnya diterapkan dalam proses pengolahan data.

Korelasi adalah metode yang hanya bisa dipakai ketika Anda mempunyai setidaknya 2 buah variabel. Dengan melakukan analisis korelasi, maka Anda dapat mengetahui tingkat kekuatan dari hubungan yang terjadi di antara dua buah variabel.

Perlu Anda pahami, analisis ini tidak dapat diterapkan jika seorang peneliti ingin mengetahui hubungan kausalitas yang terdapat pada variabel yang ada dalam penelitian. Sebab, analisis ini hanya dapat mengukur hubungan yang terjadi di antara variabel yang dipakai oleh peneliti.

Selain itu, perlu Anda pahami pula bahwa didapatkan korelasi yang negatif, maka bukan berarti bahwa tidak terjadi suatu hubungan pada variabel yang ada. Melainkan menandakan  bahwa hubungan yang terjadi merupakan hubungan yang berlawanan.

Koefisien Korelasi

Korelasi adalah sesuatu yang menyatakan sebuah hubungan. Dalam sebuah penelitian, hubungan ini dapat dinyatakan dalam bentuk angka-angka (koefisien).

Sedangkan untuk arti Koefisien korelasi adalah suatu nilai yang memberikan gambaran bagaimana hubungan linier yang terjadi di antara dua buah variabel, apakah kuat atau justru lemah. Pada umumnya, koefisien ini ditunjukkan dengan simbol huruf r.

Nilai r tersebut bisa bervariasi, yakni dari +1 hingga -1. Perlu Anda pahami, nilai r yang hampir mendekati +1 maupun -1, maka menunjukkan kuatnya hubungan yang terjadi. Sedangkan, jika nilai r lebih mendekati 0, maka menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi antara variabel yang ada cenderung lemah.

Tanda + dan – menjadi kode yang menunjukkan arah dari hubungan yang terjadi. Apabila r bernilai positif (+), maka dapat disimpulkan bahwa terjadi hubungan searah. Sedangkan jika r bernilai negative (-), maka hubungan kedua variabel berlawanan.

Hubungan yang searah ditandai dengan peningkatan variabel dependen dan independen yang berlangsung secara bersamaan, pun demikian ketika terjadi penurunan. Sedangkan hubungan yang berlawanan ditandai dengan peningkatan variabel independen yang justru bersamaan dengan penurunan pada variabel dependen.

Rumus Menghitung Nilai Koefisien Korelasi

rumus korelasi

Keterangan :

Nilai r selalu terletak antara -1 dan 1, sehingga nilai r tersebut dapat ditulis: 1 r 1. Untuk r = +1, berarti ada korelasi positif sempurna antara variabel X dan variabel Y sebaliknya jika r = -1, berarti korelasi negatif sempurna antara variabel X dan variabel Y, sedangkan r = 0, berarti tidak ada korelasi antara X dan Y.

Rumus Uji Korelasi Product Moment

Sumber : Channel Wilda Yulia Rusyida

Korelasi Pearson Product Moment adalah korelasi yang digunakan untuk data kontinu dan data diskrit. Korelasi pearson cocok digunakan untuk statistik parametrik. Ketika data berjumlah besar dan memiliki ukuran parameter seperti mean dan standar deviasi populasi.

Korelasi Pearson menghitung korelasi dengan menggunakan variasi data. Keragaman data tersebut dapat menunjukkan korelasinya. Korelasi ini menghitung data apa adanya, tidak membuat ranking atas data yang digunakan seperti pada korelasi Rank Spearman.

Ketika kita memiliki data numerik seperti nilai tukar rupiah, data rasio keuangan, tingkat pertumbuhan ekonomi, data berat badan dan contoh data numerik lainnya, maka Korelasi Pearson Product Moment cocok digunakan.

Untuk menerapkan koefisien korelasi antara dua variabel yang masing-masing mempunyai skala pengukuran interval maka digunakan korelasi product moment yang dikembangkan oleh Karl Pearson.

Rumus korelasi product moment ini ada dua macam, yaitu:

  1. Korelasi product moment dengan rumus simpangan (deviasi).
  2. Korelasi Product moment dengan rumus angka kasar.

Contoh Kasus Uji Korelasi

korelasi

Korelasi adalah data yang akan menunjukkan besarnya hubungan. Contoh soal korelasi berikut ini dapat menjadi bahan Anda untuk memahami bagaimana cara untuk melakukan perhitungannya.

Jika Ingin diketahui seberapa kuat hubungan antara besarnya pendapatan seseorang dengan pengeluaran (konsumsi) per bulan. Data dari 6 orang yang diwawancarai yaitu diperoleh dari data.

Penyelesaian :

X (pendapatan) : 800 900 700 600 700 800 (ribuan)
Y (konsumsi) : 300 300 200 100 200 200 (ribuan)

∑x = 4.500
∑y = 1.300
∑ x2 = 3.430.000
∑ y2= 310.000
∑xy = 1.010.000
n = 6

Contoh Analisis Korelasi Sederhana SPSS

Salah satu mahasiswa UGM bernama Arsya ingin mengetahui apakah ada hubungan antara kecerdasan dengan prestasi belajar pada siswa SMU Negeri 1 Solo.  Berikut adalah data hasil kuesioner kepada 12 siswa tersebut:

Subjek Kecerdasan Prestasi Belajar
1 33 58
2 32 52
3 21 48
4 34 49
5 34 52
6 35 57
7 32 55
8 21 50
9 21 48
10 35 54
11 36 56
12 21 47

PEARSON CORRELATION

Langkah-langkah pada program SPSS

  • Klik Analyze – Correlate – Bivariate
  • Klik variabel Kecerdasan dan masukkan ke kotak Variables
  • Kemudian klik variabel Prestasi Belajar dan masukkan ke kotak yang sama (Variables).
  • Klik OK, maka hasil output yang didapat adalah sebagai berikut:

analisis korelasi sederhana

Tabel. Hasil Analisis Korelasi Bivariate Pearson

Dari hasil analisis korelasi sederhana (r) didapat koefisien korelasi antara kecerdasan dengan prestasi belajar (r) adalah 0,766. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang kuat antara kecerdasan dengan prestasi belajar.

Sedangkan arah hubungan adalah positif karena nilai r positif, berarti semakin tinggi kecerdasan maka semakin meningkatkan prestasi belajar. Hal ini sesuai dengan analisa korelasi sederhana yang dilakukan pada percobaan siswa SMUN 1 Solo diatas.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa korelasi adalah hal yang tak boleh dilewatkan untuk dipahami oleh orang-orang berkecimpung dalam penelitian. Sebab, untuk mendapatkan hasil akhir penelitian diperlukan perhitungan yang membutuhkan perumusan data kuantitatif yang telah didapatkan.

Keyword :

contoh Koefisien korelasi,contoh analisis korelasi dalam sebuah perhitungan statistik

Related posts:
Gravatar Image
Pernah dua kali tersetrum listrik membuat mahasiswa kelahiran magetan ini menekuni bidang Teknik Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *