R Tabel PDF dan Uji Validitas

Posted on

Distribusi Nilai R Tabel df 1-200 pdf ☑️ dan contoh soal menghitung r tabel uji validitas product moment dengan SPSS & Excel☑️

Untuk Anda yang sedang belajar statistika tentu sudah tidak asing dengan rumus R. ia sering digunakan dalam bentuk R Tabel dan menjadi media yang tepat untuk melakukan berbagai macam perhitungan.

Tabel R memiliki hubungan dengan tabel t, maka sebelum memperlajari tabel R ini, saran kami anda juga pelajari terlebih dahulu materi tentang T tabel yang bisa anda simak kembali melalui tautan diatas.

Kalau Anda tertarik dengan materi dan tema mengenai uji validitas R tabel, cara menghitung tabel R, cara membaca R tabel dan Menghitung R tabel dengan SPSS, berikut adalah pengertian dan penjelasan lengkapnya

Apa itu R Tabel?

r tabel adalah

R Tabel adalah tabel dengan model angka yang digunakan untuk menguji berbagai kemungkinan hasil validitas instrumen penelitian. Uji yang dipakai adalah uji validitas, sehingga termasuk dalam aspek penting dalam instrument penelitian.

Tim wikielektronika.com akan menjelaskan terlebih dahulu tentang kriteria yang akan digunakan untuk pengujian tersebut, yaitu mengacu kepada (rumus df = n – 2) dengan sig 5%.

Ketentuan hasil akhirnya adalah apabila r hitung lebih dari R tabel maka item pertanyaan dikatakan valid, dan sebaliknya jika r hitung kurang dari R tabel maka dikatakan item tidak valid atau r hitung didapatkan dari hasil pengujian dengan spss sedangkan R tabel didapatkan dari tabel R.

Pengertian R Tabel Menurut Para Ahli :

Untuk Anda yang menggunakan tabel ini, maka penelitian yang dilakukan adalah penelitian dengan model kuantitatif. Banyak ahli yang memberikan pengertian terkait dengan r tabel uji validitas ini, diantaranya adalah:

  1. Sudajana, yang mengatakan bahwa validitas menjadi alat yang digunakan untuk menilai suatu konsep sehingga betul sesuai dengan nilai yang dimiliki.
  2. Surybrata memberikan penjelasan mengenai materi tersebut, bahwa ia merupakan suatu deraja yang difungsikan untuk pengukuran suatu tes atau derajat kecermatan.
  3. Arikunti juga menjelaskan validitas sebagai suatu ukuran yang menjadi representasi dari tingkat keahlian sebuah alat tes atau penelitian.

Fungsi R Tabel :

Setelah mengetahui pengertian dari R Tabel, berikut merupakan fungsi dari materi dan topik dengan tema tersebut. Materi R dimaksudkan untuk menjadi penguji suatu validalitas, yang merupakan sebuah instrument penelitian yang cukup kompeten dan layak untuk digunakan.

Validitas sendiri merupakan suatu standar yang digunakan untuk mengukur dan menetapkan suatu interpretasi yang sudah didapatkan. Interpretasi tersebut didapatkan berdasarkan dari prosedur evaluasi yang sesuai dengan tujuan pengukurannya.

Rumus R Tabel

Untuk mendapatkan perhitungan dengan proses yang sesuai dengan realita, Anda membutuhkan rumus yang sesuai dengan fungsi atau teori yang dipakai. Untuk melakukan distribusi nilai r tabel, maka rumus yang Anda perlukan adalah sebagai berikut:

Df = n – 2

Untuk memudahkan penjelasan, berikut adalah pengertian dari rumus R Tabel berikut, sehingga perhitungannya mudah dilakukan.

  • Df merupakan degree of freedom, nilai yang nantinya akan didapatkan setelah melakukan perhitungan menggunakan rumus tabel R.
  • N merupakan jumlah yang digunakan sebagai sampel untuk melakukan perhitungan tabel dan materi R tersebut.

Untuk mendapatkan hasil yang signifikan, maka Anda diharuskan untuk mendapatkan presentasi perhitungan terlebih dahulu sebelum mencari nilai R tabel tersebut.

Perhatikan Ilustrasi Perhitungan R Tabel Product Moment dibawah ini :

r tabel product moment
r tabel product moment

Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan sebanyak 30 sampel untuk menentukan atau menguji hasil uji validitas instrumen pada penelitian r tabel product moment. karena penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pendidikan, maka taraf signifikansi yang peulis gunakan adalah yang 5%.

Dari data r  tabel product moment tersebut dapat kita peroleh berpa nilai R tabel yang harus kita gunakan untuk menguji hasil uji validitas pada instrumen df = 30 – 2 = 28.

Jika kita  melihat tabel, pada df atau N 28 dengan taraf signifikan sebesar 5% diperoleh nilai R tabel sebesar 0,374 sedangkan untuk taraf signifikan 1% diperoleh R tabel 0,478.

Selanjutnya, nilai R tabel yang telah kita ketahui ini digunakan sebegai landasan apakah butir-butir instrumen yang telah di buat sudah valid ataukah belum dengan melihat selisih antara nilai R hitung dengan R tabel.

Apabila nilai R hitung lebih besar dari pada nilai R tabel maka item pada instrumen soal tersebut dikatakan valid. Sedangkan apabila nilai Rhitung lebih kecil dari pada R tabel maka item pada instrumen soal tersebut dikatakan tidak valid.

Cara Menghitung R Tabel dengan SPSS

Tabel R digunakan dalam rangka pengujian statistik, misalnya untuk pengujian validitas konstruk. Tabel R ini biasanya terdapat pada lampiran buku-buku statistika, namun demeikian, biasanya tidak setiap niali R untuk setiap derajat bebas yang dicantumlan.

Oleh karenanya, kita sering kesulitan mennetukan nilai R tabel ketika derajat bebas yang diinginkan tidak tercantum dalam tabel tersebut. Untuk mengatasinya, tabel R dapat dihitung dengan Program Microsoft Office Excel. Meskipun demikian, tabel R juga dapat di hitung dengan SPPS.

Untuk menghitung nilai R tabel harus terlebih dahulu menghitung nilai T tabel. Hal ini karena nilai T tabel dihasilkan dari rumus sebagai berikut:

rumus r tabel spss

Dimana :

r = nilai R tabel

t = nilai Ttabel

df = derajat bebas

Berdasarkan rumus tersebut, maka pada SPSS dilakukan tahapan sebagai berikut:

  1. Buka program SPSS, kemudian buat variabel baru dengan nama misalnya nama variabelnya adalah df.
  2. Kemudian isikan nilai derajat bebas (df) pada variabel tersebut. Sesuai dengan keinginan Anda muali dari 1 sampau berapapun. Lihat contoh pada gamabrberikut, misalnya dari df 1 -5
  3. Setelah itu klik Transform kemudian Compute Variable. Akan muncul menu kotak Target Variable
  4. Isi kota target variable, isikan nama variabel untuk nilai t tabel yang di hitung. Misalnya dalam contoh diatas diberi nama t_0.05 (karena ingin menghitung T tabel dengan taraf signifikasi 5%)
  5. Pada kotak isian Numeric Expression : isikan rumus berikut : IDF.T (0.95, df)
  6. Pada rumus diatas, angka pertama dalam kurung sebelum tanda koma yaitu 0.95 adalah tingkat atau taraf keyakinan (level of condidence). Taraf keyakinan ini = 1 – alpha ini adalah tingkat atau taraf signifikansi =5% (0.05), maka di isi pada rumus tersebut 1 – 0.05 = 0.95.
  7. Selanjutnya pada rumus diatas, setelah tanda koma adalah nama variabel tempat penyimpanan nilai derajat bebas yang telah dituliskan sebelumnya. Karena nama variabel yang di buat sebelumnya adalah df, maka tulis df pada rumus tersebut.
  8. Setelah itu klik OK, maka akan muncul hasilnya, setelah mendapatkan nilai T tabel, skarang lanjutkan pada tahap berikutnya dengan kembali klik Transform kemudian Compute Variable. Akan muncul tampilan seperti pada tahapan 3. Tetapi sekarang pada kotak isian target variable untuk nilai R table yang akan di hitung. Misalnya sebagai contoh di beri nama R_0.05. selanjutnya pada kotak isian Numeric Expression isikan rumus berikut: t_0.05 / SQRT (df + t_0.05**2)
  9. Setelah itu klik OK, maka akan muncul hasilnya. Hasilnya memberikan nilai R tabel pada kolom di samping nilai T tabel. Selnjutnya, tahapan=tahapan yang dijelaskan sebelum ini pada dasarnya juga dapat dipersingkat dengan cara menggabungkan kedua rumus tersebut sehingga lebih praktis.

Contoh Soal Sederhana Menghitung R Tabel :

Agar Anda lebih mudah memahami materi tersebut, akan lebih baik jika Anda menggunakan contoh soal. Contoh soal yang digunakan ini akan membantu Anda mendapatkan pemahaman dengan lebih cepat sebab Anda akan langsung melakukan praktik perhitungan.

  • Diketahui, bahwa penelitian menggunakan 100 sampel untuk menentukan uji validitas. Sedangkan taraf signifikasi yang digunakan untuk penelitian tersebut berjumlah 5 persen.
  • Ditanyakan, berapa nilai dan cara menghitung r table tersebut agar mendapatkan validitas yang benar?
  • Dijawab, df adalah 100, yang diambil menggunakan sampel, kemudian masukkan rumus yang telah dimiliki sebelumnya, yakni: 100 – 2 = 98.

Nantinya akan terdapat penjelasan mengenai perhitungan yang lebih lengkap menggunakan tabel yang sudah disepakati. Cara membaca r tabel juga cukup mudah, Anda hanya perlu membuka tabel yang sudah dimiliki dan melakukan penyocokan perhitungan menggunakan tabel tersebut.

Distribusi Nilai R Tabel

distribusi nilai r tabel
Distribusi nilai r tabel signifikansi 5% & 1 %

Anda bisa mendapatkan materi distribusi nilai r tabel lebih lengkap dengan melakukan download r tabel pdf yang bisa ditemukan dengan mudah melalui media internet.

Namun untuk memudahkannya, berikut kami tampilkan daftar R tabel df 1-200 yang kami rangkum dari sumber junaidichaniago.wordpress.com.

  • R Tabel df 1-50
 

 

df = (N-2)

Tingkat signifikansi uji satu arah
0.05 0.025 0.01 0.005 0.0005
Tingkat signifikansi uji dua arah
0.1 0.05 0.02 0.01 0.001
1 0.9877 0.9969 0.9995 0.9999 1.0000
2 0.9000 0.9500 0.9800 0.9900 0.9990
3 0.8054 0.8783 0.9343 0.9587 0.9911
4 0.7293 0.8114 0.8822 0.9172 0.9741
5 0.6694 0.7545 0.8329 0.8745 0.9509
6 0.6215 0.7067 0.7887 0.8343 0.9249
7 0.5822 0.6664 0.7498 0.7977 0.8983
8 0.5494 0.6319 0.7155 0.7646 0.8721
9 0.5214 0.6021 0.6851 0.7348 0.8470
10 0.4973 0.5760 0.6581 0.7079 0.8233
11 0.4762 0.5529 0.6339 0.6835 0.8010
12 0.4575 0.5324 0.6120 0.6614 0.7800
13 0.4409 0.5140 0.5923 0.6411 0.7604
14 0.4259 0.4973 0.5742 0.6226 0.7419
15 0.4124 0.4821 0.5577 0.6055 0.7247
16 0.4000 0.4683 0.5425 0.5897 0.7084
17 0.3887 0.4555 0.5285 0.5751 0.6932
18 0.3783 0.4438 0.5155 0.5614 0.6788
19 0.3687 0.4329 0.5034 0.5487 0.6652
20 0.3598 0.4227 0.4921 0.5368 0.6524
21 0.3515 0.4132 0.4815 0.5256 0.6402
22 0.3438 0.4044 0.4716 0.5151 0.6287
23 0.3365 0.3961 0.4622 0.5052 0.6178
24 0.3297 0.3882 0.4534 0.4958 0.6074
25 0.3233 0.3809 0.4451 0.4869 0.5974
26 0.3172 0.3739 0.4372 0.4785 0.5880
27 0.3115 0.3673 0.4297 0.4705 0.5790
28 0.3061 0.3610 0.4226 0.4629 0.5703
29 0.3009 0.3550 0.4158 0.4556 0.5620
30 0.2960 0.3494 0.4093 0.4487 0.5541
31 0.2913 0.3440 0.4032 0.4421 0.5465
32 0.2869 0.3388 0.3972 0.4357 0.5392
33 0.2826 0.3338 0.3916 0.4296 0.5322
34 0.2785 0.3291 0.3862 0.4238 0.5254
35 0.2746 0.3246 0.3810 0.4182 0.5189
36 0.2709 0.3202 0.3760 0.4128 0.5126
37 0.2673 0.3160 0.3712 0.4076 0.5066
38 0.2638 0.3120 0.3665 0.4026 0.5007
39 0.2605 0.3081 0.3621 0.3978 0.4950
40 0.2573 0.3044 0.3578 0.3932 0.4896
41 0.2542 0.3008 0.3536 0.3887 0.4843
42 0.2512 0.2973 0.3496 0.3843 0.4791
43 0.2483 0.2940 0.3457 0.3801 0.4742
44 0.2455 0.2907 0.3420 0.3761 0.4694
45 0.2429 0.2876 0.3384 0.3721 0.4647
46 0.2403 0.2845 0.3348 0.3683 0.4601
47 0.2377 0.2816 0.3314 0.3646 0.4557
48 0.2353 0.2787 0.3281 0.3610 0.4514
49 0.2329 0.2759 0.3249 0.3575 0.4473
50 0.2306 0.2732 0.3218 0.3542 0.4432
  • R Tabel df 51-100
 

 

df = (N-2)

Tingkat signifikansi uji satu arah
0.05 0.025 0.01 0.005 0.0005
Tingkat signifikansi uji dua arah
0.1 0.05 0.02 0.01 0.001
51 0.2284 0.2706 0.3188 0.3509 0.4393
52 0.2262 0.2681 0.3158 0.3477 0.4354
53 0.2241 0.2656 0.3129 0.3445 0.4317
54 0.2221 0.2632 0.3102 0.3415 0.4280
55 0.2201 0.2609 0.3074 0.3385 0.4244
56 0.2181 0.2586 0.3048 0.3357 0.4210
57 0.2162 0.2564 0.3022 0.3328 0.4176
58 0.2144 0.2542 0.2997 0.3301 0.4143
59 0.2126 0.2521 0.2972 0.3274 0.4110
60 0.2108 0.2500 0.2948 0.3248 0.4079
61 0.2091 0.2480 0.2925 0.3223 0.4048
62 0.2075 0.2461 0.2902 0.3198 0.4018
63 0.2058 0.2441 0.2880 0.3173 0.3988
64 0.2042 0.2423 0.2858 0.3150 0.3959
65 0.2027 0.2404 0.2837 0.3126 0.3931
66 0.2012 0.2387 0.2816 0.3104 0.3903
67 0.1997 0.2369 0.2796 0.3081 0.3876
68 0.1982 0.2352 0.2776 0.3060 0.3850
69 0.1968 0.2335 0.2756 0.3038 0.3823
70 0.1954 0.2319 0.2737 0.3017 0.3798
71 0.1940 0.2303 0.2718 0.2997 0.3773
72 0.1927 0.2287 0.2700 0.2977 0.3748
73 0.1914 0.2272 0.2682 0.2957 0.3724
74 0.1901 0.2257 0.2664 0.2938 0.3701
75 0.1888 0.2242 0.2647 0.2919 0.3678
76 0.1876 0.2227 0.2630 0.2900 0.3655
77 0.1864 0.2213 0.2613 0.2882 0.3633
78 0.1852 0.2199 0.2597 0.2864 0.3611
79 0.1841 0.2185 0.2581 0.2847 0.3589
80 0.1829 0.2172 0.2565 0.2830 0.3568
81 0.1818 0.2159 0.2550 0.2813 0.3547
82 0.1807 0.2146 0.2535 0.2796 0.3527
83 0.1796 0.2133 0.2520 0.2780 0.3507
84 0.1786 0.2120 0.2505 0.2764 0.3487
85 0.1775 0.2108 0.2491 0.2748 0.3468
86 0.1765 0.2096 0.2477 0.2732 0.3449
87 0.1755 0.2084 0.2463 0.2717 0.3430
88 0.1745 0.2072 0.2449 0.2702 0.3412
89 0.1735 0.2061 0.2435 0.2687 0.3393
90 0.1726 0.2050 0.2422 0.2673 0.3375
91 0.1716 0.2039 0.2409 0.2659 0.3358
92 0.1707 0.2028 0.2396 0.2645 0.3341
93 0.1698 0.2017 0.2384 0.2631 0.3323
94 0.1689 0.2006 0.2371 0.2617 0.3307
95 0.1680 0.1996 0.2359 0.2604 0.3290
96 0.1671 0.1986 0.2347 0.2591 0.3274
97 0.1663 0.1975 0.2335 0.2578 0.3258
98 0.1654 0.1966 0.2324 0.2565 0.3242
99 0.1646 0.1956 0.2312 0.2552 0.3226
100 0.1638 0.1946 0.2301 0.2540 0.3211
  • R Tabel df 101-150
 

 

df = (N-2)

Tingkat signifikansi uji satu arah
0.05 0.025 0.01 0.005 0.0005
Tingkat signifikansi uji dua arah
0.1 0.05 0.02 0.01 0.001
101 0.1630 0.1937 0.2290 0.2528 0.3196
102 0.1622 0.1927 0.2279 0.2515 0.3181
103 0.1614 0.1918 0.2268 0.2504 0.3166
104 0.1606 0.1909 0.2257 0.2492 0.3152
105 0.1599 0.1900 0.2247 0.2480 0.3137
106 0.1591 0.1891 0.2236 0.2469 0.3123
107 0.1584 0.1882 0.2226 0.2458 0.3109
108 0.1576 0.1874 0.2216 0.2446 0.3095
109 0.1569 0.1865 0.2206 0.2436 0.3082
110 0.1562 0.1857 0.2196 0.2425 0.3068
111 0.1555 0.1848 0.2186 0.2414 0.3055
112 0.1548 0.1840 0.2177 0.2403 0.3042
113 0.1541 0.1832 0.2167 0.2393 0.3029
114 0.1535 0.1824 0.2158 0.2383 0.3016
115 0.1528 0.1816 0.2149 0.2373 0.3004
116 0.1522 0.1809 0.2139 0.2363 0.2991
117 0.1515 0.1801 0.2131 0.2353 0.2979
118 0.1509 0.1793 0.2122 0.2343 0.2967
119 0.1502 0.1786 0.2113 0.2333 0.2955
120 0.1496 0.1779 0.2104 0.2324 0.2943
121 0.1490 0.1771 0.2096 0.2315 0.2931
122 0.1484 0.1764 0.2087 0.2305 0.2920
123 0.1478 0.1757 0.2079 0.2296 0.2908
124 0.1472 0.1750 0.2071 0.2287 0.2897
125 0.1466 0.1743 0.2062 0.2278 0.2886
126 0.1460 0.1736 0.2054 0.2269 0.2875
127 0.1455 0.1729 0.2046 0.2260 0.2864
128 0.1449 0.1723 0.2039 0.2252 0.2853
129 0.1443 0.1716 0.2031 0.2243 0.2843
130 0.1438 0.1710 0.2023 0.2235 0.2832
131 0.1432 0.1703 0.2015 0.2226 0.2822
132 0.1427 0.1697 0.2008 0.2218 0.2811
133 0.1422 0.1690 0.2001 0.2210 0.2801
134 0.1416 0.1684 0.1993 0.2202 0.2791
135 0.1411 0.1678 0.1986 0.2194 0.2781
136 0.1406 0.1672 0.1979 0.2186 0.2771
137 0.1401 0.1666 0.1972 0.2178 0.2761
138 0.1396 0.1660 0.1965 0.2170 0.2752
139 0.1391 0.1654 0.1958 0.2163 0.2742
140 0.1386 0.1648 0.1951 0.2155 0.2733
141 0.1381 0.1642 0.1944 0.2148 0.2723
142 0.1376 0.1637 0.1937 0.2140 0.2714
143 0.1371 0.1631 0.1930 0.2133 0.2705
144 0.1367 0.1625 0.1924 0.2126 0.2696
145 0.1362 0.1620 0.1917 0.2118 0.2687
146 0.1357 0.1614 0.1911 0.2111 0.2678
147 0.1353 0.1609 0.1904 0.2104 0.2669
148 0.1348 0.1603 0.1898 0.2097 0.2660
149 0.1344 0.1598 0.1892 0.2090 0.2652
150 0.1339 0.1593 0.1886 0.2083 0.2643
  • R Tabel df 151-200
 

 

df = (N-2)

Tingkat signifikansi uji satu arah
0.05 0.025 0.01 0.005 0.0005
Tingkat signifikansi uji dua arah
0.1 0.05 0.02 0.01 0.001
151 0.1335 0.1587 0.1879 0.2077 0.2635
152 0.1330 0.1582 0.1873 0.2070 0.2626
153 0.1326 0.1577 0.1867 0.2063 0.2618
154 0.1322 0.1572 0.1861 0.2057 0.2610
155 0.1318 0.1567 0.1855 0.2050 0.2602
156 0.1313 0.1562 0.1849 0.2044 0.2593
157 0.1309 0.1557 0.1844 0.2037 0.2585
158 0.1305 0.1552 0.1838 0.2031 0.2578
159 0.1301 0.1547 0.1832 0.2025 0.2570
160 0.1297 0.1543 0.1826 0.2019 0.2562
161 0.1293 0.1538 0.1821 0.2012 0.2554
162 0.1289 0.1533 0.1815 0.2006 0.2546
163 0.1285 0.1528 0.1810 0.2000 0.2539
164 0.1281 0.1524 0.1804 0.1994 0.2531
165 0.1277 0.1519 0.1799 0.1988 0.2524
166 0.1273 0.1515 0.1794 0.1982 0.2517
167 0.1270 0.1510 0.1788 0.1976 0.2509
168 0.1266 0.1506 0.1783 0.1971 0.2502
169 0.1262 0.1501 0.1778 0.1965 0.2495
170 0.1258 0.1497 0.1773 0.1959 0.2488
171 0.1255 0.1493 0.1768 0.1954 0.2481
172 0.1251 0.1488 0.1762 0.1948 0.2473
173 0.1247 0.1484 0.1757 0.1942 0.2467
174 0.1244 0.1480 0.1752 0.1937 0.2460
175 0.1240 0.1476 0.1747 0.1932 0.2453
176 0.1237 0.1471 0.1743 0.1926 0.2446
177 0.1233 0.1467 0.1738 0.1921 0.2439
178 0.1230 0.1463 0.1733 0.1915 0.2433
179 0.1226 0.1459 0.1728 0.1910 0.2426
180 0.1223 0.1455 0.1723 0.1905 0.2419
181 0.1220 0.1451 0.1719 0.1900 0.2413
182 0.1216 0.1447 0.1714 0.1895 0.2406
183 0.1213 0.1443 0.1709 0.1890 0.2400
184 0.1210 0.1439 0.1705 0.1884 0.2394
185 0.1207 0.1435 0.1700 0.1879 0.2387
186 0.1203 0.1432 0.1696 0.1874 0.2381
187 0.1200 0.1428 0.1691 0.1869 0.2375
188 0.1197 0.1424 0.1687 0.1865 0.2369
189 0.1194 0.1420 0.1682 0.1860 0.2363
190 0.1191 0.1417 0.1678 0.1855 0.2357
191 0.1188 0.1413 0.1674 0.1850 0.2351
192 0.1184 0.1409 0.1669 0.1845 0.2345
193 0.1181 0.1406 0.1665 0.1841 0.2339
194 0.1178 0.1402 0.1661 0.1836 0.2333
195 0.1175 0.1398 0.1657 0.1831 0.2327
196 0.1172 0.1395 0.1652 0.1827 0.2321
197 0.1169 0.1391 0.1648 0.1822 0.2315
198 0.1166 0.1388 0.1644 0.1818 0.2310
199 0.1164 0.1384 0.1640 0.1813 0.2304
200 0.1161 0.1381 0.1636 0.1809 0.2298

Untuk anda yang ingin download R tabel pdf lengkap diatas, silahkan langsung saja anda download melalui tautan berikut ini : Download Tabel R

R Tabel Uji Validitas

uji validitas tabel R

Pengertian validitas adalah ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan suatu data instrumen. Menurut Notoatmodjo dalam teorinya menyebutkan bahwa sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat.

Menurut teori yang dipaparkan oleh Notoatmodjo (2005), sebuah uji validitas dengan metode kuesioner minimal memiliki responder berjumlah 20 orang.

Tujuannya adalah untuk memperoleh distribusi nilai hasil pengukuran yang mendekati normal. Responden yang digunakan uji coba sebaiknya yang memiliki ciri-ciri responden  yang sama dari tempat di mana  penelitian  tersebut dilakukan.

Kemudian menurut teori yang dituliskan oleh Sugiyono (2007), keputusan uji validitas dikatakan valid “Jika rhitung lebih besar dari rtabel”. Namun jika rhitung  lebih kecil daripada nilai rtabel maka variabel tersebut tidak valid.

Untuk menguji validitas suatu variabel, kita dapat menggunakan korelasi product moment dengan menggunakan rumus dibawah ini (Arikunto, 2006) :

rumus uji validitas
Rumus uji validitas

Dimana :

N  : jumlah teruji

R  : korelasi antara dua variabel yang dikorelasikan

X  : skor butir

Y  : skor total

Cara Uji Validitas R Tabel

Anda juga bisa melakukan perhitungan tabel dan materi ini dengan menggunakan R Tabel SPSS. Ini akan memudahkan Anda untuk melakukan perhitungan dengan cara yang lebih singkat, namun dengan hasil yang lebih akurat

Untuk melakukan perhitungan dengan cara tersebut, Anda juga bisa membaca materi akademik dengan judul: cara mencari r tabel yang bisa ditemukan di internet atau buku diktat pelajaran. Untuk melakukan perhitungan Uji R, maka Anda harus menggunakan uji korelasi linear.

Ada dua jenis hubungan korelasi linear, dan semuanya bisa digunakan sebagai cara menghitung r tabel yang sesuai dengan rumus dan validitas yang diinginkan. Kedua jenis korelasi tersebut adalah korelasi jenis person dan korelasi dari jenis spearman.

Berikut adalah interpretasi yang digunakan untuk menghitung validasinya. karena materi ini adalah materi yang cukup kompleks, Anda harus mengetahui perbedaan minus dan positifnya, antara lain:

  1. Jika nilai r positif, maka ia memiliki hubungan yang berbanding lurus. Maka akan terlihat bahwa semakin besar nilai x maka semakin besar pula nilai pada variable y.
  2. Apabila nilai r negative, maka hubungannya terbalik, bisa dilihat jika nilai variabel x besar, maka variabel y yang dimiliki cukup kecil.

Contoh Soal Uji Validitas R Tabel

R tabel uji validitas yang akan di bahas pada kasus ini adalah validnya sebuah item pertanyaan dalam kuesioner dengan jumlah responden atau jumlah data sebanyak 30. Maka dari itu R tabel validitasi, sesuai dengan rumus yang akan kita gunakan df = n – 2 maka akan menjadi df = 30 – 2 = 28 (df = 28). Perhatikan tabel dibawah ini :

r tabel uji validitas

Berdasarkan kriteria dengan ketentuan atau degree of freedom yang sudah di dapat (df = 28, dengan sig 5%) dan dengan melihat tabel R seperti gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai R tabel adalah 0,3610. Silahkan lihat ilustrasinya pada gambar di bawah ini (perhatikan kotak dengan garis warna orange):

r tabel uji validitas 1

Nah, dari penjelasan diatas dapatdisimpulkan bahwa tabel R adalah suatu tabel yang digunakan untuk menguji validitas instrumen penelitian. serta dalam menggunakan tabel R dapat dengan aplikasi SPSS seperti yang telah kami ilustrasikan diatas. Semoga informasi diatas dapat memudahkan Anda dalam memahami materi yang cukup kompleks tersebut.

5/5 - (1 vote)
Keyword :

rtabel uji validitas,tabel nilai uji r,tabel uji r

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang lagi hobi mempelajari Ilmu Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *