Perbedaan Alat Ukur Baku dan Tidak Baku [+Contoh]

7 min read

Meskipun tidak memiliki standar yang ketat, alat ukur tidak baku masih berguna dalam pengukuran yang sederhana atau kasual.

Karakteristik

Karakteristik Alat Ukur Baku

Alat ukur baku memiliki karakteristik yang membedakannya dari alat ukur tidak baku. Berikut adalah penjelasan secara rinci tentang karakteristiknya:

  • Akurasi Tinggi

Alat ukur baku ditandai dengan akurasi yang tinggi dalam memberikan hasil pengukuran. Akurasi ini diperoleh melalui proses kalibrasi yang ketat, di mana alat diperbandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan akurasi yang tinggi, alat ukur baku memberikan hasil pengukuran yang mendekati nilai yang sebenarnya.

  • Konsistensi

Alat ukur baku memberikan hasil pengukuran yang konsisten setiap kali digunakan, sehingga memungkinkan perbandingan yang adil dan objektif. Alat ukur baku umumnya lebih tahan lama dan dapat diandalkan dalam jangka waktu yang lama.

  • Reproduktibilitas

Alat ukur baku memiliki reproduktibilitas yang baik, artinya alat tersebut mampu memberikan hasil pengukuran yang konsisten ketika digunakan berulang kali dalam kondisi yang sama. Hasil pengukuran yang konsisten ini memungkinkan analisis yang lebih akurat dan evaluasi yang lebih baik terhadap data yang diperoleh.

  • Presisi

Alat ukur baku juga memiliki presisi yang tinggi. Presisi mengacu pada tingkat ketelitian atau tingkat perbedaan antara hasil pengukuran yang berdekatan. Alat ukur baku mampu memberikan hasil pengukuran yang lebih presisi, sehingga memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dan mendalam.

  • Linearitas

Alat ukur baku biasanya memiliki karakteristik linearitas yang baik. Artinya, alat tersebut mampu memberikan respons yang proporsional terhadap besaran yang diukur. Hal ini memungkinkan pengguna untuk melakukan perhitungan dan estimasi dengan lebih akurat, terutama dalam pengukuran yang melibatkan hubungan linier antara variabel yang diukur.

  • Stabilitas

Alat ukur baku cenderung memiliki stabilitas yang baik dalam jangka waktu yang lama. Stabilitas ini berarti bahwa alat tersebut mampu mempertahankan kinerja dan karakteristiknya seiring berjalannya waktu, tanpa mengalami perubahan signifikan yang dapat mempengaruhi akurasi dan presisinya. Dalam beberapa kasus, stabilitas ini dapat dijaga melalui proses pemeliharaan dan kalibrasi berkala.

  • Traceability

Salah satu karakteristik penting dari alat ukur baku adalah adanya traceability atau jejak kalibrasi yang terdokumentasi. Artinya, alat tersebut dapat dilacak kembali ke standar nasional atau internasional yang telah terkalibrasi secara akurat.

Traceability ini memberikan kepastian bahwa alat tersebut telah melewati proses kalibrasi yang sah dan dapat diandalkan.

  • Memiliki Acuan Standar

Alat ukur baku harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dengan karakteristik-karakteristik ini, alat ukur baku memberikan keuntungan dalam hal akurasi, reproduktibilitas, presisi, linearitas, stabilitas, dan traceability.

Hal ini penting terutama dalam pengukuran yang memerlukan tingkat keakuratan yang tinggi, seperti dalam industri manufaktur, laboratorium, atau bidang ilmiah.

Karakteristik Alat Ukur Tidak Baku

Alat ukur tidak baku memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari alat ukur baku. Berikut adalah beberapa karakteristik yang umumnya dimilikinya:

  • Tidak Terkalibrasi

Alat ukur tidak baku umumnya tidak melalui proses kalibrasi yang ketat. Kalibrasi adalah proses untuk memastikan bahwa alat ukur memberikan hasil pengukuran yang akurat sesuai dengan standar yang ditetapkan. Karena tidak melalui proses kalibrasi, alat ukur tidak baku tidak dapat dijamin tingkat keakuratannya.

  • Tidak Konsisten

Alat ukur tidak baku cenderung kurang dapat diandalkan dalam jangka waktu yang lama. Kemampuan alat ini untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten dan kembali ke titik awal yang sama setelah digunakan dapat diragukan. Ini dapat menyebabkan kesulitan dalam membandingkan data atau melakukan pengukuran yang konsisten.

  • Desain Sederhana

Alat ukur tidak baku seringkali memiliki desain yang sederhana dan tidak rumit. Desain ini dapat mengurangi biaya produksi, namun juga dapat mempengaruhi tingkat akurasi dan keandalan alat tersebut. Desain yang kurang presisi dan tidak terstandarisasi dapat menyebabkan kesalahan dalam hasil pengukuran.

  • Kualitas Material yang Rendah

Alat ukur tidak baku mungkin menggunakan material yang lebih murah dan kurang berkualitas. Hal ini dapat mempengaruhi keawetan dan keandalan alat. Bahan yang kurang tahan lama atau mudah rusak dapat menyebabkan ketidakstabilan dan kesalahan dalam pengukuran.

  • Ketidakpastian

Penggunaan alat ukur tidak baku juga dapat menyebabkan ketidakpastian dalam hasil pengukuran. Ketidakpastian ini dapat timbul karena variasi dalam pembacaan alat, kesalahan manusia dalam penggunaan, atau ketidakpresisian alat itu sendiri. Hal ini dapat mengurangi tingkat kepercayaan terhadap hasil pengukuran yang diperoleh.

Meskipun alat ukur tidak baku memiliki karakteristik ini, mereka masih dapat digunakan dalam pengukuran yang lebih umum atau dalam konteks yang tidak memerlukan tingkat akurasi yang tinggi.

Namun, jika tingkat keakuratan, keandalan, dan konsistensi yang tinggi diperlukan, lebih disarankan untuk menggunakan alat ukur baku yang telah melewati proses kalibrasi dan sertifikasi.

Contoh

Contoh Alat Ukur Baku

contoh alat ukur baku

Berikut berbagai macam contoh alat alat ukur baku yang telah melewati proses kalibrasi dan sertifikasi sehingga dapat diandalkan dalam memberikan hasil pengukuran yang akurat dan presisi:

  • Mikrometer

Mikrometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur ketebalan atau diameter dengan presisi tinggi. Alat ini biasanya digunakan dalam industri manufaktur dan laboratorium untuk pengukuran yang sangat akurat.

  • Termometer Standar

Termometer standar adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur suhu. Alat ini telah dikalibrasi secara akurat dan dapat memberikan hasil pengukuran suhu yang dapat diandalkan.

  • Voltmeter

Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik. Alat ini biasanya digunakan dalam bidang elektronik untuk memonitor dan mengukur tegangan pada rangkaian listrik.

  • Amperemeter

Amperemeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur arus listrik. Alat ini membantu dalam mengukur jumlah arus yang mengalir melalui suatu sirkuit listrik.

  • Stopwatch

Stopwatch adalah alat ukur waktu yang digunakan untuk mengukur durasi atau interval waktu dengan presisi tinggi. Alat ini sering digunakan dalam olahraga, penelitian, dan kegiatan yang memerlukan pengukuran waktu yang akurat.

  • pH Meter

pH Meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan. Alat ini membantu dalam menentukan pH larutan dengan tingkat akurasi yang tinggi.

  • Jangka Sorong

Jangka Sorong adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang atau jarak dengan presisi tinggi. Alat ini biasanya terbuat dari logam dan memiliki skala yang akurat.

  • Timbangan Laboratorium

Timbangan laboratorium adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa benda dengan presisi tinggi. Alat ini sering digunakan dalam laboratorium kimia, farmasi, dan industri lainnya.

  • Sikrometer

Sikrometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kepadatan relatif cairan. Alat ini umumnya digunakan dalam industri minuman, pertanian, dan laboratorium untuk mengukur kepekatan suatu larutan.

  • Goniometer

Goniometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur sudut dalam bidang geometri. Alat ini membantu dalam mengukur sudut dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Contoh Alat Ukur Tidak Baku

contoh alat ukur tidak baku

Dibawah ini merupakan contoh alat-alat ukur tidak baku yang umumnya digunakan untuk keperluan sehari-hari di mana tingkat akurasi yang sangat tinggi tidak diperlukan:

  • Pita Pengukur

Pita pengukur adalah alat ukur tidak baku yang terbuat dari bahan fleksibel seperti kain atau plastik. Meskipun dapat memberikan perkiraan panjang atau jarak, pita pengukur tidak dikalibrasi secara akurat dan tidak memberikan tingkat akurasi yang tinggi.

  • Langkah Kaki

Langkah kaki adalah alat ukur yang menggunakan panjang langkah seseorang sebagai acuan. Ini adalah jarak yang ditempuh saat seseorang melangkah dari satu kaki ke kaki lainnya. Namun, ukuran langkah kaki dapat bervariasi antara individu karena faktor seperti tinggi badan dan kebiasaan berjalan.

  • Jengkal Tengan

Jengkal tengan adalah alat ukur yang menggunakan panjang lengan dari siku hingga ujung jari tengah sebagai referensi. Jengkal tengan biasanya digunakan dalam konteks budaya atau tradisi tertentu dan tidak memiliki ukuran yang standar atau konsisten.

  • Posisi Matahari

Posisi matahari dapat digunakan sebagai alat ukur tidak baku dalam mengukur waktu, khususnya dalam metode pengukuran waktu seperti jam matahari. Dalam jam matahari, bayangan yang dihasilkan oleh matahari digunakan untuk memperkirakan waktu, dengan mengamati perubahan posisi bayangan seiring berjalannya waktu.

  • Punggung Tangan

Punggung tangan digunakan dalam beberapa konteks sebagai referensi ukuran. Misalnya, panjang dari pergelangan tangan hingga ujung jari tengah punggung tangan dapat digunakan sebagai acuan ukuran dalam situasi yang informal atau tidak memerlukan tingkat akurasi yang tinggi.

  • Jam Pasir

Jam pasir adalah alat ukur waktu yang menggunakan pasir yang mengalir dari satu bagian ke bagian lain sebagai penghitung waktu. Namun, jam pasir tidak memberikan pengukuran waktu yang akurat, tetapi lebih digunakan sebagai indikasi kasar atau penghitung waktu dalam jangka pendek.

  • Depa

Depa adalah alat ukur yang digunakan dalam tradisi atau kebudayaan tertentu. Satu depa setara dengan panjang tangan dari ujung jari tengah hingga ujung jari tengah sebelah lainnya saat kedua tangan terbuka selebar mungkin.

Penggunaan depa umumnya berdasarkan pada ukuran tubuh individu dan tidak memiliki standar yang konsisten.

  • Hasta Lengan

Hasta lengan adalah alat ukur tidak baku yang menggunakan panjang lengan seseorang sebagai acuan. Biasanya, hasta lengan merujuk pada jarak dari siku hingga ujung jari tengah saat lengan diulurkan ke depan. Namun, seperti alat ukur tidak baku lainnya, hasta lengan tidak memiliki standar yang konsisten.

  • Gelas/Cangkir

Gelas atau cangkir dapat digunakan dalam pengukuran volume atau kapasitas cairan. Meskipun tidak seakurat alat ukur baku seperti labu takar, penggunaan gelas atau cangkir dapat memberikan perkiraan volume atau kapasitas cairan dalam situasi informal.

  • Tang Ampere

Ampere tang adalah alat ukur tidak baku yang digunakan untuk mengukur arus listrik tanpa memutus sirkuit. Meskipun dapat memberikan indikasi arus, ampere tang tidak selalu memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan dapat memiliki ketidakpastian dalam hasil pengukuran.

  • Tongkat Kayu

Tongkat kayu adalah alat ukur tidak baku yang sering digunakan dalam situasi di mana perlu mengukur jarak atau kedalaman yang sulit dijangkau.

Galih Wsk Dengan pengetahuan dan keahliannya yang mendalam di bidang elektro dan statistik, Galish WSK alumni pascasarjana ITS Surabaya kini mendedikasikan dirinya untuk berbagi pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang perkembangan terkini di bidang statistika dan elektronika via wikielektronika.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page