Materi Arus Listrik Lengkap

5 min read

Arus Listrik Adalah?☑️ Berikut penjelasan apa yang dimaksud arus listrik☑️ Simbol, rumus, satuan (SI) & Contoh soal kuat arus listrik☑️

Sebuah listrik dapat mengalir karena adanya arus yang berisi muatan satu ke muatan yang lainnya. Ini merupakan konsep dasar dari pembentukan listrik yaitu adanya perpindahan muatan.

Secara umum, kuat arus listrik yang mengalir disesuaikan dengan sistem yang dipakai, sumber, dan pola listrik itu sendiri. Berikut kami ulas materi lengkap mengenai apa itu arus listrik, simbol, satuan, rumus, dan contoh soal menghitung kuat arus listrik.

Arus Listrik Adalah?

arus listrik

Apa yang dimaksud Arus Listrik? Menurut teori Michael Faraday, Arus listrik adalah laju aliran muatan yang melewati titik tertentu pada rangkaian elektronika. Muatan tersebut dapat berupa elektron bermuatan negatif dan positif termasuk proton, ion positif atau hole.

Sederhananya Arus listrik adalah aliran muatan listrik yang ada pada rangkaian listrik. Arah arus listrik adalah mengalir dari muatan positif ke muatan negatif.

Ada dua jenis arus listrik. Yang pertama adalah arus searah (DC) yang mengalir dalam satu arah, contohnya seperti arus listrik yang ada pada sebuah baterai. Yang kedua adalah arus bolak-balik (AC) yang memiliki arus berubah ubah arahnya (tidak tetap) secara berkala.

Alat yang digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik adalah Basicmeter. Sedangkan alat ukur tegangan listrik adalah voltmeter. Kemudian untuk alat ukur kuat arus listrik adalah Ammeter (Amperemeter).

Alat pemutus dan penyambung arus listrik dinamakan dengan Sakelar. Fungsi sebuah sakelar yang utama adalah sebagai pemutus dan penyambung jaringan listrik arus kuat dan juga arus lemah.

Ukuran sebuah saklar menentukan ketahanan alat tersebut dalam memutus dan menyambungkan arus listrik. Sebagai contoh sakelar berukuran kecil digunakan untuk arus lemah dan tidak kuat jika digunakan pada arus listrik berukuran tinggi.

Dalam proses perakitan rangkaian listrik arus listrik disalurkan melalui kabel jaringan listrik. Untuk benda yang dapat menimbulkan arus listrik disebut konduktor. Sedangkan benda yang tidak dapat mengalirkan arus listrik disebut isolator.

Pengertian arus listrik terdiri dari beberapa penjelasan. Simak bagian berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut.

  • Aliran muatan

Definisi arus yang umum adalah aliran muatan dari kutub positif ke negatif. Anda dapat melihat langsung pada baterai akan mengalir listrik apabila disambungkan dua kutub tersebut. Muatan tersebut memiliki perbedaan yang signifikan sehingga menimbulkan gaya tarik menarik. Semakin besar gap diantara kedua maka arus juga bertambah dan meningkat.

  • Beda potensial

Arus listrik juga menggunakan definisi yaitu adanya beda potensial di dua kutub. Saat terjadi perbedaan tersebut, keduanya berusaha untuk menjaga kesetimbangan. Mirip reaksi kimia yang terus bereaksi agar seimbang. Jika dua beda potensial disatukan, arus terbentuk hingga potensial keduanya setara.

  • Aliran elektron

Konsep lain arus listrik adalah aliran elektron. Anda dapat menggunakan aki cair untuk melakukan penelitian adanya perpindahan elektron negatif ke positif. Keduanya dihubungkan dengan konektor dan konduktor. Electron lalu bergerak melalui perantara tersebut hingga tidak ada lagi yang tersisa karena mencapai keseimbangan.

Tokoh Penemu Arus Listrik

Tokoh penemu arus listrik adalah “Michael Farady”. Pada tahun 1831, Faraday menemukan alat induksi elektromagnetik dalam risetnya, Alat induksi elektromagnetik inilah yang menjadi prinsip dasar terciptanya sebuah Arus Listrik, Transformator dan Generator listrik.

Penemuan ini sangat penting dalam memungkinkan listrik untuk diubah dari rasa ingin tahu Faraday menjadi teknologi baru yang kuat. Selama sisa dekade itu ia bekerja mengembangkan ide-idenya tentang arus listrik.

Selain berhasil menemukan konsep dasar sebuah arus listrik, Faraday juga menciptakan banyak istilah istilah ilmiah seperti Elektroda, Katoda dan ion.

Jenis Arus Listrik

arus listrik adalah

Selanjutnya, pembahasan akan masuk ke tipe arus listrik. Jenis arus listrik ada dua yaitu Arus listrik DC dan AC. Keduanya sering digunakan untuk keperluan harian dan kebutuhan listrik skala besar.

  • Arus Listrik DC (Direct Current)

Sumber arus listrik seperti baterai dan aki akan mengalirkan listrik melalui konduktor dari kutub positif ke negatif. Arus yang muncul bersifat langsung atau direct tanpa perubahan apapun selama mengalir dari satu kutub ke lainnya. Jika Anda menyentuh kabel listrik beraliran DC, sengatan listrik tidak terlalu tinggi.

Arus seperti ini lebih stabil dan dibutuhkan oleh mayoritas alat elektronik. Secara umum, pihak produsen akan menempatkan converter yang bertugas memastikan jenis arus yang masuk sesuai kebutuhan.

  • Arus Listrik AC (Alternating Current)

Listrik hasil generator berasal dari induksi sehingga menimbulkan arus yang berganti arah sesuai periode tertentu. Ketika langsung disambungkan ke rangkaian tertutup, lampu akan berkedip karena tegangan dan arus sering naik turun bahkan berganti arah. Untuk menghindari kerusakan, rangkaian memakai converter.

Salah satu kelebihan arus listrik ac adalah memiliki efisiensi tegangan yang besar. Selain itu, proses transmisi juga tidak kehilangan daya dan jarang terganggu distorsi.

Akan tetapi, tegangan dan arus harus segera diturunkan jika masuk ke jaringan listrik rumah. Sebagai contoh pada perangkat komputer, Colokkan power supply digunakan untuk mengalirkan arus listrik ke dalam motherboard dan perangkat pendukungnya.

Simbol & Satuan Arus Listrik

simbol arus listrik

Simbol arus listrik adalah A yang merupakan singkatan dari satuannya yaitu Ampere. Dibawah ini kami paparkan tabel daftar simbol arus listrik dan besaran besaran listrik lainnya yang dilengkapi dengan Satuan SI.

Besaran Listrik Satuan Simbol
Arus Listrik Ampere A
Hambatan/Resistansi Ohm
Tegangan Volt V
Muatan Listrik Coulomb C
Daya Listrik Watt W
Frekuensi Hertz Hz
Induktansi Henry H
Energi Joule J
Impedansi Ohm
Konduktansi Siemens G
Kapasitansi Farad F

Perlu anda ketahui bahwa konsep dasar sebuah arus listrik adalah hasil dari pergerakan elektron yang ada didalam suatu zat. Elektron adalah partikel kecil yang ada sebagai bagian dari struktur molekul bahan.

Pada kondisi tertentu, elektron-elektron ini terikat erat di dalam molekul, namun terkadang elektron juga berada dalam kondisi dapat bergerak di sekitar struktur dengan bebas.

Satu hal yang sangat penting untuk dicatat tentang elektron pada arus listrik adalah partikel yang ada pada elektron membawa muatan negatif.

Jika Elektron bergerak, maka sejumlah muatan akan ikut mengalami pergerakan/ perpindahan, pada fase inilah sebuah ‘Arus’ akan tercipta.

Jumlah elektron yang dapat bergerak menentukan kemampuan sebuah benda untuk menghantarkan listrik. Beberapa komponen elektronika memungkinkan arus untuk bergerak lebih baik daripada yang lainnya.

Rumus Arus Listrik

rumus arus listrik
Rumus Arus Listrik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *