Pengertian Kapasitor, Fungsi dan Jenisnya

Posted on

Kapasitor Adalah? Berikut detail penjelasan apa itu kapasitor lengkap dengan Rumus ☑️ Jenis, Fungsi ☑️ dan Cara mengukurnya☑️

Kapasitor adalah alat yang memiliki peranan yang cukup penting bagi alat-alat listrik di rumah Anda. Tanpa adanya alat ini, maka perabotan yang membutuhkan daya listrik tidak akan bisa digunakan, sebab daya listrik tidak tersalurkan dengan baik.

Pengertian Kapasitor

kapasitor adalah
Gambar Kapasitor

Pengertian kapasitor adalah sebuah komponen pada benda-benda elektronik yang memiliki kemampuan untuk menyimpan elektron-elektron muatan listrik dalam periode waktu tertentu.

Atau dengan kata lain, kapasitor merupakan komponen pada benda elektronik yang memiliki fungsi sebagai penyimpan muatan listrik. Sedangkan menurut Michael Faraday, kapasitor juga dikenal dengan sebutan kondensator.

Beliau mendefinisikan pengertian kapasitor sebagai sebuah alat yang bisa dipergunakan untuk menyimpan muatan atau energi listrik pada medan listrik.

Hal tersebut bisa berlangsung dengan mengumpulkan komponen internal listrik yang tidak seimbang, di mana komponen tersebut dibentuk oleh sebuah piringan yang saling berkaitan, namun terpisahkan karena adanya penyekat.

Gambar Simbol Kapasitor

simbol kapasitor
Simbol Kapasitor

Setiap rangkaian elektronika yang ada pastilah memiliki identitas gambar simbol masing masing. Termasuk juga pada kapasitor. Hal ini karena tiap tiap rangkaian elektronika tersebut memerlukan identitas khusus untuk menjadi pembeda pada tiap tiap komponen elektronika.

Pada dasarnya setiap simbol kapasitor memiliki gambar yang sama, hanya saja untuk tiap tiap jenis kapasitor memiliki tambahan beberapa komponen kecil sebagai identitas jenis kapasitor tersebut.

Tiap tiap jenis kapasitor memiliki simbol yang berbeda beda, misalkan seperti simbol kapasitor non polar , simbol kapasitor elektrolit (elko), simbol kapasitor variabel (varco) dan juga simbol kapasitor trimmer.

Pada gambar kapasitor diatas dapat anda lihat macam macam simbol kapasitor/ kondensator berbagai jenis yang menjadi identifikasi masing masing fungsi dari kapasitor tersebut.

Fungsi Kapasitor

kapasitor

  • Pengatur Tegangan

Fungsi kapasitor pada dasarnya adalah meratakan tegangan DC. Tegangan tersebut dipakai untuk mengupayakan perubahan tegangan dari AC menuju DC serta membangkitkan gelombang oscillator.

  • Penghemat Daya Listrik (Impedansi)

Dalam hal ini kapasitor memiliki daya resistansi dengan nilai yang menyesuaikan dengan frekuensi yang ada. Hal tersebut bermanfaat sebagai penghemat daya listrik, khususnya pada sebuah lampu neon.

  • Filter Tegangan Listrik

Fungsi kapasitor sebagai filter adalah rangkaian yang memungkinkan arus dan tegangan dari frekuensi dan bentuk gelombang tertentu melewatinya.

Reaktansi kapasitor berbanding terbalik dengan frekuensi. Dengan mengontrol atau mengubah reaktansi, Anda dapat mengontrol frekuensi yang diinginkan melalui rangkaian tersebut.

  • Menstabilkan Arus Listrik

Kapasitor juga memainkan peran penting dalam sirkuit logika switching berkecepatan tinggi. Level tegangan sirkuit seperti itu, yang seharusnya stabil, dapat berubah dengan fluktuasi arus, sehingga menimbulkan sinyal gangguan atau kesalahan.

Kapasitor decoupling dibangun ke dalam sirkuit untuk menstabilkan arus dan juga meminimalisir sinyal kebisingan yang timbul akibat arus listrik yang tidak stabil.

  • Pembangkit Frekuensi

Diantar fungsi kapasitor lainnya ialah sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antena. Dengan menggunakan jenis kapasitor yang tepat, frekuensi pada antena akan menjadi lebih stabil.

  • Mencegah Loncatan Listrik

Selain memiliki fungsi fungsi krusial pada rangkaian elektronika, kapasitor juga mempunyai peran untuk mencegah loncatan listrik pada kumparan yang mengakibatkan arus listrik terputus.

  • Kopling/ Penghubung Rangkaian

Fungsi kapasitor terhari yang perlu anda tahu ialah sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain. Komponen elektronika yang satu ini mampu menjadi penghubung amplifier tingkat rendah ke amplifier tingkat tinggi yang baik pada rangkaian listrik.

Jenis Kapasitor

jenis kapasitor

Kapasitor Tetap (Fixed Capacitor)

Kapasitor tetap merupakan jenis kapasitor di mana nilai kapasitansinya telah ditentukan oleh pihak pembuatnya, sehingga tidak bisa dilakukan perubahan sama sekali.

Kapasitor ini memiliki ukuran dan bentuk yang bervariasi sesuai dengan bahan yang digunakan untuk membuatnya. Jenis kapasitor ini sendiri memiliki beragam subjenisnya, diantaranya adalah :

  • Kapasitor Polyester (Polyester Capacitor)

Kapasitor jenis ini memiliki lapisan tipis berupa logam pada permukannya dengan tujuan digunakan sebagai pelat konduktif.

Umumnya kertas digunakan sebagai isolator pada kapasitor foil, tetapi pada beberapa kapasitor poliester dan plastik juga digunakan. Kapasitor ini masing-masing dikenal sebagai kapasitor poliester atau kapasitor plastik.

  • Kapasitor Kertas (Paper Capacitor)

Kapasitor kertas dibuat dengan membungkus lapisan tipis aluminium dengan lapisan kertas tisu dan untuk menghilangkan kelembaban dari kertas, lapisan tipis lilin digunakan di atasnya.

Dalam kapasitor kertas matellised, film logam digunakan sebagai pengganti aluminium untuk elektroda. Nilai kapasitor kertas umumnya antara 0,001 mikro farad sampai 0,2 mikro farad dengan tegangan maksimum hingga 100V.

  • Kapasitor Mika

Mika merupakan material yang memiliki lapisan sangat tipis. Namun nilai konstanta dielektrikn pada mika ini memiliki nilai yang sangat tinggi.

Pada saat frekuensi tinggi, mika bekerja sebagai isolator yang baik bahkan pada suhu tinggi. Umumnya kapasitor mika selalu berbentuk datar. Kapasitor ini digunakan di mana akurasi lebih dan konstanta dielektrik yang tinggi diperlukan.

  • Kapasitor Keramik (Ceramic Capasitor)

Kapasitor keramik umumnya terdiri dari dua jenis yaitu “tipe cakram” dan “tipe tabung”, pada kapasitor tipe cakram dua pelat konduktif dibuat dengan pelapisan perak di kedua sisi pelat keramik.

Fungsi kapasitor ini ditentukan sesuai dengan karakteristik listrik dari bahan keramik yang digunakan. Ukuran kapasitor keramik sangat kecil dibandingkan dengan kapasitor lain karena konstanta dielektriknya yang tinggi.

Bahan keramik adalah isolator yang sangat baik dan konstanta dielektrik yang tinggi dapat diperoleh darinya dengan mencampurkan berbagai jenis silikat di dalamnya.

  • Kapasitor Pine-Up (Pin-Up Capacitor)

Kapasitor jenis pin-up memiliki satu warna atau strip lebih dari satu warna. Melalui warna-warna ini, toleransi nilai & tegangan kerja dihitung sesuai dengan sistem kode warna. Dalam kapasitor ini pita warna dihitung dari atas.

Kapasitor Tidak Tetap (Variable Capacitor)

Kapasitor tidak tetap yaitu alat penyimpan muatan listrik yang mempunyai nilai kapasitansi yang bisa disetting berdasarkan keperluan. Dengan demikian, lebih fleksibel ketika menggunakan alat ini dibandingkan dengan kapasitor tetap. Untuk subjenis kapasitor tidak tetap ada dua, yakni :

  • Kapasitor Trimmer

Kapasitor trimmer adalah jenis kapasitor variabel (kapasitor yang kapasitansinya dapat disesuaikan secara manual dengan mengubah posisi dua pelat konduktif).

Kapasitor trimmer umumnya digunakan untuk kalibrasi awal dan kalibrasi ulang perangkat elektronika. Biasanya dipasang langsung pada PCB dan hanya diakses oleh mereka yang expert dalam bidang elektro.

  • Kapasitor Varco (Variable Condensator)

Kapasitor Varco merupakan kondensator yang memiliki 2 komponen yakni rotor dan stator dan dapat diubah kapasitasnya dengan memutar knobnya untuk mengatur posisi rotor terhadap stator.

Kapasitor Varco terdiri atas dua plat logam saling berhadapan yang bisa diatur untuk memperoleh nilai kapasitas yang diinginkan. Kapasitor jenis non polar ini umum digunakan sebagai tunning pada radio.

Rumus Kapasitor

Michael Faraday menciptakan sebuah rumus kapasitor, yang mana rumus tersebut kini digunakan oleh banyak orang. Rumus sangat sederhana, yakni Q = CV. Asumsi dari rumus tersebut yaitu.

Q menjadi muatan electron dalam satuan Coulomb (C), dengan C sebagai nilai kapasitas yang mempunyai satuan Farad (F), dan V adalah tinggi sebuah tegangan, tertulis dalam satuan Volt (V).

Ketika praktek langsung membuat sebuah kapasitor, penghitungan kapasitansi dilakukan dengan terlebih dahulu mencari luas dari daerah plat metal yang dilambangkan dengan A, kemudian jarak antar dua buah plat metal (t), serta konstanta dari bahan dielektrik (k). Sehingga diperoleh rumus kapasitor adalah :

C = (8,85 x 10 ^-12)(k A/t)

Terdapat tiga rumus kapasitor yang bisa teman teman gunakan. Ketiga rumus tersebut memiliki fungsi perhitungan yang berbeda beda. Untuk lebih mempermudah anda dalam memahaminya, berikut kami paparkan ulasannya :

1. Rumus Kapasitor Keping Sejajar

rumus kapasitor keping sejajar

2. Rumus Kapasitas Kapasitor

rumus kapasitas kapasitor

3. Rumus Kapasitas Kapasitor Bentuk Bola

rumus kapasitor bentuk bola

Rangkaian Kapasitor

Terdapat dua jenis rangkaian kapasitor yang bisa digunakan para teknisi ketika mengalami tidak menemukan nilai kapasitor yang dikehendakinya. Kedua rangkaian elektronika tersebut ialah kapasitor rangkaian seri dan paralel. Detailnya silahkan teman teman lihat dibawah ini.

Rangkaian Seri Kapasitor

rangkaian seri kapasitor
Gambar Rangkaian Seri Kapasitor

Rumus :

1/Ctotal = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3 + 1/C4 + …. + 1/Cn

Dimana :

Ctotal Total Nilai Kapasitansi Kapasitor
C1     = Kapasitor ke-1
C2    = Kapasitor ke-2
C3    = Kapasitor ke-3
C4    = Kapasitor ke-4
Cn     = Kapasitor ke-n

Rangkaian Paralel Kapasitor

rangkaian paralel kapasitor
Gambar Rangkaian Paralel Kapasitor

Rumus :

Ctotal = C1 + C2 + C3 + C4 + …. + Cn

Dimana :

Ctotal Total Nilai Kapasitansi Kapasitor
C1     = Kapasitor ke-1
C2    = Kapasitor ke-2
C3    = Kapasitor ke-3
C4    = Kapasitor ke-4
Cn     = Kapasitor ke-n

Cara Kerja Kapasitorsimbol kapasitor

Cara kerja kapasitor pada intinya merupakan usaha agar muatan listrik dapat mengalir menuju kapasitor. Ketika muatan listrik sudah mengisi penuh kapasitor, maka akan terjadi perubahan pada tegangan.

Kemudian, muatan elektron yang tadinya berada di dalam kapasitor akan keluar, lalu menuju ke rangkaian yang memerlukannya. Dengan demikian, rangkaian yang ada  akan mengalami reaksi

Akan tetapi, walaupun komponen pada kondensator ukuran dan bentuk yang tidak sama, fungsi dari alat tersebut tetap dibutuhkan pada komponen hingga rangkaian yang memiliki muatan listrik. Adapun sebuah isolator yang berfungsi memisahkan dua buah piringan yang ada pada alat tersebut tidak bisa dilewati elektron.

Ketika baterai belum tersambung, dua piringan tersebut masih belum dimuati listrik. Sedangkan ketika telah disambungkan dengan baterai, maka titik yang merupakan pertemuan sisi negatif dengan kawat akan terdapat reaksi penolakan muatan. Untuk sisi positifnya justru memiliki reaksi menarik muatan tersebut.

Setelah itu, elektron akan menyebar menuju semua piringan alat ini. Sehingga dalam waktu singkat muatan listrik akan menuju ke arah dalam piringan pada sisi kanan. Sedangkan pada sisi kiri, electron tersebut menuju keluar piringan tersebut.

Dalam keadaan demikian, arus akan mengalir lewat kapasitor, meskipun sesungguhnya tidak terdapat listrik yang menyebar di antara dua buah piringan.

Saat di bagian luar piringan sudah mengandung muatan, lambat laun muatan baru baterai akan tertolak. Hal itu disebabkan karena turunnya arus hingga dua piringan memiliki tegangan yang sama dengan baterai. Pada sisi kanan piringan, akan terjadi kelebihan muatan (-Q), sedangkan pada sisi kiri dimuati dengan +Q.

Cara Mengukur Kapasitor

Sumber : Channel Sidiq Mendes

Kapasitor dapat diukur dengan berbagai metode. Kali ini Anda akan mengetahui bagaimana cara mengukur kapasitor menggunakan multimeter digital. Sebenarnya langkah yang harus Anda ikuti cukup sederhana. Terdapat tiga langkah singkat, yaitu:

  1. Mengatur posisi dari skala selektor menuju arah simbol kapasitor
  2. Menghubungkan probe dengan terminal kapasitor
  3. Membaca nilai kapasitansi dari kapasitor tersebut.

Kapasitor adalah alat yang wajib ada pada setiap barang-barang yang perlu tersambung listrik ketika akan digunakan. Setelah memahami berbagai hal yang terkait dengan kapasitor, maka wawasan Anda terkait dengan listrik bisa bertambah.

Dengan demikian, ketika terjadi permasalahan tertentu, setidaknya Anda bisa mengetahui penyebabnya, sehingga bisa menentukan langkah untuk memperbaikinya. Selamat belajar!

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang lagi hobi mempelajari Ilmu Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *