Macam Macam Teori Belajar Menurut Para Ahli

7 min read

Teori ini juga menekankan bahwa bagian dari suatu situasi saling berkaitan denga semua konteks situasi tersebut. Teori ini berpandangan belajar adalah suatu proses internal yang mengenai ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek aspek kejiwaan yang lainnya. Belajar adalah kegiatan yang melibatkan proses berpikir yang begitu kompleks.

Prinsip umum teori belajar kognitif adalah :

  • Mementingkan proses belajar dari pada hasil.
  • Disebut dengan model perseptual.
  • Tingkah laku seseorang ditentukan persepsi dan pemahaman mengenai situasi yang berkaitan dengan tujuan belajar.
  • Belajar adalah perubahanpersepsi dan pemahaman yang tidak sering bisa terlihat menjadi tingkah laku yang kelihatan.
  • Memisahkan atau membagi situasi atau materi pelajaran menjadi komponen yang kecil dan mempelajarinya dengna terpisah, akan kehilangan artinya.

Perkembangan kognitif dibagi menjadi empat yaitu :

  • Tahap sensori imotorik umur 0-2 tahun
  • Tahap preoperasional umur 2 – 7 / 8 tahun
  • Tahap operasional konkret umur 7 / 8 – 11 / 12
  • Tahap operasional formal umur 11 / 12 – 18 tahun

Prinsip dari teori perkembangan piaget yaitu :

  • Atas dasar mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf.
  • Daya piker anak yang beda usia juga akan beda dengan kualitatif.
  • Akomodasi dan asimilasi

Implikasi teori perkembangan kognitif di dalam pembelajaran adalah :

  • Bahasa dan cara berpikir anak beda dengan orang dewasa. Maka dari itu guru mengajar denganmamakai bahasa yang sesuai dengan cara piker anak.
  • Anak akan belajar lebih baik lagi jika bisa menghadapi lingkunagn secara baik. Guru harus membantu anak supaya bisa melakukan interaksi dengan lingkungan sebagik mungkin.
  • Bahan harus dipelajari anak sebaiknya dirasakan baru tapi tidak asing.
  • Beri kesemaptan supaya anak belajar sesuai tahap perkembangan.
  • Di kelas, anak lebih baik deberi kesempatan untuk saling berbicara dan berdiskusi dengan temannya.
  1. Teori Belajar Konstruktivisme

teori belajar Konstruktivisme

Teori belajar konstruktivisme adalah metode pembelajaran yang lebih fokus ke proses dankebebasan di dalam menggali pengetahuan atau kata lainnya teori ii memberi keaktifan kepada siswa agar belajar menemukan sendiri kompetensi. Pengetahuan atau teknologi dan yang lainnya dibutuhkan untuk mengembangkan dirinya sendiri.

Contoh teori belajar konstruktivisme dapat kita lihat pada saat pembelajaran diluar kelas/ di laboratorium. Guru melibatkan para peserta didik untuk mengamati dan menganalisis fenomena alam dan dunia nyata.

Selanjutnya guru akan membantu para peserta didik untuk menghasilkan abstraksi atau pemikiran-pemikiran tentang fenomena-fenomena alam tersebut secara bersama-sama.

Di dalam proses belajar juga, memberi peluang kepada siswa agar menemukan gagasan dengan bahasanya sendiri. Untuk berpikir mengenai pengalaman jadi siswa akan lebih kreatif dan imajinatif dan bisa menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Pembentukan pengetahuan menurut teori konstruktivisme memandang subjek untuk aktif menciptakan struktur konitif di dalam interaksi dengan lingkungannya. Dengan bantuan struktur ini, subjek menyusun pengertian realitasnya.

Interaksi kognitif akan terjadi sejauh kenyataan itu disusun lewat struktur kognitif yang diciptakan subjek itu sendiri. Struktur kognitif selalu diubah dan disesuaikan atas dasar tuntutan lingkungan dan organisme yang sedang berubah. Proses penyesuaian diri terjadi dengan terus menerus lewat proses rekonstruksinya.

  1. Teori Belajar Humanistik

teori belajar Humanistik

Teori belajar humanistik adalah proses belajar yang harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, teori ini memiliki sifat yang lebih abstrak dan mendekati bidang kajian di bidang kajian psikologi belajar.

Contoh teori belajar humanistik yaitu seorang guru berperan sebagai Fasilitator. Sedangkan para murid diberikan support agar mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik- baiknya untuk kemudian di terapkan dalam lingkungannya.

Teori ini begitu mementingkan isi yang dipelajari dari pda proses belajar itu sendiri dan lebih banyak membahas megnenai konsep pendidikan untuk membentuk manusi yang diinginkan, dan mengenai proses belajar di dalam membentuk  yang sangat ideall.

Faktor motivasi dan pengalaman emosional begitu penting di dalam kejadian belajar, karena tanpa adanya motivasi dan keingan dari pihak yang ingin belajar,jadi tidak akan terjadi asimilasi pengetahuan baru ke struktur kognitifg yang sudah dimiliki.

Teori ini menyatakan bahwa teori belaja apa pun bisa dimanfaatkan, asalkan tujuan untuk memanusiakan manusia yaitu meraih aktualisasi diri, pemahaman diri ,d an realisasi diri orang yang belajar dengan optimal.

Teori ini memiliki sifat yang begitu  elektikyaiut memanfaatkan atau merangkum beragam teori belajar yang tujuannya untuk memanusiakan manusia dan merah tujuan yang diinginkan sebab tidak bida ditolak bahwa setiap teori memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri sendiri.

Ulas Juga Materi Belajar Lainnya :
Pengertian Media Pembelajaran Pengertian Analisis
Pengertian Sistem Pengertian Sistem Informasi

Demikian penjelasan mengenai teori belajar yang bisa wiki elektronika ulas, semoga informasi yang terkandung dapat tersampaikan dengan sempurna. Sehingga dapat membantu dalam menambah informasi, wawasan, dan juga pengetahuan tentang teori belajar bagi pembaca.

Galih Wsk Dengan pengetahuan dan keahliannya yang mendalam di bidang elektro dan statistik, Galish WSK alumni pascasarjana ITS Surabaya kini mendedikasikan dirinya untuk berbagi pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang perkembangan terkini di bidang statistika dan elektronika via wikielektronika.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page