Statistika Inferensial: Pengertian, Metode dan Contohnya

5 min read

2.      Membuat prediksi

Metode pendekatan ini juga dapat digunakan untuk membuat sebuah prediksi pada populasi tertentu. Misalnya bagaimana daya beli masyarakat tingkat A pada produk X di tahun tertentu.

3.      Menguji prediksi atau hipotesis

Jika sudah mengeluarkan prediksi atau hipotesis maka kita harus bisa mengujinya secara matematis. Pendekatan ini penting untuk mengontrol seberapa jauh error persen dari hipotesisnya.

4.      Menentukan karakteristik populasi

Berdasarkan pengujian hipotesis akhirnya kita bisa menentukan seperti apa karakteristik populasi datanya. Jadi menghubungkan antara satu variabel dengan lainnya menjadi lebih mudah.

5.      Menarik kesimpulan penelitian

Dalam sebuah pengamatan tentu kita harus menarik kesimpulan berdasarkan pengambilan data. Jika koreksi sudah dilakukan tentu saja kesimpulan ini dapat memberikan hasil akurat.

Dengan mengetahui kelima fungsi tadi maka kita sekarang bisa tahu seperti apa pentingnya penggunaan pendekatan inferensial. Jadi peneliti dapat menguji lebih dalam guna mengurangi error persen penelitiannya.

Contoh Statistika Inferensial

Data-data yang menggunakan statistika inferensial disajikan dalam beberapa contoh. Conto-contoh tersebut antara lain hypothesis testing, confidence interval, linear regression analysis dan logistic regression analysis.

Beberapa contoh tersebut memiliki perbedaan masing-masing. Adapun penjabaran dari contoh-contoh dari penyajian statistika inferensial yakni :

  • Hipotesis Testing

Hypothesis testing atau uji hipotesis termasuk salah satu contoh dari penyajian data terkait statistika inferensial yang digunakan untuk mengetahui seperti apa kebenaran dari pendapat atau asumsi yang biasanya terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Melalui uji hipotesis inilah yang akan membantu para penggunanya untuk membuktikan terkait benar atau tidaknya sebuah hipotesis atau asumsi yang sudah dipercaya.

  • Confidence interval

Makna confidence interval mengacu pada rentang kepercayaan atau tingkat kepercayaan terhadap pengujian statistik. Pengujian tersebut biasanya digunakan dalam estimasi populasi menggunakan sampel. Adanya confidence interval ini para peneliti dapat memperkirakan besaran nilai populasi dan menemukan batas bawah dan atas dari uji statistik yang dilakukan.

  • Linear Regression Analysis

Analisis regresi linier ini digunakan sebagai prediksi hubungan terhadap variabel dependen dan independen. Dengan analisis inilah para peneliti bisa menentukan variabel yang berpengaruh dalam penelitian secara signifikan.

  • Logistic Regression Analysis

Ada juga analisis regresi logistik yang digunakan untuk menganalisis seperti apa sampel yang digunakan dalam penelitian. Dengan analisis ini, para peneliti lebih mudah dalam menguji hipotesis nantinya.

Perbedaan Statistik Deskriptif dan Inferensial

perbedaan statistika deskriptif dan statistika inferensial

Statistik Inferensial Statistik Deskriptif
Statistik Inferensial digunakan untuk membuat kesimpulan tentang populasi dengan menggunakan alat analisis pada data sampel. Statistik deskriptif digunakan untuk mengukur karakteristik data.
Pengujian hipotesis dan analisis regresi merupakan alat analisis yang digunakan dalam pengujian. Alat pengujian yang digunakan adalah ukuran tendensi sentral dan ukuran dispersi.
Fungsi statistik inferensial adalah untuk membuat kesimpulan tentang populasi yang tidak diketahui Fungsi statistika deskriptif adalah untuk menggambarkan karakteristik sampel atau populasi yang diketahui.
Ukuran statistik inferensial yang biasanya digunakan adalah uji-t, uji z, regresi linier, dll. Ukuran statistik deskriptif yang umum digunakan adalah varians, rentang, mean, median, modus dll.

Metode statistik deskriptif dan juga inferensial memiliki perbedaan masing-masing meskipun keduanya sama-sama digunakan untuk analisis data. Berikut beberapa perbedaan antara metode deskriptif dan juga inferensial :

  1. Statistik inferensial digunakan untuk menarik kesimpulan serta estimasi dari sampel terhaap populasinya.
  2. Sementara itu statistik deskriptif digunakan dalam menyajikan data berbentuk diagram, grafik, tabel, dan semacamnya secara terbatas.
  3. Statistik Inferensial menyediakan aturan tertentu dalam rangka penarikan kesimpulan, penyusunan atau pembuatan ramalan, penaksiran dan sebagainya. Dengan demikian Statistik Inferensial sifatnya lebih mendalam dan merupakan tindak lanjut dari Statistik Deskriptif.

Kesimpulannya, metode yang digunakan dalam penelitian maupun kebutuhan lainnya memiliki dua metode yakni metode inferensia dan juga deskriptif. Kedua metode digunakan dalam kepentingan yang berbeda.

Jangan Lewatkan Materi Statistika Lainnya :
Pengertian Statistika Pengertian Statistika Deskriptif
Pengertian Purposive Sampling Pengertian Probabilitas

Demikianlah serangkaian materi yang mengulas secara detail apa itu statistika inferencial dan juga contoh penyajian data statistik inferensial yang bisa wikielektronika paparkan. Semoga dapat memberikan manfaat untuk anda semuanya.

Galih Wsk Dengan pengetahuan dan keahliannya yang mendalam di bidang elektro dan statistik, Galish WSK alumni pascasarjana ITS Surabaya kini mendedikasikan dirinya untuk berbagi pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang perkembangan terkini di bidang statistika dan elektronika via wikielektronika.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page