Macam Macam Teori Belajar Menurut Para Ahli

7 min read

Oleh karena itu, apa saja yang sudah diberikan guru dan apa yang sudah dihasilkan siswa, semua harus bisa diamati dandukur. Yang dapat di amati dan diukur.

Teori ini lebih memfokuskan pengukuran, karena pengukuran adalah hal yang begitu penting untuk melihat terjadinya perubahan tingkah laku itu.faktor lain yang juga dianggap begitu penting adalah faktor pengutan.

Pengutan merupakan apa saja yang bisa memperkuat timbulnya respon. Apabila penguatan ditambahkan jadi respon akan semakit kuat jua. Sama halnya dengan  apabila pengutan dikurangi jadi respon juga akan dikuatkan.

Maka pengutan adlah suatu  bentuk stimulus yang penting diberikan atau dihilangkan untuk memungkinkan terjadi respon.

Behaviorisme adalah salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari kejadian jasmaniah saja dan tidak peduli dengan aspek aspek mental.

Jadi behaviorisme tidak menganggap adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu di dalam belajar. Kejadian belajar hanya melatik reflex sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.

Terdapat beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini yaitu :

  • Connectionism ( S – R Bond ) menurut thorndike

Dari eksperimen yang sudah dilakukan ke kucing telah menghasilkan hukum hukum belajar yaitu :

  • Law of effect
  • Law of readiness
  • Law of exercise
  • Classical conditioning menurut ivan Pavlov

Dari eksperimen yang sudah dilakuakan Pavlov ke anjing telah menghasilkan hukum hukum belajar yaitu :

  • Law of respondent conditioning
  • Law of respondent extinction
  • Operant conditioning mernurut B.F. Skinner

Dari eksperimen yang sudah dilakukan B.F. Skinner ke tikus dan kemudian ke burung merpati telah menghasilkan hukum hukum belajar yaitu :

  • Law of operant conditioning
  • Law of operant extinction

Reber menyebutkan yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama kepada lingkungan.  Respons di operant conditioning terjadi tanpa didahului stimulis, tapi oleh efek yang dikarenakan reinforce.

  • Social learning menurut Albert Bandura

Teori belajar sosial atau yang disebut dengan teori observational learing meurpakan sebuah teori belajar yang relative masih harus dilakukan perbandingan dengan teori teori belajar yang lain.

Beda dengan pengantu behaviorisme lainnya, teori belajar bandura memandang perilaku individu tidak hanya reflex otomatis karena stimulus tapi juga karena reaksi yang muncul dari menjadi hasil interaksi antar lingkungan dengan skema kognitif individu sendiri.

Prinsip dasar belajar menurut teori Bandura, yang dipelajari individu yaitu belajar sosial dan moral terjadi lewat peniruan dan penyajian contoh perilaku. Teori ini juga erbilang memandang akan pentingnya conditioning.

Lewat peberian reward an punishment, individu akan berpikir dan memutuskan perilaku sosial yang mana yang harus dilakukan. Sebenarnya tak sedikit tokoh yang lain yang mengembangkan teori ini.

Dari beberapa tokoh teori ini adalah tokoh yang paling besar pengaruhnya kepada perkembangan teori behavioristik.

Berdasarkan penjelasan di atas, maksud dari teori ini adalah :

  • Belajar merupakan perubahan tingkah laku.
  • Seseorang dianggap sudash belajar sesuatu apabila dia sudah bisa menunjukan perubahan tingkah laku.
  • Pentingnya masukan atau input yang bentuknya stimulus dan keluaran atua output berupa respon.
  • Suatu yang terjadi antara stimulus dasn respon tidak dianggap penting karena tidak dapat dikur dan diamati.
  • Yang dapat diamati dan diukiur hanya stimulus dan respon.
  • Penguatan merupakan faktor penting di dalam belajar.
  • Apabila pengutan ditambah jadi respon juga akan semakin kuat, juga apabila dikurangi maka repon juga menguat.
  1. Teori Belajar Kognitif

teori belajar Kognitif

Teori belajar kognitif mementingkan proses belajar dari pada hasil belajar. Teori belajar kognitif menyatakan bahwa belajar tidak hanya melibatkan hubungan tingkah laku seseorang ditentukan persepsi dan pemahamannya mengenai situasi yang berkaitan dengan tujuan belajar.

Contoh teori belajar kognitif yang paling umum dapat kita lihat pada saat pembelajaran didalam kelas. Seorang guru menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh para peserta didik, selain itu guru juga memberikan ruang bagi para murid untuk saling berdiskusi dengan teman temannya.

Galih Wsk Dengan pengetahuan dan keahliannya yang mendalam di bidang elektro dan statistik, Galish WSK alumni pascasarjana ITS Surabaya kini mendedikasikan dirinya untuk berbagi pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang perkembangan terkini di bidang statistika dan elektronika via wikielektronika.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page