Panduan Subnetting IP Address Kelas C untuk Pemula

7 min read

Hallo sobat wikielektronika, dalam panduan ini, kita akan mempelajari subnetting IP Address Kelas C dengan mudah dan lengkap. Subnetting adalah teknik yang digunakan dalam jaringan komputer untuk membagi alamat IP menjadi beberapa subnet yang lebih kecil.

Hal ini berguna untuk mengoptimalkan penggunaan alamat IP dan meningkatkan keamanan jaringan. Dengan memahami subnetting, kamu dapat meningkatkan keterampilan jaringanmu dan menjadi lebih kompeten.

Pada tutorial subneting IP Address Kelas C ini, kamu akan dipandu langkah demi langkah dalam melakukan subnetting. Kamu akan mempelajari bagaimana memilih subnetmask yang tepat, menghitung jumlah subnet dan jumlah host per subnet, serta membagi alamat IP menjadi blok subnet yang sesuai.

Mengenal IP Address Kelas C

IP Address kelas C

Alamat IP (Internet Protocol) kelas C adalah sebagian dari sistem pengalamatan yang digunakan dalam jaringan komputer. Sistem ini membagi alamat IP menjadi beberapa kelas, dan kelas C adalah salah satu dari kelas-kelas tersebut. Alamat IP kelas C memiliki ciri-ciri dan fungsi tertentu yang membedakannya dari kelas-kelas lain.

Berikut adalah penjelasan rinci mengenai IP Address kelas C:

  • Rentang Alamat IP: Alamat IP kelas C memiliki rentang alamat dari 192.0.0.0 hingga 223.255.255.255. Tiga digit pertama dari alamat tersebut menunjukkan jaringan, sedangkan digit terakhir menunjukkan host dalam jaringan tersebut.
  • Penggunaan untuk Jaringan Kecil hingga Menengah: IP Address kelas C sering digunakan untuk jaringan skala kecil hingga menengah, seperti di perkantoran atau rumah tangga. Dengan rentang yang lebih terbatas dibandingkan kelas-kelas lain, kelas C cocok untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar.
  • Subnetting: Subnetting adalah praktek membagi alamat IP kelas C menjadi sub-jaringan yang lebih kecil. Hal ini membantu dalam mengoptimalkan penggunaan alamat IP dan meningkatkan keamanan serta manajemen jaringan. Subnetting dapat dilakukan dengan membagi bagian dari host ID untuk menentukan subnet tertentu.
  • Host yang Dapat Diakses: Alamat IP kelas C mendukung hingga 254 host dalam satu jaringan, karena satu alamat IP digunakan sebagai alamat jaringan dan satu lagi sebagai alamat broadcast. Pembagian alamat IP untuk host di dalam jaringan dilakukan dengan menggunakan nomor dari 1 hingga 254.
  • Pentingnya Dalam Skema Pengalamatan IPv4: Meskipun IPv6 semakin banyak digunakan untuk mengatasi keterbatasan alamat IPv4, kelas C masih menjadi bagian integral dalam skema pengalamatan IPv4. Transition ke IPv6 terus berlangsung, namun alamat IP kelas C tetap relevan pada saat penulisan ini.

Dengan karakteristik-karakteristik ini, alamat IP kelas C memberikan fleksibilitas dalam mengelola jaringan dengan skala yang lebih kecil hingga menengah, serta mendukung praktik subnetting untuk pengelolaan yang lebih efisien.

Mengenal Istilah Subnetting

subnetting ip address kelas C

Subnetting atau pembagian sub-jaringan adalah proses memecah jaringan utama menjadi jaringan yang lebih kecil yang disebut subnet atau sub-jaringan. Fungsi subnetting adalah untuk mengoptimalkan penggunaan alamat IP dan meningkatkan keamanan jaringan.

Dalam subnetting, perangkat dalam jaringan dipisahkan ke dalam kelompok yang lebih kecil, sehingga membantu dalam pengelolaan dan routing data. Dengan memecah jaringan utama menjadi subnet yang lebih kecil, pengaturan jaringan menjadi lebih efektif.

Perhatikan bahwa proses subnetting hanya diterapkan pada jaringan besar dengan jumlah perangkat yang banyak. Jaringan dengan sedikit perangkat mungkin tidak memerlukan subnetting.

Sebagai ilustrasi, biasanya IP address dituliskan dalam bentuk seperti 192.168.10.1. Akan tetapi, terkadang kita juga menemui penulisan IP address dengan format 192.168.10.1/30.

Dalam hal ini, /30 merujuk pada prefix. Prefix ini menggambarkan jumlah bit-bit network pada suatu IP address. Pada contoh di atas, nilai prefix adalah 30 bit network yang diwakili oleh angka 1, atau dengan kata lain, subnetmask pada IP address tersebut adalah 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Konsep ini dikenal sebagai CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992 oleh IEFT dan kini banyak digunakan dalam pengaturan routing jaringan.

Galih Wsk Dengan pengetahuan dan keahliannya yang mendalam di bidang elektro dan statistik, Galish WSK alumni pascasarjana ITS Surabaya kini mendedikasikan dirinya untuk berbagi pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang perkembangan terkini di bidang statistika dan elektronika via wikielektronika.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page