Neraca Analitik

4 min read

Neraca Analitik adalah?☑️ Pengertian, gambar bagian bagian, Fungsi dan Cara menggunakan neraca analitik dengan benar☑️

Dalam aktivitas penelitian di laboratorium, Anda tentu sering mendengar tentang timbangan analitik. Timbangan tersebut merupakan alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran jenis specimen tertentu, sehingga diketahui dengan baik ukurannya.

Dengan pengukuran yang sesuai, proses penelitian bisa dilakukan dengan lebih mudah dan akurat. Guna membantu anda dalam mempelajari salah satu alat ukur massa yang sering kita temui pada laboratorium ini, berikut kami coba paparkan detail ulasannya.

Pengertian Neraca Analitik

neraca analitik
Gambar neraca analitik Via : www.news-medical.net

Pengertian neraca analitik adalah instrumen pengukuran yang digunakan untuk menentukan massa benda padat, cair, bubuk, dan zat granular berukuran kecil dalam analisis kimia kuantitatif. Neraca analitik memiliki rentang pengukuran sub miligram dengan tingkat ketelitian mencapai 0,0001 hingga 0,00001 gram.

Timbangan analitik ini dirancang sangat sensitif dalam mengukur massa suatu zat/ benda. Bentuknya yang dibekali dengan pelindung draf (ruang penimbang kedap udara), membuat sampel yang diukur dapat dihitung secara akurat tanpa terpengaruh oleh arus udara dan getaran dari luar.

Umumnya timbangan analitik digunakan untuk mengukur sampel zat, baik zat padat maupun zat yang cair pada laboratorium. Ia memiliki standar pengukuran dengan nilai yang cukup tinggi dan akurat, yakni mencapai sub milligram.

Anda tidak bisa sembarangan menemukan neraca yang satu ini, sebab alat ukur analitik ini lebih sering digunakan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Anda yang bekerja di bidang farmasi juga bisa menggunakan neraca tersebut untuk memudahkan proses pengukuran benda.

Bagian Bagian Neraca Analitik

bagian bagian timbangan analitik

Mengetahui bagian-bagian dari neraca analitik adalah salah satu langkah penting yang harus anda kuasai sebelum menggunakan instrumen pengukuran tersebut. Timbangan jenis digital ini memiliki 6 bagian penting, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Balance Plate

Balance plate merupakan media yang digunakan untuk meletakkan sampel bahan yang akan diukur massanya.

2. Weight

Komponen yang kedua ini merupakan alat yang berfungsi untuk mengkalibrasi timbangan analitik. Massa pada bahan pemberat memiliki nilai tetap sehingga kalibrasi timbangan akan tetap akurat.

3. Water Pass

Water pass merupakan alat yang digunakan untuk menentukan posisi balance plate. Waterpass juga digunakan untuk memposisikan ulang pelat keseimbangan.

4. Power Button ( Tombol daya)

Untuk komponen yang keempat ini memiliki fungsi sebagai saklar untuk menghidupkan atau mematikan neraca. Setelah menekan tombol daya untuk menyalakan timbangan, biasanya neraca akan berada dalam kondisi diam selama kurang lebih 10-15 menit sebelum digunakan untuk menghasilkan pengukuran yang lebih akurat.

5. Tombol Re-zero atau Tare

Tombol tare memiliki fungsi untuk mengatur keseimbangan neraca agar kembali ke posisi netral (nol). Ada baiknya jangan terlalu sering menggunakan tombol re zero ini agar neraca tetap dapat menghasilkan pengukuran yang akurat.

6. Tombol Mode

Tombol mode merupakan tools yang digunakan untuk mengatur sistem konversi yang digunakan saat mengukur. Dengan menggunakan tombol ‘Mode’, Anda dapat menentukan sistem konversi sesuai kebutuhan pengukuran.

Jenis Neraca Analitik

Secara umum, neraca analitik terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya seperti neraca digital dengan tingkat ketelitian 0.5 mg, meraca analitik mekanik, neraca analitik otomatis (th.1950), dan juga neraca analitik mekanis.

Namun dari beberapa jenis diatas, ada dua jenis timbangan analitik yang sering digunakan, yakni mode analog dan model digital. Berikut penjelasannya :

1. Neraca Analitic Analog

Untuk model analog, cara menggunakannya masih manual. Yakni dengan cara menggeser slide yang ada, sehingga ditemukan angka yang tepat sesuai dengan massa benda.

2. Neraca Analitic Digital

Berbeda dengan model analog, model digital lebih mudah digunakan karena proses perhitungan bisa dilakukan secara otomatis. Ia menjadi pilihan peneliti yang tidak ingin menghabiskan waktunya untuk melakukan proses perhitungan.

Keunggulan Neraca Analitik

Dengan bagian bagian neraca analitik yang memudahkan proses penghitungan, membuat neraca ini lebih unggul terkait dengan tujuannya dalam bidang penelitian, diantaranya adalah:

  1. Tingkat akurasinya cukup tinggi, sehingga bisa mendapatkan perhitungan yang jauh lebih detail dan rinci terhadap suatu zat.
  2. Mudah digunakan sebab kini sudah tersedia timbangan analitik model digital, yang bisa digunakan oleh siapa saja. Proses penghitungan massa benda menggunakan timbangan model analitik digitial bisa dilakukan dengan lebih mudah.
  3. Untuk neraca model terbaru, ia memiliki fitur internal kalibrasi, yang membuatnya bisa melakukan kalibrasi secara otomatis setelah proses perhitungan selesai dilakukan.

Fungsi Neraca Analitik

gambar neraca analitik
Gambar neraca analitik

Sesuai dengan namanya, neraca ini digunakan untuk mengukur massa zat atau benda, sehingga ditemukan ukuran yang tepat. Tidak hanya zat padat saja yang bisa diukur oleh neraca ini, namun juga zat cair. Berikut fungsi fungsi timbangan analitik yang wajib anda ketahui :

Fungsi neraca analitik yang utama adalah mengukur massa benda dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi (rentang sub-miligram) dengan ketelitian 0,0001 hingga 0,00001 gram. Tingkat ketelitian instrumen pengukuran inilah yang membuatnya jauh lebih unggul dibandingkan dengan neraca atau timbangan pada umumnya.

Dengan perkembangan teknologi, kini fungsi neraca analitik jauh lebih kompleks dan lengkap. Model terbarunya tidak hanya akan mengukur massa benda saja, namun juga presentase zat tertentu pada benda yang tengah diukur.

Artinya, fungsi timbangan analitik mampu menampilkan hasil pengukuran yang sangat tinggi dan detail hingga mencapai satuan sub miligram. Selain memiliki akurasi yang tinggi, timbangan analitik juga kuat.

Timbangan analitik dapat digunakan di ruang bebas tanpa harus takut sampel terkena aliran udara. Ini karena timbangan analitik memiliki penutup khusus yang melindungi sampel dari aliran udara.

Tidak hanya itu, timbangan analitik juga dilengkapi dengan sistem kalibrasi internal sehingga timbangan dapat diidentifikasi dan disesuaikan dengan mudah.

Cara Menggunakan Neraca Analitik

cara menggunakan neraca analitik
Via : Youtube.com

Untuk menggunakan neraca model ini, Anda harus mengetahui standar prosedur pada setiap langkah dalam proses perhitungan timbangan analitik yang hendak dilakukan. Apabila Anda baru pertama kali mencoba melakukan perhitungan dengan neraca ini, berikut adalah cara penggunaan neraca analitic yang benar.

  1. Posisikan Neraca Dengan Benar

Ketika hendak menggunakan neraca ini, pastikan bahwa kondisinya sudah rata dengan meja atau bidang yang sejajar. Atur agar ia berdiri dengan posisi yang benar, sesuai dengan arahan dalam buku manual.

  1. Posisikan dengan Benar

Cara menggunakan neraca analitik tidak boleh sembarangan, ia harus diatur sedemikian rupa, sehingga tidak terkena hembusan angin. Ketika menggunakannya, Anda juga harus menghindarkan neraca dari panas yang berlebih, sebab akan mempengaruhi timbangan tersebut.

  1. Lakukan Kalibrasi

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan kalibrasi, yakni memposisikan neraca sampai ke titik imbang atau titik nol. Jika sebelum pengukuran tidak dilakukan kalibrasi, ia akan membuat proses perhitungan menjadi tidak sesuai massa benda.

  1. Lakukan Perhitungan

Letakkan benda yang hendak diukur ke dalam tempat penimbangan, kemudian lakukan pengukuran sesuai dengan arahan buku manual. Pastikan neraca ini juga jauh dari medan magnet karena ia bisa memberikan hasil yang berbeda ketika dilakukan proses pengukuran.

  1. Membaca Neraca Analitik

Cara membaca neraca analitik cukup mudah, jika Anda menggunakan neraca model digital, maka Anda hanya perlu membaca massa benda yang tercantum disana. Jika menggunakan neraca model manual, lihat angka pada lengan timbangan.

  1. Rapikan dan Bersihkan Neraca

Setelah semua proses perhitungan selesai dilakukan, bersihkan neraca yang sudah dipakai. Jika tidak akan dipakai dalam waktu dekat, sebaiknya Anda menyimpannya di tempat yang bersih dan tidak berdebut. Apabila menggunakan neraca model digital, matikan untuk menghemat tenaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *