Macam Macam Media Transmisi Data

Posted on

Penjelasan lengkap apa itu Media Transmisi☑️ Jenis, Fungsi & 10+ Contoh media transmisi yang menggunakan kabel & tanpa kabel (nirkabel)☑️

Ketika Anda menggunakan ponsel dan smartphone untuk komunikasi, koneksi terjadi antara pengirim dan penerima pesan dengan bantuan media yaitu frekuensi seluler.

Contoh lain adalah saat menonton siaran di televisi yang mampu menerima sinyal. Cara kerja kedua sistem tersebut menggunakan media transmisi. Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut.

Pengertian Media Transmisi

media transmisi

Media transmisi adalah suatu perantara atau media yang mampu membawa data dari pengirim ke penerima. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, data seperti siaran dan konten di televisi berasal dari stasiun resmi lalu dikirim ke penerima melalui sinyal analog atau digital.

Sinyal tersebut merupakan media yang mampu melakukan transmisi data ke tujuan. Contoh lain adalah internet yang menggunakan frekuensi tertentu agar perangkat dapat terkoneksi lalu menerima data.

Media seperti ini akan mengirim data sesuai dengan permintaan. Umumnya jaringan area lokal menggunakan gelombang sebagai media transmisi. Sebagai contoh jika Anda sedang membuka video sharing, data mengenai konten yang dimaksud segera dikirim dari server ke penerima.

Lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam media transmisi disebut dengan Bandwitch yang diukur dalam satuan Hertz.

Fungsi Media Transmisi

Seperti yang dilansir oleh situs Wikipedia.org, ada beberapa kegunaan atau fungsi pada media transmisi data. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Komunikasi data

Fungsi utama media transmisi data adalah komunikasi dari pengirim ke penerima. Sistemnya ada yang satu arah dan dua arah sesuai dengan tipe media dan tujuannya.

Pada siaran televisi, penerima tidak dapat memberikan respon atau timbal balik ke sender. Disisi lain, komunikasi melalui smartphone memungkinkan para user saling terkoneksi. Mereka memakai media yang dapat mengirim data ke berbagai perangkat secara efisien.

  • Konektor

Fungsi yang lain adalah konektor yaitu penghubung. Contoh yang nyata yaitu koneksi antara dua komputer dengan kabel. Contoh lain adalah Anda menggunakan bluetooth untuk sharing data ke perangkat lain. Sinyal bluetooth tersebut menjadi konektor

Jenis Media Transmisi

jenis media transmisi

Jenis media transmisi terdiri dari dua tipe yaitu wired dan wireless. Istilah lain adalah guided dan unguided media berdasarkan pola pengiriman tetapi secara umum tipenya sama seperti sebelumnya.

1. Media Guided (Wired Media)

Media Guided istilah lainnya adalah physical media, media ini dapat dilihat dan disentuh serta transiminya berjalan satu arah. Istilah lain media guided adalah Wireline media.

Media transmisi jaringan yang memakai kabel adalah contoh dari tipe wireline media. Komputer dan server saling terhubung dengan bantuan kabel. Selain skala lokal, ada pula kabel fiber optik yang berguna untuk koneksi internet dari provider ke pengguna.

Tipe ini disebut guided karena transmisi data diarahkan untuk melalui media tertentu yaitu kabel. Selain kabel tembaga dan fiber, USB drive yang terkoneksi ke laptop juga termasuk wired media.

Contoh Media Transmisi yang Menggunakan Kabel

transmisi media kabel

  • Kabel Twisted-Pair

Kabel ini memiliki dua varian yakni Unshielded twisted-pair (UTP) dan Shielded twisted-pair (STP). Pada Kabel unshielded Twisted-Pair (UTP) terdiri dari dua konduktor yang masing-masing dilingkupi oleh sebuah material isolator.

Konektor kabel dan jack yang digunakan umumnya digunakan dengan CAT 5 kabel UTP yang dinamakan RJ45.

Sedangkan pada Kabel Shielded Twisted-Pair (STP) / Kabel UTP + metal casing memiliki fungsi untuk mencegah noise elektromagnetik juga untuk eliminate crosstalk, yang mana terjadi bila sinyal pada satu line berada pada line lainnya.

Kabel Tipe Fitur
Type CAT 1 UTP Analog
(biasanya digunakan di perangkat telephone
pada umumnya dan pada jalur ISDN –integrated service
digital networks. Juga untuk menghubungkan modem dengan line telepon).
UTP up to 1 Mbits (sering digunakan pada topologi token
Type CAT 2 ring) 16 Mbits data transfer
(sering digunakan pada topologi token ring atau
Type CAT 3 UTP / STP 10BaseT)
UTP, STP 20 Mbits data transfer (biasanya digunakan pada
Type CAT 4 topologi token ring)
UTP, STP – up to 100 Mbits data transfer / 22 db
Type CAT 5 100 MHz
Type CAT UTP, STP – up to 1 Gigabit Ethernet up to 100 meters – 4 copper pairs
5enhanced 100 MHz (kedua jenis CAT5 sering digunakan pada topologi token ring 16Mbps, Ethernet 10Mbps atau pada FastEthernet
100Mbps)
Type CAT 6 up to 155 MHz or 2,5 Gigabit Ethernet up to 100 meters or 10 Gbit/s up
250 MHz to 25 meters . 20,2 db
(Gigabit Ethernet)
up to 200 MHz or Giga-Ethernet / 20.8 db (Gigabit Ethernet)
Type CAT 7 700 Mhz
  • Fiber Optik (Optical Fiber)

Kabel jenis ini terbuat dari kaca atau plastik yang mengirimkan sinyal dalam bentuk cahaya. Kecepatan transmisi pada fiber optik bisa dibilang yang paling unggul diantara kabel listrik jenis lainnya.

Jenis kabel fiber optik sendiri ada dua yakni Single-mode fibers (Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer).

Yang kedua adalah Multi-mode fibers (Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer).

media transmisi dengan menggunakan kabel fiber optic mempunyai beberapa keuntungan yakni memiliki kecepatan tinggi dan stabil dibanding kabel transmisi lainnya.

  • Kabel Coaxial

Kabel Coaxial adalah jenis kabel yang komponen elektronika dengan kabel utamanya terbuat dari tembaga dan dikelilingi oleh anyaman halus kabel tembaga lainnya yang diantaranya terdapat isolasi.

Kabel Coaxial memiliki dua jenis yakni thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan juga thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).

Penggunaan kabel coaxial pada media transmisi bisa kita lihat pada Kabel TV, Kabel Telepon, dan juga pada kabel LAN komputer. Berikut tabel berisi tipe tipe kabel coaxial.

Jenis Coaxial Type Impedance Description
RG-58 /U Thinwire 50 ohm Solid copper
RG-58 A/U Thinwire 50 ohm Stranded
RG-58 C/U Thinwire 50 ohm military
RG-59 CATV 75 ohm Broadband
RG-6 CATV 75 ohm Broadband
RG-8 Thickwire 50 ohm Solid core
RG-11 Thickwire 50 ohm Standard
RG-62 Baseband 90 ohm ARCNET
  • Kawat Parallel Flat

Kelebihan penggunaan media transmisi kawat parallel flat adalah Interferensi gelombang elektromagnetik dapat membangkitkan noise yang menghasilkan beban yang tidak seimbang dan sinyal akan berubah bentuk.

2. Media Unguided (Non Physical Media)

Media jenis ini biasanya dikenal dengan non physical media karenai tidak dapat dilihat dan disentuh. Transmisi berjalan ke semua arah dengan cara mengirim dan menerima informasi melalui jalur udara.

Sinyal radio dan microwave merupakan tipe wireless media. Anda tidak melihat konektor yang menjadi perantara secara nyata. Sinyal dapat mencapai cakupan wilayah tertentu.

Akan tetapi, perangkat penerima sudah memiliki sistem untuk melakukan identifikasi lalu menangkapnya. Data diterima dan proses transmisi telah selesai

Tipe ini disebut unguided media karena tidak ada arahan kemana sinyal harus masuk dan berjalan. Sebaliknya, transmisi bergerak bebas dengan radius tertentu hingga ditangkap pemancar lain dan perangkat yang valid.

Contoh Media Transmisi Gelombang (Tanpa Kabel)

media transmisi tanpa kabel

  • Radiowave ( Gelombang Radio)

Gelombang yang ada pada radio termasuk media transmisi tanpa kabel. Radiowave ini memiliki 3 jenis gelombang yakni gelombang pendek, gelombang AM dan gelombang FM.

a. Radio Komunikasi Gelombang Pendek.

Dalam masalah ini, radio komunikasi gelombang pendek sering dipakai oleh kelompok tertentu, misalkan ORARI atau kepolisian, dapat digunakan untuk bawa signal analog ketempat tujuan. Radio komunikasi gelombang pendek mempunyai frekuensi yang semakin tinggi bila dibandingkan dengan frekuensi yang dipunyai oleh pemacar radio-AM.

b. Gelombang Radio-AM

Signal yang berupa analog, bisa ditransmisikan lewat udara, misalnya: gelombang radio. AM-Radio yang disebut ringkasan dari Amplitude Modulation, bisa tangkap signal pada frekuensi yang serupa, dan dengan kemampuan dan amplitude yang dipunyainya, dapatkah gerakkan info mengarah tujuan.

c. Pemancar Radio-FM /Station Tv.

Pemancar radio-FM dan station tv dapat dipakai untuk salurkan gelombang analog. Dalam masalah ini, Station tv atau pemancar Radio-FM (Frekuensi Modulation) akan menempati gelombang di antara 54 sampai 806 megahertz (millions of cycles per second)

  • Gelombang Infra Red (Infra Merah)

Teknologi infrared ialah tehnologi pertama dan paling memasyarakat, sangat umum yang ada dipengendali yang tersebardi pasaran, misalkan remote tv.

Konsep kerjanya benar-benar simpel, prosesor kecil pada remote akan menterjemahkan penekanan tombol jadi intruksi bahasa mesin (bilangan biner) yang dikirim lewat infrared ke TV. Dan data diganti menjadi lagi perintah yang dikenali TV.

Konsorsium yang atur dan megurusi infrared ialah IrDA) Infrared Data Associate, mempunyai panjang gelombang sekitaran 875 nm. Cahaya yang dibuat dan dikeluarkan didapat dari sebuah lampu LED biasa yang bisa dibuat dengan benar-benar murah.

Ada dua varian infrared yakni varian 1.0 mempunyai kecepatan dari 0,576 sampai 115,2 kbps, sementara varian 2.0 mempunyai kecepatan 0,576 sampai 1,152 Mbps.

  • Sinyal Wifi

Wi-Fi bekerja pada frekwensi sama dengan Bluetooth yakni pada 2,4 Ghz, tetapi perbedaannya Bluetooth memakai spread spectrum frequency hopping (SSFH), sedang Wi-Fi memakai direct sequence spread spectrum (DSSS), Pokoknya spread pada Wi-Fi semakin lebih konstan dan tentu saja lebih cepat dibanding dengan Bluetooth.

Wi-Fi mempunyai kekurangan yang paling mengangu seperti permasalahan keamanan yang bisa di membajak ditengan jalan, dan rawan pada perselisihan dengan piranti lain dalam saat yang bertepatan.

Wi-Fi, dikenali dengan standard IEEE 802.11b, mulai luas dioperasionalkan dan beberapa operator di Amerika Serikat mengope-rasikannya secara hot spot di beberapa lokasi seperti Bandar udara, universitas, hotel, coffee shop dan lain-lain. Wi-Fi sendiri masih memiliki kandungan beberapa kekurangan.

  • Sinyal Bluetooth

Lingkup Bluetooth dapat capai 10 mtr. dan tidak terhambat flesibelitas media, berlainan dengan media lainnya seperti infrared atau Wi-Fi, Bluetooth memungkinkannya jaringan antara perangkat electronic apa saja dan tidak cuma komputer.

Bluetooth bisa dibikin membuat PAN atar piranti seperti komputer, HP, PDA Camera, bar-code reader, piranti audio video bahkan piranti dapur. Bluetooth bekerja dengan memakai sinyal radio pada frekwensi 2,4 Ghz yang serupa dengan WiFI untuk menghindar interpretensi karena itu Bluetooth bekerja dengan spread spectrum frequency hopping (SSFH).

Di saat piranti Bluetooth akan tersambung karena itu piranti wajib melakukan hopping sequence agar sama-sama mengenal. Secara teoritis kecepatannya 1 Mbps, tetapi kecepatan efektifnya cuman 721 Kbps, ini untuk standard Bluetooth 1.1.

Sedang untuk standard 1.0 memiliki kecepatan cuman 420 Kbps Penggunaan Bluetooth hingga saat ini sangat luas, salah satunya ialah penggunaan pada headphone maupun rangkaian elektronika lainnya.

  • Gelombang Mikro

Komunikasi data lewat gelombang elektro magnet (udara) yang terbanyak dipakai dengan gelombang micro atau microwave. Langkah ini dapat mencapai jarak yang paling jauh, hingga banyak kelompok industri atau individu yang memakainya untuk mengalihkan/ salurkan suara, video atau data komunikasi.

Salah satu contoh implementasi media transmisi gelombang mikro dapat kita lihat pada perangkat telepon seluler maupun pada satelit.

Gangguan Pada Media Transmisi

media transmisi adalah

Setiap media transmisi memiliki kelebihan dan keunggulan masing-masing saat mengirim data. Selama perjalanan menuju penerima, data dan media mengalami berbagai gangguan. Contohnya adalah sebagai berikut ini.

  • Pelemahan sinyal

Gangguan dalam media transmisi yang memakai tipe wireless adalah pelemahan sinyal. Misalnya, radius hanya 10 meter dan Anda berada di posisi sekitar 9 meter dari sumber. Tentu saja, sinyal akan melemah dan kembali kuat jika mendekati posisi sumber.

  • Distorsi

Sinyal juga sering mengalami distorsi yang terjadi pada media kabel dan nirkabel. Saat mengirim data dengan kabel, Anda harus mempertimbangkan kondisi eksternal misalnya medan magnet, petir, air, udara, dan debu. Media wireless justru sangat rentan dengan distorsi yaitu pengaburan dan pengacakan sehingga sinyal menjadi tidak stabil.

  • Noise

Saat mengirim data, Anda menemukan komponen lain yang tidak diinginkan. Inilah gangguan yang disebut noise karena masuknya transmisi data saat mengirim ke penerima. Sender tidak mengirim data tersebut. Situasi ini sering terjadi jika dua transmisi saling bersinggungan di frekuensi yang mirip.

  • Jarak

Media transmisi juga tergantung jarak. Kabel tembaga memiliki resistansi tinggi sehingga sering mengalami kehilangan data. Semakin jauh jarak antara sender dan penerima maka resikonya juga tinggi. Gangguan bukan hanya distorsi dan pelemahan sinyal tetapi data tersebut hilang.

Tips Memilih Media Transmisi

  • Alat komunikasi yang dipakai

Sebelum menggunakan media tertentu untuk transmisi, pastikan alat komunikasi memang menunjangnya. Misalnya, Anda ingin transfer file ke smartphone ke laptop. Contoh media transmisi yang digunakan adalah kabel USB atau bluetooth. Sender dan penerima harus menggunakan alat yang kompatibel.

  • Integritas data

Selanjutnya, integritas daya juga penting termasuk tipe dan bentuk. Anda memilih media yang mampu menjaga kualitas dan komponen data. Selain itu, tipe yang dipakai memang sesuai dengan proses transmisi.

  • Aspek praktis

Tips memilih media transmisi selanjutnya adalah praktis. Tujuan dari transmisi adalah data diterima secara efisien dan efektif. Oleh karena itu, pilih yang cepat, praktis, dan mudah digunakan.

Info Elektronika Lainnya :
Gerbang Logika Rumus Slovin
Skala Likert Tabel Distribusi Frekuensi

Anda telah mengetahui apa itu media transmisi beserta fungsi dan tipe memilih. Di era digital, media tertentu akan terus berkembang lebih cepat dan efisien. Sistem lain yang tidak memberikan dampak signifikan akan ditinggalkan.

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang lagi hobi mempelajari Ilmu Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *