Fungsi Neraca Analitik, Gambar dan Cara Menggunakan

6 min read

Fungsi neraca analitik yang utama adalah mengukur massa benda dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi (rentang sub-miligram) dengan ketelitian 0,0001 hingga 0,00001 gram. Tingkat ketelitian instrumen pengukuran inilah yang membuatnya jauh lebih unggul dibandingkan dengan neraca atau timbangan pada umumnya.

Berikut adalah beberapa fungsi lain dari timbangan analitik dalam konteks kalibrasi pengukuran:

  1. Pengukuran Massa yang Akurat: Timbangan analitik dirancang untuk memberikan pengukuran massa dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hal ini membuatnya ideal untuk kalibrasi, di mana ketepatan hasil pengukuran sangat penting untuk memastikan keandalan dan konsistensi data.
  2. Kalibrasi Standar Massa: Timbangan analitik digunakan untuk mengkalibrasi standar massa yang digunakan sebagai acuan dalam pengukuran. Proses ini melibatkan penimbangan standar massa dengan timbangan analitik untuk memastikan bahwa nilai yang ditunjukkan oleh timbangan sesuai dengan nilai sebenarnya standar massa.
  3. Pemantauan Perubahan Lingkungan: Timbangan analitik sering dilengkapi dengan fitur pemantauan lingkungan seperti sensor suhu dan kelembaban. Fungsi ini membantu mengkompensasi perubahan lingkungan yang dapat memengaruhi akurasi pengukuran.
  4. Penggunaan Standar Kalibrasi Internal: Beberapa timbangan analitik modern memiliki sistem kalibrasi internal yang dapat secara otomatis mengidentifikasi dan mengkompensasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi akurasi pengukuran. Hal ini memastikan bahwa timbangan tetap akurat sepanjang waktu.
  5. Kalibrasi Periodik: Timbangan analitik harus dikalibrasi secara berkala untuk memastikan keakuratannya. Proses ini melibatkan pembandingan hasil timbangan dengan standar massa eksternal untuk memverifikasi bahwa timbangan memberikan hasil yang sesuai dengan standar.
  6. Pengecekan Konsistensi Pengukuran: Dalam kalibrasi, timbangan digunakan untuk memastikan konsistensi pengukuran di berbagai rentang massa. Ini melibatkan pengukuran berulang untuk memastikan bahwa hasilnya tetap konsisten dan dapat diandalkan.

Dengan perkembangan teknologi, kini fungsi neraca analitik jauh lebih kompleks dan lengkap. Model terbarunya tidak hanya akan mengukur massa benda saja, namun juga presentase zat tertentu pada benda yang tengah diukur.

Artinya, fungsi timbangan analitik mampu menampilkan hasil pengukuran yang sangat tinggi dan detail hingga mencapai satuan sub miligram. Selain memiliki akurasi yang tinggi, timbangan analitik juga kuat.

Timbangan analitik dapat digunakan di ruang bebas tanpa harus takut sampel terkena aliran udara. Ini karena timbangan analitik memiliki penutup khusus yang melindungi sampel dari aliran udara.

Tidak hanya itu, timbangan analitik juga dilengkapi dengan sistem kalibrasi internal sehingga timbangan dapat diidentifikasi dan disesuaikan dengan mudah.

Dengan fungsi-fungsi tersebut, timbangan analitik memberikan kontribusi yang signifikan dalam memastikan keandalan dan akurasi kalibrasi pengukuran.

Pemilihan, penggunaan yang benar, dan pemeliharaan yang tepat terhadap timbangan analitik merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa hasil kalibrasi yang dihasilkan adalah akurat dan dapat dipercaya.

Cara Menggunakan Neraca Analitik

cara menggunakan neraca analitik
Via : Youtube.com

Untuk menggunakan neraca model ini, Anda harus mengetahui standar prosedur pada setiap langkah dalam proses perhitungan timbangan analitik yang hendak dilakukan. Apabila Anda baru pertama kali mencoba melakukan perhitungan dengan neraca ini, berikut adalah cara penggunaan neraca analitic yang benar.

  1. Posisikan Neraca Dengan Benar

Ketika hendak menggunakan neraca ini, pastikan bahwa kondisinya sudah rata dengan meja atau bidang yang sejajar. Atur agar ia berdiri dengan posisi yang benar, sesuai dengan arahan dalam buku manual.

  1. Posisikan dengan Benar

Cara menggunakan neraca analitik tidak boleh sembarangan, ia harus diatur sedemikian rupa, sehingga tidak terkena hembusan angin. Ketika menggunakannya, Anda juga harus menghindarkan neraca dari panas yang berlebih, sebab akan mempengaruhi timbangan tersebut.

  1. Lakukan Kalibrasi

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan kalibrasi, yakni memposisikan neraca sampai ke titik imbang atau titik nol. Jika sebelum pengukuran tidak dilakukan kalibrasi, ia akan membuat proses perhitungan menjadi tidak sesuai massa benda.

  1. Lakukan Perhitungan

Letakkan benda yang hendak diukur ke dalam tempat penimbangan, kemudian lakukan pengukuran sesuai dengan arahan buku manual. Pastikan neraca ini juga jauh dari medan magnet karena ia bisa memberikan hasil yang berbeda ketika dilakukan proses pengukuran.

  1. Membaca Neraca Analitik

Cara membaca neraca analitik cukup mudah, jika Anda menggunakan neraca model digital, maka Anda hanya perlu membaca massa benda yang tercantum disana. Jika menggunakan neraca model manual, lihat angka pada lengan timbangan.

  1. Rapikan dan Bersihkan Neraca

Setelah semua proses perhitungan selesai dilakukan, bersihkan neraca yang sudah dipakai. Jika tidak akan dipakai dalam waktu dekat, sebaiknya Anda menyimpannya di tempat yang bersih dan tidak berdebut. Apabila menggunakan neraca model digital, matikan untuk menghemat tenaga.

Anda bisa menggunakan neraca ini dengan lebih mudah dengan belajar contoh soal neraca analitik atau mempraktikannya sendiri. Dengan begitu, Anda kian mahir seiring berjalannya waktu dan bisa mengukur tanpa kesalahan.

Prinsip Kerja Kalibrasi Neraca Analitik

Prinsip kerja kalibrasi neraca analitik melibatkan dua pendekatan utama: kalibrasi eksternal (external calibration) dan kalibrasi internal (internal calibration). Kedua metode ini penting untuk memastikan keakuratan pengukuran pada neraca analitik.

a. External Calibration (Kalibrasi Eksternal):

Kalibrasi eksternal adalah proses mengkalibrasi neraca analitik dengan menggunakan standar massa eksternal yang telah diketahui. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Persiapan Standar Massa: Standar massa yang telah terkalibrasi dengan akurat digunakan sebagai acuan. Standar massa ini biasanya dikeluarkan oleh lembaga kalibrasi yang terpercaya.
  2. Penimbangan Standar Massa: Standar massa ditempatkan di atas neraca analitik, dan nilai yang ditunjukkan oleh neraca dicatat. Perbedaan antara nilai yang ditunjukkan dan nilai sebenarnya standar massa menjadi dasar untuk penyesuaian.
  3. Penyesuaian Nilai Neraca: Jika terdapat perbedaan antara nilai yang ditunjukkan oleh neraca dengan nilai sebenarnya standar massa, neraca disesuaikan agar memberikan hasil yang lebih akurat.
  4. Verifikasi Kembali: Setelah penyesuaian, proses penimbangan standar massa diulang untuk memastikan bahwa neraca memberikan hasil yang sesuai dengan standar massa yang digunakan.

b. Internal Calibration (Kalibrasi Internal):

Kalibrasi internal melibatkan penggunaan sistem internal pada neraca analitik untuk memastikan keakuratan hasil pengukuran. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Penggunaan Fitur Kalibrasi Internal: Neraca analitik modern sering dilengkapi dengan fitur kalibrasi internal. Fitur ini dapat mencakup sensor-sensor otomatis atau perangkat lunak yang dapat mengidentifikasi dan mengkompensasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi akurasi.
  2. Pemantauan Perubahan Lingkungan: Neraca analitik dapat memonitor perubahan suhu, kelembaban, atau tekanan udara di sekitarnya. Informasi ini digunakan untuk mengkompensasi perubahan lingkungan yang dapat memengaruhi kinerja neraca.
  3. Kalibrasi Periodik: Meskipun kalibrasi internal dapat secara otomatis mengkompensasi perubahan, kalibrasi periodik tetap diperlukan untuk memastikan bahwa sistem internal neraca berfungsi dengan optimal.
  4. Verifikasi Akurasi: Setelah kalibrasi internal, hasil pengukuran neraca diperiksa dengan menggunakan standar massa eksternal untuk memastikan bahwa akurasi tetap terjaga.

Dengan menerapkan kedua metode kalibrasi ini, neraca analitik dapat memberikan hasil yang akurat dan konsisten selama pengukuran berlangsung. Proses ini penting untuk memastikan kehandalan data yang diperoleh dari neraca analitik dalam berbagai aplikasi laboratorium dan industri.

Keunggulan Neraca Analitik:

Dengan bagian bagian neraca analitik yang memudahkan proses penghitungan, membuat neraca ini lebih unggul terkait dengan tujuannya dalam bidang penelitian, diantaranya adalah:

  1. Tingkat akurasinya cukup tinggi, sehingga bisa mendapatkan perhitungan yang jauh lebih detail dan rinci terhadap suatu zat.
  2. Mudah digunakan sebab kini sudah tersedia timbangan analitik model digital, yang bisa digunakan oleh siapa saja. Proses penghitungan massa benda menggunakan timbangan model analitik digitial bisa dilakukan dengan lebih mudah.
  3. Untuk neraca model terbaru, ia memiliki fitur internal kalibrasi, yang membuatnya bisa melakukan kalibrasi secara otomatis setelah proses perhitungan selesai dilakukan.

Tips Penggunaan Neraca Analitik Agar Awet :

1. Sebelum anda menggunakan neraca ini, sesuaikan neraca dengan melakukan kalibrasi terlebih dahulu. Kalibrasi dapat dilakukan dengan cara memutar sekrup pada bagian belakang neraca, mengatur posisi neraca agar sejajar dengan aliran air.

2. Tempatkan neraca ini pada ruang yang terpisah. Hindari meletakkan alat ukur ini di tempat yang biasa digunakan orang yang lalu lalang karena dapat mengganggu proses pengukuran timbangan. Tempatkan keseimbangan di lokasi yang stabil seperti di ujung ruangan atau di ruangan yang hanya memiliki satu pintu.

Galih Wsk Dengan pengetahuan dan keahliannya yang mendalam di bidang elektro dan statistik, Galish WSK alumni pascasarjana ITS Surabaya kini mendedikasikan dirinya untuk berbagi pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang perkembangan terkini di bidang statistika dan elektronika via wikielektronika.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page