Pengertian dan Cara Kerja Motor Servo

3 min read

Motor Servo Adalah ?☑️ Berikut detail pengertian, komponen, jenis, fungsi & cara kerja motor servo pada Arduino☑️

Motor Servo menjadi jenis perangkat yang cukup sering dipakai di era sekarang. Bahkan servo motor termasuk dalam bagian smart factory industry 4.0. Hal tersebut disebabkan karena sistem yang dimilikinya menggunakan teknologi yang kekinian, sehingga sangat sesuai.

Motor Servo Adalah?

motor servo adalah
Gambar motor servo

 

Pengertian motor servo adalah perangkat elektromekanis yang dirancang menggunakan sistem kontrol jenis loop tertutup (servo) sebagai penggerak dalam sebuah rangkaian yang menghasilkan torsi dan kecepatan berdasarkan arus listrik dan tegangan yang diberikan.

Motor servo tersedia dalam berbagai jenis, bentuk, dan ukuran. Istilah servo pertama kali digunakan pada tahun 1859 oleh Joseph Facort, yang menerapkan mekanisme umpan balik untuk membantu mengemudikan kapal dengan uap untuk mengendalikan kemudi.

Motor ini diterapkan pada banyak peralatan, mulai dari yang paling sederhana seperti mainan elektronik hingga yang kompleks seperti mesin dalam industri.

Motor Servo termasuk jenis motor listrik yang memakai sistem jenis closed loop. Sistem ini dipakai untuk mengontrol kecepatan dan akselerasi pada motor listrik menggunakan tingkat keakuratan yang cukup tinggi.

Di samping itu, motor ini biasa dipakai untuk melakukan perubahan energi listrik menjadi energi mekanik dengan interaksi dua medan magnet yang permanen.

Motor tersebut juga dapat didefiniskan sebagai sebuah aktuator putar atau yang seiring disebut motor, di mana dirancang menggunakan sistem kontrol jenis loop yang tertutup (servo). Dengan demikian, dapat disetting untuk menentukan serta memastikan bagaimana posisi sudut poros output.

Motor servo juga berperan sebagai perangkat yang memiliki komponen berupa potensiometer, motor DC, rangkaian control, dan serangkaian gear. Serangkaian gear tersebut melekat pada bagian poros dari motor DC.

Komponen elektronika yang satu ini akan menyebabkan putaran poros menjadi lambat dan torsi motor menjadi meningkat. Potensiometer memiliki daya untuk merubah resistansi, sehingga ketika motor berputar, maka akan menentukan batas posisi dari putaran poros.

Fungsi Motor Servo :

  1. Dalam Hal Umum

Secara umum, motor ini dimanfaatkan sebagai komponen pada aplikasi otomasi, robotika, pembuatan semikonduktor, dan permesinan CNC. Beberapa komponen tersebut akan berfungsi dengan baik ketika menggunakan motor ini.

  1. Dalam Pengaturan Industri (Komersial)

Fungsi motor servo dalam hal ini dimanfaatkan sebagai pemantau posisi sekaligus mengontrol kecepatan mesin. Dengan demikian, mesin-mesin yang ada dapat selalu berada dalam kendali yang aman.

Komponen Motor Servo

bagian motor servo

  1. Motor DC Kecil

Motor DC yang kecil memiliki dinamo yang berputar pada medan magnet. Dinamo tersebut terbentuk dari kutub-kutub, yakni kutub utara serta selatan, di mana magnet nantinya akan berganti lokasi. Apabila hal tersebut terjadi, maka alirannya berbalik guna merubah kutub-kutub selatan dan utara dari dinamo.

  1. Rangkaian Kontrol

Rangkaian kontrol merupakan sebuah rangkaian yang berguna untuk mengendalikan sebuah peralatan ataupun mesin-mesin listrik. Rangkaian tersebut juga bisa dijelaskan sebagai suatu rangkaian yang mana motor bisa dikendalikan secara sekaligus dan berurutan.

  1. Commutator

Commutator yaitu komponen dalam konventer mekanik yang ada pada motor yang berguna untuk menyelaraskan arah aliran listrik AC menuju DC. Dengan demikian, tetap mengalir di arah yang sama walaupun lilitan medan berada dalam keadaan yang berputar.

Perlu diketahui, tegangan yang nantinya dihasilkan oleh motor atau merupakan gelombang arus dengan arah bolak-balik. Kemudian, komutator tersebut yang akan mengubah menjadi arus yang searah.

Jenis Motor Servo

motor servo

Terdapat dua jenis motor servo yang bisa anda gunakan, yaitu motor servo AC dan motor servo DC. Motor servo AC umumnya digunakan untuk arus tinggi atau beban berat, sehingga sering diaplikasikan pada mesin-mesin industri.

Sedangkan motor servo DC biasanya lebih cocok untuk digunakan pada aplikasi-aplikasi yang lebih kecil. Berikut untuk penjelasan lengkapnya :

  • Motor Servo AC

Jenis motor servo ini mampu menangani apabila terjadi tegangan listrik tinggi maupun adanya beban yang berat. Oleh karena itu, motor AC sangat sesuai jika diterapkan pada sebuah mesin industri dengan tujuan agar bisa mengendalikannya.

  • Motor Servo DC

Berbanding terbalik dengan motor AC, untuk jenis yang satu ini justru memiliki kemampuan untuk menangani tegangan dengan beban dan arus yang relatif lebih kecil. Dengan demikian, motor tersebut cocok diterapkan pada beberapa mesin yang kecil seperti halnya pada remote control dan mobil.

Sedangkan jika dibedakan menurut rotasi putarnya, motor servo memiliki dua varian , yaitu motor servo rotation 180⁰ dan motor servo rotation continuous 360⁰. Berikut penjelasannya :

  • Motor servo standard (servo rotation 180⁰)

Jenis yang satu ini memiliki putaran   poros outputnya terbatas hanya 90⁰ kearah kanan dan 90⁰ kearah kiri. Dengan kata lain total putarannya hanya setengah lingkaran atau 180⁰.

  • Motor servo rotation continuous 360⁰

Untuk yang satu ini memiliki sifat yang sama dengan jenis servo standard, hanya saja perputaran porosnya tanpa batasan atau dengan kata lain dapat berputar terus kearah kiri maupun kanan.

Cara Kerja Motor Servo

cara kerja motor servo

Sejatinya, cara kerja motor servo bergantung lebar pada sinyal modulasi yang memakai sistem kontrol. Lebar sinyal tersebut nantinya yang akan menjadi penentu bagaimana posisi dari sudut putaran yang ada pada bagian poros motor.

Sebagai permisalan, lebar sinyal memiliki waktu sebanyak 1,5 ms yang akan memutar poros menuju posisi dengan sudut 90 derajat. Kemudian, ketika sistem sedang bekerja dengan sinyal lebar di bawah 1, ms, maka porosnya bergerak memutar menuju arah sudut 0 derajat atau bertolak belakang dengan arah berputarnya jarum jam.

Sedangkan apabila sinyalnya di atas 1,5 ms, bagian porosnya akan bergerak memutar menuju sudut 180 derajat atau searah dengan berputarnya arah jarum jam. Saat sinyal telah diterapkan, maka bagian poros motor akan memberikan reaksi berupa gerakan kemudian bertahan pada posisi yang telah ditargetkan.

Apabila terdapat input eksternal ingin menyebabkan perubahan pada posisinya, closed loop bereaksi untuk menahannya. Namun demikian, posisi motor tidak dapat bertahan terus menerus.

Sehingga sinyal PMW perlu diulang tiap 2 ms supaya posisi dari poros motor bisa senantiasa menahannya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem yang dipakai menjaga agar poros tetap pada posisi yang ideal.

Prinsip kerja motor   servo   pada   dasarnya   dibuat   menggunakan   motor   DC   yang dilengkapi dengan controler dan sensor posisi sehingga dapat memiliki gerakan 0o, 90o, 120o, 180o  atau 360o. Tiap komponen pada motor servo diatas masing- masing memiliki fungsi sebagai controler, driver, sensor, gearbox dan aktuator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *