Pengertian dan Fungsi Mikrokontroler

4 min read

Sebagaian penggunanya menyebut perangkat ini dengan nama Embedded Mikrokontroler. Hal ini karena disebabkan oleh posisi microcontroller yang embedded system yakni menjadi satu bagian dengan perangkat sistem yang lebih besar.

Perangkat mikrokontroler ini hanya akan befungsi jika didalamnya telah diisi dengan sebuah program perintah tertentu. Berikut regam pengerteian microcontroller menurut para ahli (pakar).

Pengertian Mikrokontroler Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian mikrokontroler menurut para ahli yang dapat dijadikan referensi. Secara umum, semuanya merujuk ke objek dan konsep yang sama.

  • Mikrokontroler Menurut Chamim

Mikrokontroler adalah sistem komputer dimana sebagian atau seluruh elemen berada di dalam IC atau integrated circuit. Secara umum, ini merupakan sistem komputer yang spesifik mengerjakan tugas tertentu.

  • Mikrokontroler Menurut Setiawan

Mikrokontroler adalah IC dengan komposisi kepadatan komponen yang tinggi. Semua bagian di mikrokontroler berada di satu chip yang terdiri dari CPU, ROM, RAM< input output, timer, dan interip controller.

  • Mikrokontroler Menurut Agus Bejo

Mikrokontroler yaitu integrated circuit dengan kapabilitas untuk diprogram dengan cara dihapus dan tulis ulang beberapa kali.

Komponen Mikrokontroller :

Perangkat komputer mini ini memiliki komponen komponen dasar yang membentuk satu kesatuan sistem. Struktur pembentuk komponen microcontroller ini saling berkaitan untuk dapat menerima perintah program dari penggunanya. Apa saja komponen komponennya? Berikut penjelasannya.

  1. CPU
  2. RAM dan ROM
  3. Port Serial (Serial Port)
  4. Timer dan Counter
  5. Port INPUT / Ooutput
  6. Special Functioning Block
  7. Interrupt Control
  8. Analog to Digital Converter
  9. Digital to Analog Converter

Jenis Mikrokontroler

jenis microcontroller

Pembahasan berikutnya adalah tentang jenis mikrokontroler. Simak daftar berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai korelasi antara mikrokontroler dengan perangkat Arduino.

  • Mikrokontroler Arduino

Mikrokontroler arduino termasuk yang umum tersedia sehingga tidak repot menemukannya. Sebagai user, Anda dapat menggunakan chip ini untuk keperluan kerja sederhana tetapi berulang. Fungsi juga termasuk timer dan counter sehingga kerja dapat diatur.

  • Mikrokontroler Atmega8535

Mikrokontroler atmega8535 menggunakan konfigurasi chip yang cukup kompleks. Di sisi lain, fungsinya tetap mampu meningkatkan efisien kontrol terutama jika membutuhkan kerja yang cukup berat. Anda dapat memperoleh chip ini dari produsen atau agen resmi yang bebas beredar.

  • Mikrokontroler Atmega16

Mikrokontroler atmega16 termasuk chip yang berkapabilitas tinggi. Pembuatannya secara khusus untuk menunjang kerja tertentu. User cukup melakukan setting sesuai kebutuhan lalu melakukan kontrol agar bekerja secara efektif.

  • Mikrokontroler AVR

Mikrokontroler avr adalah tipe chip yang mengerjakan satu clock. Anda akan mudah menemukan tipe tersebut karena sering digunakan. Selain itu, penerapannya juga fleksibel untuk fungsi kerja linear yang mengontrol suatu alat.

Fungsi Mikrokontroler

  • Pembangkit Osilasi

Selanjutnya, fungsi mikrokontroler adalah sebagai flip-flop dan pembangkit osilasi. Pekerjaan ini tidak perlu sistem kompleks sebab cukup program yang efisien dan sederhana. Untuk tujuan tersebut, Anda menggunakan chip kontroler bukan processor.

  • Timer dan Counter

Fungsi mikrokontroler adalah timer dan counter. Chip ini mampu melakukan kerja sesuai waktu dan periode yang diberikan.

  • Converter

Fungsi lain adalah converter yaitu mengubah analog ke digital. Masukan yang masuk berbentuk analog lalu dikonversi agar kompatibel dengan proses sistem digital.

  • Encoder dan Decoder

Microcontroller juga mempunyai peran untuk mengkodekan data input menjadi sebuah data bilangan dengan menggunakan format tertentu. Selain itu ia juga dapat berperan sebagai alat untuk menerima input biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner tersebut.

  • ADC ( Analog Digital Converter )

Peran miklrokontroler sebagai ADC ( Analog Digital Converter ) adalah untuk mengubah (konversi) sinyal input analog (dari perangkat masukan eksternal) menjadi sinyal inputan digital.

Selain itu fungsi ADC juga dpat digunakan untuk komunikasi antar mikrokontroler dengan perangkat eksternal (sensor) yang mempunyai gelombang sinyal output berupa gelombang sinyal analog.

  • Flip Flop

Peran mikrokontroler sebagai flipfup yaitu mengubah arus dengan sinyal inputan pada satu atau beberapa input kontrol yang akan dikonversi menjadi satu atau dua output saja.

Kelebihan dan Kekurangan Mikrokontroler

fungsi mikrokontroler

Galih Wsk Dengan pengetahuan dan keahliannya yang mendalam di bidang elektro dan statistik, Galish WSK alumni pascasarjana ITS Surabaya kini mendedikasikan dirinya untuk berbagi pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang perkembangan terkini di bidang statistika dan elektronika via wikielektronika.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page