Pengertian dan Fungsi Resistor

Posted on

Resistor Adalah?☑️ Berikut Ulasan Lengkap Pengertian Resistor☑️ Jenis Jenis dan Fungsi Resistor dalam Rangkaian Elektronika☑️

Alat elektronik menggunakan berbagai komponen dari yang sederhana sampai kompleks. Salah satu yang pasti ada di rangkaian elektronika adalah resistor atau hambatan.

Anda mungkin penasaran mengapa suatu arus harus dihambat. Komponen lain misalnya transistor, IC, atau dioda membutuhkan listrik yang tepat.

Meskipun dari awal yang masuk sudah sesuai, setiap komponen tersebut masih membutuhkan arus yang spesifik.

Saat sudah dihambat, ada komponen lain yang justru membutuhkan lebih banyak arus. Resistor lalu ditambahkan lagu untuk meningkatkan tegangan.

Pengertian Resistor

resistor adalah

Secara umum, pengertian resistor adalah komponen elektronika dengan material dan konfigurasi tertentu yang mampu menghambat tegangan dan arus listrik. Resistor dilambangkan dengan huruf R dengan satuannya yaitu Ohm (Ω).

Sedangkan pengertian resistor menurut Wikipedia.org disebutkan bahwa resistor adalah komponen elektronika yang bertugas membatas arus dan mengelola tegangan. Nama lain dari resistor yaitu ‘Hambatan’.

Berdasarkan hukum Ohm, disebutkan bahwa nilai resistansi pada resistor selalu memiliki angka yang berbanding terbalik dengan jumlah arus listrik yang mengalir melaluinya.

Semua nilai yang ada pada elemen resistor sangat penting untuk diketahui oleh para perancang alat elektronika, dari situlah semua produsen resistor selalu mencantumkan nilai tersebut didalam kemasan resistor.

Untuk memasang resistor, Anda perlu mengerti nilai resistansinya. Di komponen tersebut, nilai ini dibuat dengan kode warna resistor.

Rumus & Simbol Resistor

simbol resistor

Pada rangkaian elektronika, Anda akan menemukan resistor dengan mudah. Hal tersebut dikarenakan simbol resistor yang khas dan unik.

Simbol ini terdiri dari dua tipe yaitu bentuk persegi panjang lalu dengan dua kabel di kanan kiri serta tambahan garis coret dan tampilan gerigi tajam.

Komponen resistor memiliki cincin warna yang unik seperti merah, putih, kuning, dan lainnya. Ini merupakan tanda untuk menunjukkan kapasitas dan nilai resistansi.

Kapasitas daya resistor juga sangat penting karena menentukan maksimal daya yang dapat diterima. Apabila berlebih, resistor tidak bekerja dan dapat rusak.

Rumus Resistor :

R= V/I
I = V/R dan V = I.R

Dimana :
R = Tahanan dengan Satuan Ohm
V = Tegangan dengan satuan Volt
I = Arus dengan satuan Ampere

Fungsi Resistor

fungsi resistor

Dalam rangkaian elektronika, Resistor memainkan peran penting untuk membatasi arus dan hanya memberikan bias yang diperlukan ke bagian aktif vital seperti transistor dan IC. Selain fungsi utama tersebut, resistor juga memiliki kegunaan kegunaan lain, diantaranya :

  • Mencegah Konsleting

Ketika kita menyalakan saklar listrik terkadang timbul lonjakan tegangan berbahaya ke sirkuit elektronik dan beresiko merusak komponen pentingnya.

Disini resistor berfungsi untuk mencegah bahaya tersebut. Memasang resistor menggunakan rangkaian seri dengan terminal suplai akan membantu memeriksa kenaikan tegangan yang tiba-tiba dan mencegah kemungkinan bahaya.

  • Pembatas Arus

Fungsi resistor yang kedua adalah sebagai pembatas arus LED. Istilah hambatan dipakai karena cara kerja komponen ini memang menghambat arus dan tegangan yang masuk. Secara umum, tujuannya untuk membatasi agar arus tersebut tidak berlebih.

Sama seperti transistor, LED juga sangat sensitif terhadap arus bertegangan tinggi. Sebuah resistor bila ditempatkan secara seri dengan LED, akan mengatur aliran arus yang tepat ketika melaluinya.

  • Pengatur Arus Listrik

Sesuai dengan fungsi pertama, resistor berperan sentral untuk mengatur tegangan dan arus. Komponen wajib memperoleh pasokan arus dengan level tertentu yang kadang sangat kecil perbedaannya dengan komponen lain.

  • Menurunkan Tegangan Listrik

Fungsi lain adalah menurunkan tegangan listrik. Jika tegangan masih murni misalnya langsung dari pln. Alat listrik dan kabel akan kelebihan bebas. Resikonya adalah bahaya konsleting / hubungan singkat dan terbakar. Peran resistor disini menjadi penurun tegangan tersebut.

  • Membagi Tegangan Listrik

Fungsi resistor selain dapat menurunkan tegangan listrik juga dapat membagi tegangan tersebut. Ketika dirasa tegangan terlalu tinggi maaka resistor dapat berperan untuk membagi tegangan listrik tersebut. Jadi, tegangan diatur sedemikian rupa dengan bantuan resistor.

Jenis Resistor

jenis resistor

Tipe lain resistor adalah berdasarkan nilai resistansi yang menggunakan satuan Ohm. Ada dua tipe yiatu resistor tetap dan tidak tetap. Penjelasan mengenai hal tersebut dapat disimak pada daftar berikut.

Resistor Tetap (Fixed Resistor)

Jenis resistor  terdiri dari berbagai tipe berdasarkan nilai resistansi dan material pembuatnya. Resistor Tetap(Fixed Resistor) menggunakan resistensi yang tidak berubah karena sudah ditentukan dari awal. Contohnya adalah resistor arang dan oksida logam.

Anda melihat lingkar cincin warna yang menunjukkan nilai resistansi tersebut. Tipe ini dipasang langsung pada rangkaian listrik dan tidak bekerja sendiri. Diantara macam macam resistor tetap adalah :

  • Resistor Kawat (Wirewound Resistor)

Resistor Kawat (Wirewound Resistor) menggunakan kawat besi sebagai material utama. Untuk menentukan nilai hambatan, Anda perlu mengukur panjang kawat tersebut. Ini merupakan tipe resistor yang mudah dijumpai.

  • Resistor Carbon (Carbon Resistor )

Resistor Arang (Carbon Resistor) merupakan komponen berbahan arang atau karbon. Komponen ini terdiri dari beberapa variasi berdasarkan kapasitas. Karena berbahan karbon, nilai resistensi dapat ditingkatkan meskipun ukuran kecil.

  • Resistor Oksida Logam (Metal Film Resistor)

Resistor Oksida Logam (Metal Film Resistor) adalah hambatan yang menggunakan oksida logam. Secara fisik, bentuk dan ukuran mirip dengan versi arang. Akan tetapi, bahannya lebih solid dan mampu memberikan tegangan yang stabil.

  • Resistor Keramik (Ceramic Resistor)

Untuk jenis resistor yang satu ini komponennya memiliki lapisan kaca tipis pada permukannya. Memiliki ciri khas dengan bentuk yang kecil dengan nilai resistensi yang tinggi.

Umumnya resistor keramik memiliki daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt. Namun ada juga yang memiliki daya lebih yang dijual dipasaran.

Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor)

Seperti yang tertulis pada namanya bahwa yang dimaksud dengan resistor variabel merupakan resistor yang memiliki nilai tahanan tidak tetap atau dapat berubah ubah.

Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor) merupakan tipe yang dapat mengubah nilai resistensi. Ciri khas lainnya terletak pada nilai hambatan yang dapat berubah sesuai dengan acuan yang digunakan. Varian resistor tidak tetap bisa anda lihat dibawah ini :

  • Potensiometer

Potensiometer adalah jenis variabel resistor yang memiliki tiga buah terminal dengan nilai tahanan yang tidak tetap. Potensiometer memakai tuas khusus untuk menaikkan dan menurunkan nilai hambatan.

Cara mengubah nilai tahannya bisa anda lakukan dengan menggeser (untuk potensio jenis geser) atau memutar (untuk potensio jenis putar) tuas yang ada.

  • LDR (Light Depending Resistor)

LDR merupakan jenis resistor yang memiliki karakter khusus peka cahaya (fotoresistor). Nilai resistensi yang ada pada resistor jenis ini akan mengalami penurunan jika terdapat penambahan intensitas cahaya.

  • Trimpot (Preset Resistor)

Trimpot adalah jenis resistor tidak tetap (potensiometer) yang nilai hambatannnya dapat diubah menggunakan obeng trim (proses trim).

  • Varistor (VDR)

Varistor atau sering kita kenal dengan istilah VDR (Voltage Dependent Resistor) adalah resistor tidak tetap yang nilainya berubah ubah berdasarkan jumlah tegangan yang diterima.

Semakin besar tegangan yang diterima, maka nilai pada varistor juga akan semakin besar. Begitupun sebaliknya. Umumnya resistor VDR ini digunakan untuk stabilizer arus tegangan.

  • Rheostat

Rheostat merupakan varible resistor yang bisa dioperasikan pada kondisi Arus dan Tegangan yang tinggi. Komponen pada Rheostat ini terdiri dari lilitan kawat resitif.

Cara mengubah nilai pada Rheostat bisa anda lakukan dengan menggesek penyapu yang bergerak diatas Toroid.

  • Thermistor PTC (Positif Temperature Control)

Resistor PTC merupakan resistor yang memiliki nilai hambatan berdasarkan suhu yang ada. Jika suhu semakin dingin maka nilai resistor PTC akan sangat rendah, sebaliknya nilai akan naik tinggi jika suhu menjadi panas.

  • Thermistor NTC (Negative Temperature Control)

Resistor NTC merupakan thermistor yang nilai hambatannya juga dipengaruhi oleh suhu disekitarnya. Resistor ini memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan resistor PTC.

Jika suhu mengalami penurunan (dingin), maka nilai hambatan resistor NTC akan naik tinggi, begitupun sebaliknya jika suhu baik (panas) maka nilai resistor NTC akan mengalami penurunan.

Karakteristik Resistor

resistor

  • Instalasi/ Pemasangan

Secara umum, resistor yang dikenal banyak orang adalah komponen kecil dan dipasang terpisah dari komponen lain. Akan tetapi, resistor juga ada di IC, transistor, transformator, baterai, kapasitor, dan kabel.

Material tembaga yang digunakan sebagai kabel listrik juga mempunyai hambatan. Karena nilainya kecil, listrik dapat mengalir dengan mudah. Resistor di komponen listrik lain dinamakan tipe internal.

Perhitungannya kadang diabaikan karena tidak signifikan mempengaruhi resistensi listrik atau tegangan. Sebaliknya, tipe eksternal seperti oksida logam memang sengaja dipersiapkan untuk memberikan hambatan.

  • Spesifikasi Desain

Pada rangkaian elektronika dengan frekuensi tinggi, seperti misalnya didalam komponen elektronik radio, kapasitansi dan induktansi parasit dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan.

Resistor foil umumnya memiliki reaktansi parasit yang rendah, sedangkan resistor wirewound termasuk jenis resistor yang terburuk. Untuk penggunaan yang akurat seperti pada amplifier audio, kebisingan listrik resistor harus diminimalisir serendah mungkin.

Ini sering ditentukan sebagai kebisingan mikrovolt per volt tegangan yang diberikan, untuk bandwidth 1 MHz. Untuk penggunaan daya tinggi, peringkat daya sangatlah penting. Ini menentukan daya operasi maksimum yang dapat ditangani komponen tanpa menyebabkan kerusakan.

  • Nilai Resistensi

Nilai toleransi resistor juga penting diketahui sebelum memasang. Saat dipakai, komponen tersebut akan mengalami penurunan kapabilitas sehingga nilai resistansi yang diberikan tidak lagi sama dengan saat baru saja dipasang. Toleransi menggunakan persentase tertentu yang memberikan batas maksimal dari efisiensi resistensi.

Dari penjelasan diatas, Anda mengetahui resistor adalah komponen yang wajib ada. Fungsi krusial agar komponen lain menerima listrik sesuai kebutuhan. Tanpa resistensi, alat elektronik justru berbahaya saat digunakan.

Demikian serangkaian informasi terkait pengertian, jenis dan fungsi resistor pada rangkaian elektronika yang bisa tim Wikielektronika.com paparkan. Semoga bisa memberikan wawasan untuk anda semuanya.

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang lagi hobi mempelajari Ilmu Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *