Pengertian RFID (Radio Frequency Identification)

2 min read

Dewasa ini, perusahaan sudah menggunakan perangkat bernama RFID untuk kebutuhan identifikasi karyawan serta aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan.

Tidak hanya itu, perangkat ini juga digunakan di supermarket bahkan untuk kebutuhan sehari-hari pun ada. RFID merupakan sebuah teknologi yang dipakai untuk proses identifikasi dengan memakai barcode atau magnetic card.

Apa itu RFID?

RFID adalah

Sebelum mengetahui tentang bagaimana cara kerja RFID, akan lebih baik jika mengenal lebih dulu apa itu RFID, fungsi, cara kerja dan contohnya.

Pengertian RFID (Radio Frequency Identification) adalah teknologi yang digunakan guna melakukan identifikasi serta pengambilan data. Umumnya alat ini bekerja bersama dengan barcode.

Untuk mengidentifikasi, RFID menggunakan medan elektromagnetik untuk mentransfer data jarak pendek. Metodenya menggunakan sarana bernama label RFID. Label ini berfungsi untuk mengambil data jarak jauh dan menyimpannya.

Label ini kemudian dipasang pada benda, manusia atau hewan kemudian proses identifikasinya dilakukan dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik.

Cara Kerja RFID

cara kerja RFID

Secara singkat cara kerja RFID adalah dengan menggunakan sistem identifikasi berupa gelombang elektromagnetik. Agar bisa bekerja untuk mengidentifikasi, maka dibutuhkan setidaknya dia buah perangkat, yaitu reader dan tag.

Ketika proses pemindaian data, maka perangkat reader-lah yang berperan untuk menangkap sinyal yang berasal dari RFID tag. Prinsip dan sistem RFID bekerja pada rangkaian listrik dengan menggunakan dua perangkat, yaitu Tag dan RFID reader.

  1. RFID Tag

Perangkat RFID tag ini pasti berada atau ditempatkan pada objek atau benda yang nantinya akan diidentifikasi oleh reader. RFID tag ini bisa berupa tag aktif maupun pasif. Tag aktif artinya adalah perangkat yang menggunakan baterai. Sedangkan tag pasif tanpa baterai.

  1. RFID Reader

Untuk membaca tag dibutuhkan perangkat yang disebut sebagai RFID reader. Reader ini juga dibagi menjadi dua, reader aktif dan pasif. Reader aktif memiliki sistem pembaca aktif yang mampu memancarkan dinyal interrogator ke tag.

Sementara itu, reader pasif menggunakan sistem pembaca pasif. Sistem ini hanya menerima sinyal elektromagnetik dari tag aktif yang hanya bekerja dengan sumber daya baterai. Reader RFIS pasif ini bahkan bisa mencapai hingga 600 meter. Karena itu perangkat ini memungkinkan untuk pengecekan maupun perlindungan aset.

Dalam sistem kerjanya, RFID adalah teknologi yang memakai berbagai jalur gelombang untuk memancarkan sinyal. Namun, diantara banyaknya sinyal yang dipakai, frekuensi RFID yang paling sering digunakan adalah pada frekuensi 865-868MHz & 902-928MHz jalur UHF.

Kelebihan & Kekurangan RFID

Setiap teknologi pada komponen elektronika yang diciptakan pasti selalu memiliki nilai lebih dan kekurangan. Begitu pula dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) ini.

RFID tag dewasa ini bahkan dianggap pengganti barcode karena sistem dan cara kerjanya lebih efektif dibandingkan barcode. Selain itu, teknologi ini juga menawarkan lebih banyak keuntungan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan teknologi RFID ini.

  1. Lebih Hemat Waktu

Kelebihan pertama dari teknologi ini adalah lebih efektif. Hal tersebut karena cara kerja teknologi ini sudah mampu membaca hingga ratusan id dalam satu waktu. Berbeda dengan barcode yang harus melakukan pembacaan satu per satu sehingga dianggap kurang efektif.

  1. Pembacaan Lebih Mudah Dibandingkan Sistem Manual

Jika dibandingkan dengan barcode atau sistem manual, teknologi ini dianggap lebih efektif dan lebih mudah pembacaannya. Hal tersebut karena RFID tag bisa terbaca bahkan ketika hanya lewat atau berada di dekat Reader RFID. Bahkan, ketika tertutup objek lain seperti berada di dalam wadah atau tertutup karton, tag bisa tetap terbaca.

  1. Lebih Tahan Lama

RFID tag ini lebih unggul dari aspek ketahanannya. RFID tag lebih tahan air dan gesekan. Hal ini dianggap lebih menguntungkan sebab saat digunakan, sebelum dimasukkan ke dalam objek, chip harus dimasukkan ke dalam plastic lalu baru dimasukkan ke dalam objeknya.

Selain kelebihan yang sudah disebutkan sebelumnya, teknologi ini tetap memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan yang masih menjadi kendala adalah harganya yang masih terbilang mahal.

Namun hal ini sudah bukan lagi masalah besar, karena beberapa waktu belakangan peralatan dan tagnya sudah bisa didapatkan dengan harga lebih terjangkau.

Contoh Aplikasi & Penggunaan RFID

contoh RFID

Teknologi RFID nyatanya memberikan banyak manfaat yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang kehidupan. Contoh penggunaan dan aplikasi RFID dalam kehidupan sehari-hari yang paling familiar adalah di supermarket untuk mengidentifikasi saat belanja.

Satu lagi contoh yang paling sering dijumpai dari rangkaian elektronika pada penggunaan teknologi RFID ini adalah pada sistem pembayaran tol tanpa kontak langsung. Dengan menggunakan teknologi ini, pembayaran jadi lebih cepat, efektif dan tidak perlu adanya kontak langsung.

Info Elektronika Lainnya :
Pengertian dan Jenis Trafo Pengertian dan Jenis Dioda
Pengertian dan Contoh PWM Pengertian dan Jenis Relay

Adanya teknologi RFID adalah solusi untuk efektifitas identifikasi yang bisa diaplikasikan di berbagai bidang kehidupan. Dari penjelasan wikielektronika di atas kini Anda sudah tahu mengapa teknologi ini menjadi teknologi yang bisa menjadi solusi identifikasi yang efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *