Materi Rangkaian Listrik LENGKAP

Posted on

Ulasan materi rangkaian listrik LENGKAP dengan gambar simbol & contoh soal☑️ 10 ciri dan perbedaan rangkaian seri, pararel & campuran☑️

Anda tentu membutuhkan listrik untuk berbagai keperluan, misalnya lampu penerang dan sumber daya alat elektronik. Agar berfungsi optimal dan lancar, listrik membutuhkan suatu sistem yang dinamakan rangkaian listrik.

Simak pembahasan mengenai pengertian, komponen, jenis, contoh soal, penerapan rangkaian listrik pada alat elektronika dan lainnya di bawah ini.

Pengertian Rangkaian Listrik

rangkaian listrik

Rangkaian listrik adalah komponen alat elektronika yang dirangkai yang disusun dengan tujuan untuk menghasilkan arus listrik. Contohnya adalah lampu senter yang menyala merupakan rangkaian terdiri dari baterai, kabel, dan lampu lalu diberi stop kontak.

Rangkaian tersebut adalah contoh tipe tertutup dimana listrik dan arusnya mengalir sesuai tujuan. Ada juga listrik terbuka misalnya petir yang tidak memiliki sistem sehingga berusaha mencari cara agar tetap berfungsi. Listrik seperti ini juga digunakan pada beberapa alat tetapi relatif semi tertutup.

Rumus Rangkaian Listrik

Rangkaian listrik seri dan paralel memiliki rumus yang saling berkaitan. Tiga komponen utama dari rumus tersebut adalah arus, tegangan, dan hambatan.

  • Arus

Rumus Kuat Arus R. Seri : I = I1 = I2 = I3 = I4 = I……..

Rumus Kuat Arus R. Paralel : I = I1 + I2 + I3 + I4 + I…….

Rangkaian listrik seri memiliki arus yang sama di setiap spot. Artinya, arus ini tidak berubah setelah masuk ke komponen seperti lampu dan kembali dengan nilai yang sama. Akan tetapi, listrik bercabang seperti paralel memiliki arus berbeda di setiap percabangan. Konsepnya adalah arus yang masuk dan keluar di awal serta akhir cadangan akan sama.

  • Tegangan

Rumus Tegangan R. Seri : V = V1 + V2 + V3 + V4

Rumus Tegangan R. Paralel : V = V1 = V2 = V3 = V4

Rumus untuk untuk tegangan arus seri adalah berbeda dan total merupakan akumulasi semua tegangan dari setiap komponen. Bagi yang memakai sistem paralel, arus yang berbeda maka tegangan adalah tetap di satu percabangan.

  •  Hambatan

Rumus Hambatan R. Seri : R = R1 + R2 + R3 + R4

Rumus Hambatan Total : 1/R = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/R4

Rumus hambatan adalah tegangan dibagi arus. Anda telah mengetahui arus di seri dan paralel serta tegangannya. Nilai hambatan cukup menyesuaikan dengan perhitungan yang sudah diterapkan. Contoh soal rangkaian listrik akan membantu untuk memahami konsep ini dengan baik.

Jenis & Komponen Rangkaian Listrik

jenis rangkaian listrik

Agar memahami lebih materi ini, Anda perlu mengerti  jenis rangkaian listrik. Bentuk dan konfigurasi rangkaian menentukan posisi komponen, perhitungan arus, dan lainnya. Dua tipe dasar rangkaian tersebut adalah rangkaian seri dan rangkaian pararel.

Komponen Listrik :

Sebagai sistem, rangkaian memiliki komponen yang saling berkaitan tetapi memiliki fungsi berbeda. Apabila disatukan, mereka akan memproduksi kerja listrik yang optimal sesuai tujuan.

  • Sumber listrik

Rangkaian listrik sederhana selalu berasal dari sumber yaitu baterai, aki, atau listrik pln. Baterai merupakan sumber listrik statis dan langsung. Elektron mengalir melalui kabel menuju komponen misalnya lampu lalu kembali lagi ke baterai sebagai sebuah siklus. Hal yang sama juga terjadi di aki dan listrik rumah.

  • Konduktor

Gambar rangkaian listrik selalu menunjukkan adanya kabel yang diwakilkan dengan simbol garis. Kabel merupakan contoh konduktor yaitu penghantar listrik. Agar sumber mampu memberikan energi ke komponen lain, keduanya harus tersambung dan konduktor berperan sebagai perantara. Tanpa konduktor, listrik akan terbuka dan bergerak bebas.

  • Electron

Rangkaian listrik tertutup yang baru saja dijelaskan akan menyambungkan semua komponen sehingga tidak ada yang terpisah atau lepas. Semuanya berada di satu alur dengan bantuan konduktor sebagai perantara.

Listrik sebenarnya adalah aliran elektron yang  bergerak dari kutub satu ke lainnya hingga mencapai kesetimbangan. Perbedaan electron inilah yang membuat listrik muncul dari baterai.

Rangkaian Seri

rangkaian seri

Rangkaian seri adalah sebuah rangkaian dengan komponen listrik yang disusun dan diletakkan secara sejajar / berderet. Rangkaian seri disusun melalui satu jalur listrik saja tanpa adanya percabangan.

Misalnya, baterai terhubung lampu lalu kembali ke baterai lagi. Ada juga dari baterai ke lampu 1 lalu lampu 2 dan ditutup dengan baterai di sisi berlawanan. Ini merupakan contoh bagaimana penerapan rangkaian tersebut secara sederhana.

Dengan mengerti rangkaian lampu seri, Anda dapat mengembangkannya ke komponen lain. Contohnya adalah resistor yang disusun seri atau lainnya tanpa cabang. Tipe rangkaian ini akan mengalirkan arus yang sama di tiap komponen tetapi tegangan berbeda.

Rangkaian listrik seri  disusun berurutan dari sumber, komponen, hingga balik lagi ke sumber. Contoh mudah adalah lampu senter dan bel rumah. Listrik mengalir setelah menekan stop kontak sehingga konduktor tersambung.

Baterai segera mengaliri listrik ke konduktor atau kabel lalu menuju lampu serta berpijar atau menyala karena energi. Setelah itu, listrik kembali bergerak dari lampu dengan konduktor berbeda menuju baterai di posisi kutub lain.

Gambar Rangkaian Seri

Berikut ini merupakan gambar rangkaian listrik seri:

contoh rangkaian seri

Rumus Rangkaian Seri

rumus rangkaian seri

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, rangkaian jenis ini merupakan rangkaian listrik yang komponen komponen penyusunnya disusun secara berderet dan melalui satu jalur aliran listrik saja. Secara sederhana rumus rangkaian seri dalah sebagai berikut :

Rs = R1 + R2 + R3 + R . . . . . .

Notes :
Rs = Hambatan Total Rangkaan Seri (Ω atau Ohm)
R1 = Hambatan Pertama (Ω atau Ohm)
R2 = Hambatan Kedua (Ω atau Ohm)
R3 = Hambatan Ketiga (Ω atau Ohm)

Komponen Rangkaian Seri :

gambar rangkaian seri
Via : RuangGuru.com

Dari rumus dasar diatas, didapatkan bahwa rumus rangkaian seri memiliki tiga komponen utama yaitu arus, tegangan, dan hambatan. Cek daftar berikut untuk penjelasan lebih detailnya.

Perhatikan gambar rangkaian seri diatas, terlihat bahwa kuat arus (I) akan dialirkan dari baterai dari satu hambatan ke hambatan lain melalui satu jalur saja. Dari situ dapat ditarik kesimpulan bahwa arus listrik yang melewati hambatan 1 maupun 2 akan bernilai sama.

Hal ini karena alirannya hanya berputar putar di 1 jalur itu saja. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :

  • Arus dan hukum kirchoff 1
Itot = I1 = I2 = I…

Ciri ciri rangkaian seri mudah dikenali yaitu komponen disusun berurutan. Berdasarkan hukum kirchoff 1, arus di setiap posisi di rangkaian tersebut adalah sama. Anda dapat menghitung langsung dengan amperemeter. Jika ada dua lampu dan resistor, masing-masing memiliki nilai hambatan berbeda tetapi arus tetap sama.

  • Hambatan
Vtot = V1 + V2 + V…

Hambatan di rangkaian listrik dihitung berdasarkan komponen internal. Jika ditempatkan adalah semua sistem seri. Masing-masing memiliki nilai berbeda kecuali memang memakai alat yang sama. Pada rangkaian ini, total hambatan merupakan akumulasi semua nilai dari hambatan yang ada.

  • Total tegangan
Tegangan = Arus x Hambatan

Rangkaian jenis ini memiliki nilai arus yang sama di setiap posisi  dan hambatan. Untuk menentukan tegangan, rumusnya adalah arus dikali dengan hambatan. Karena yang berubah adalah nilai resistansi, total tegangan merupakan akumulasi dari semua nilai tegangan di masing-masing posisi.

Contoh Soal Rangkaian Seri

contoh soal rangkaian listrik

Agar lebih mudah memahami rangkaian tipe ini, beberapa contoh soal rangkaian seri  dapat menjadi referensi. Contoh tersebut berfokus kepada perhitungan tegangan, arus, dan hambatan.

1. Apabila diketahui bahwa R1 sebesar 5 ohm, R2 sebesar 7 ohm, dan R3 sebesar 4 ohm. Maka berapakah hambatan pengganti (Rs) pada rangkaian seri tersebut?

Jawaban:

Rs = R1 + R2 + R3

Rs = 5 + 7 + 4

Rs = 16 ohm

Maka, didapatkan hasil bahwa besarnya hambatan pengganti (Rs) pada rangkaian ini sebesar 16 ohm.

2. Terdapat 3 buah hambatan yang disusun secara Seri. Masing masing hambatan tersebut memiliki nilai 1,25 Ohm. Berapakah nilai total hambatan pada rangkaian tersebut ?

Diketahui:

R1 = R2 = R3

Ditanya: R total?

Jawab :

R total = R1 + R2 + R3
= 1,25 + 1,25 + 1,25
= 3,75

Jadi, nilai hambatan total dari rangkaian listrik tersebut adalah 3,75 Ohm

3. Terdapat tiga buah hambatan listrik yang disusun secara Seri seperti pada gambar dibawah ini. Berapakah total hambatan dan arus listrik yang ada pada rangkaian tersebut ?

contoh soal rangkaian seri

Jawab :

a. Hambatan total pada rangkaian diatas :

hambatan

b. Arus listrik pada rangkaian diatas :

arus

4. Perhatikan gambar dibawah ini! 3 Buah hambatan listrik disusun secara seri dengan nilai arus listrik sebesar 2 A. Berapakah nilai Volt yang ada pada rangkaian tersebut ?

rangkaian

Diketahui :

R1 = 4 Ohm, R2 = 5 Ohm, R3 = 2 Ohm

Ditanya : V = . . .?

Jawab:

Rtotal = R1+R2+R3
= 4+5+2
= 11 Ohm

V = I x R
= 2 x 11
= 22 V

Jadi nilai voltase yang ada pada rangkaian diatas diatas adalah 22 V.

5. Misalnya, Anda memiliki rangkaian lampu dengan resistensi berbeda. Nilai hambatan di lampu pertama adalah dua kali dari nilai di lampu kedua. Tugas Anda adalah menghitung perbandingan arus jika total tegangan dinaikkan dua kali dan diturunkan setengahnya.

Dari soal tersebut, jawaban saat tegangan total naik dua kali maka arus juga sama meningkat dua kali. Nilai resistansi tetap sehingga arus harus sebanding dengan kenaikan tegangan agar sesuai rumus dasar rangkaian seri.

Hal yang sama berlaku saat tegangan menurun hingga setengahnya dan arus juga mengikutinya. Anda dapat membuktikan kebenaran jawaban ini berdasarkan rumus yang sudah dicantumkan sebelumnya.

Contoh Rangkaian Seri pada Alat Elektronika

Cara pembuatan rangkaian yang satu ini sangatlah sederhana. Untuk mempermudah teman teman dalam mempelajarinya, berikut kami coba paparkan beragam alat elektronika yang menggunakan rangkaian sederhana yang bisa teman teman tiru untuk membuatnya sendiri dirumah.

  • Rangkaian Lampu Seri pada Senter

rangkaian senter

Agar lebih mudah memahami materi ini, Anda membutuhkan contoh nyata. Gambar rangkaian seri yang dipakai lampu senter diatas dapat menjadi contoh yang valid. Senter menggunakan rangkaian yang sederhana bahkan Anda dapat membuat sendiri.

  • Rangkaian Bel Listrik

rangkaian bel listrik

Contoh rangkaian seri yang lain adalah bel listrik di rumah. Komponen yang dipakai bukan lampu melainkan alat yang mampu memproduksi suara. Saat menekan tombol, rangkaian segera mengalir dan tersambung hingga menimbulkan bunyi. Prinsip mirip senter hanya berbeda komponen.

  • Rangkaian CCTV

rangkaian seri CCTV

Cctv dengan kamera juga memakai rangkaian tipe seri. Anda lebih mudah mengerti posisi dan status kamera tersebut termasuk sensor. Alat ini tersambung ke monitor penerima dan memakai listrik tertutup yang dirangkai seri.

  • Rangkaian Lampu Seri pada Sensor

rangkaian sensor

Rangkaian listrik seri juga dipakai untuk sensor seperti cahaya, hujan, suhu, dan gerak. Alat ini menangkap sinyal dari sumber lalu segera mengalirkan arus serta diterima secara langsung.

Dengan cara ini, sistem sensor dapat dideteksi apakah berfungsi atau tidak. Jika tidak mampu menangkap sinyal, alat tersebut bermasalah dan segera diperbaiki dengan memperhatikan rangkaian tersebut.

Rangkaian Listrik Paralel

gambar rangkaian pararel
Gambar Rangkaian Listrik Paralel

Jenis kedua adalah rangkaian paralel. Secara umum ciri khasnya adalah rangkaian listrik paralel disusun secara sejajar. Definisi rangkaian listrik paralel adalah rangkaian yang terdiri dari beberapa cabang jalur yang dilalui arus listrik dimana nilai tegangan (beda potensial) pada setiap cabang memiliki nilai yang sama.

Berbeda dengan nilai tegangannya, arus listrik pada rangkaian pararel bersifat tidak tetap (berrvariasi) yang tergantung pada situasi arus daya listrik.

Diatas dapat anda lihat contoh gambar rangkaian listrik paralel yang terhubung dengan sebuah baterai sebagai sumber listrik. Dari beberapa cabang diatas, nilai tegangan / beda potensial akan tetap sama, sedangkan arus listrik yang dialirkan bisa bervariasi.

Perbedaan mendasar dari rangkaian seri terletak pada percabangannya, sehingga komponen terpisah dan memiliki alur sendiri. Misalnya, listrik dari baterai akan keluar ke dua lampu dengan dua kabel listrik lalu kembali lagi ke baterai. Jika lampu satu mati, yang lain masih menyala. Semua tetap memakai baterai atau sumber yang sama.

Gambar Konfigurasi Rangkaian Listrik Paralel

rangkaian listrik paralel
Konfigurasi Rangkaian Listrik Paralel

Perhatikan contoh gambar konfigurasi rangkaian listrik paralel diatas. Terdapat lebih dari satu jalur kontinu untuk mengalirnya arus listrik. Terdapat satu jalur dari 1 ke 2 ke 7 ke 8 dan kembali ke 1 lagi.

Kemudian ada jalur lagi dari 1 ke 2 ke 3 ke 6 ke 7 ke 8 dan kembali ke 1 lagi. Dan alur ketiga merupakan jalur dari 1 ke 2 ke 3 ke 4 ke 5 ke 6 ke 7 ke 8 dan kembali ke 1 lagi.

Karakteristik dari konfigurasi rangkaian listrik paralel adalah semua komponen terhubung di antara titik jalur kelistrikan yang sama.

Mengacu pada skema konfigurasi rangkaian listrik pararel diatas, kita bisa melihat bahwa poin 1, 2, 3, dan 4 semuanya tersusun sama secara elektris. Begitu juga titik 8, 7, 6, dan 5. Perhatikan bahwa semua resistor, serta baterai, terhubung di antara dua set titik tersebut.

Rumus Rangkaian Listrik Paralel

1/Rs = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + . . .

Notes:

Rp = Hambatan Total Rangkaan Paralel (Ω atau Ohm)

R1 = Hambatan Pertama (Ω atau Ohm)

R2 = Hambatan Kedua (Ω atau Ohm)

R3 = Hambatan Ketiga (Ω atau Ohm)

Contoh Soal Rangkaian Listrik Paralel

1. Diketahui terdapat dua resistor dengan R1 sebesar 8 ohm dan R2 sebesar 16 ohm yang tersusun secara parallel. Rangkaian tersebut terhubung dengan tegangan sebesar 32 volt. Berapakah kekuatan listrik yang dikeluarkan oleh sumber tegangan tersebut?

Jawaban:

Rp = R1 .  R2/R1 + R2

Rp = 8 . 16/8 + 16

Rp = 32 ohm

Sehingga didapatkan total hambatan pengganti sejumlah 32 ohm.

Ip = V/Rp

Ip = 32/32

Ip = 1 A

Sehingga diperoleh kekuatan listrik yang dikeluarkan oleh sumber tegangan tersebut yaitu 1 A.

Contoh Penerapan Rangkaian Listrik Paralel

Seperti halnya pada rangkaian seri, pembuatan rangkaian listrik paralel untuk peralatan elektronika juga tak kalah sederhana. Guna membantu teman teman mempelajarinya. Berikut beberapa contoh penerapan rangkaian listrik paralel pada alat alat elektronika.

1. Pengkabelan Listrik Rumah

penerapan rangkaian listrik paralel

Contoh rangkaian paralel yang paling sering kita jumpai adalah pada sistem pengkabelan rumah. Satu sumber daya listrik memasok semua lampu dan peralatan elektronika menggunakan tegangan yang sama.

Jika salah satu lampu mengalami padam, arus listrik masih dapat mengalir melalui lampu dan peralatan lainnya. Namun, jika terjadi korsleting yang menurunkan nilai tegangan sampai nol (0), maka seluruh sistem akan mati total.

2. Rangkaian Lampu LED Sederhana

contoh rangkaian listrik paralel

Pada gambar diatas terlihat contoh penerapan rangkaian listrik paralel sederhana pada lampu dengan baterai sebagai sumber daya listrik. Anda bisa mencobanya dirumah skema rangkaian diatas mengingat contoh diatas cukup mudah dan sederhana untuk diterapkan.

Rangkaian Campuran

Rangkaian listrik campuran merupakan gabungan seri dan paralel. Tipe ini sering dipakai pada instalasi rumah karena mengadopsi kelebihan kedua tipe. Anda kadang memerlukan seri agar arus dapat diatur. Disisi lain, tipe paralel sangat fleksibel saat ingin memasang komponen baru yang terpisah.

Gambar Rangkaian Campuran

Di bawah ini merupakan gambar rangkaian listrik campuran / gabungan :

rangkaian listrik campuran

Rumus Rangkaian Campuran

I = I1 + I2

1/Rp = 1/R2 + 1/R3

Rtotal = R1 + 1/Rp

Rangkaian Listrik AC (Bolak Balik)

rangkaian AC

Sesuai dengan namanya, pada rangkaian listrik AC, tegangan dan arus listrik bersifat dinamis (tidak konstan). Daya yang ada pada arus AC ini terus berubah nilainya tergantung dari pasokan daya yang ada.

Pada rangkaian AC ini terdapat reaktansi, jadi ada komponen daya yang dihasilkan dari medan magnet atau listrik yang dibuat oleh komponen pada rangkaian.

Rumus Rangkaian AC : V = Vmax sin ωt

Untuk menghitung daya pada sirkuit AC bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti pada sirkuit DC, namun ada point lain yakni daya (P) sama dengan tegangan (V) dikalikan dengan ampere (I). P didefinisikan sebagai perkalian dari V (tegangan sesaat) dan I (arus sesaat).

Rangkaian Listrik DC (Searah)

rangkaian DC

Rangkaian DC merupakan rangkaian yang memiliki arus listrik dan tegangan tetap (konstan) dari muatan listrik dari potensi tinggi ke rendah. Rangkaian DC ini memiliki sifat arus listrik yang berbanding terbalik dengan rangkaian AC.

Umumnya, rangkaian listrik DC berjalan pada tegangan teganan listrik tertentu seperti pada tegangan 1.5v , 5v, 12v, dan juga 24v. Penggunaan arus DC ini seringkali kita temukan pada perangkat elektronika yang memiliki tegangan rendah.

Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel

perbedaan rangkaian seri dan pararel

Kedua jenis rangkaian ini sudah cukup dikenal luas oleh masyarakat. Sebagian besar dari sudah memahami dengan baik bagaimana kinerja dari kedua jenis rangkaian listrik tersebut.

Dengan demikian, mereka dapat mengambil keputusan yang tepat ketika akan memasangkan listrik serta kelengkapan komponennya di rumah.

Perbedaan rangkaian seri dan paralel yang utama adalah pada susunan rangkaian yang digunakan. Pada rangkaian seri rangkaian disusun secara berurutan/ berderet, sedangkan pada rangkaian listrik paralel rangkaian disusun secara sejajar / bercabang.

Selain pada susunan rangkaian, ada 9 point lainnya yang merupakan perbedaan rangkaian listrik paralel dan seri. Berikut detail ulasan perbedaan kedua rangkaian tersebut yang bisa anda simak :

  • Susunan Rangkaian

Rangkaian seri adalah rangkaian arus listrik yang penyusunannya dilakukan dengan model berderet atau setiap komponennya disusun secara berurutan. Rangkaian ini hanya membutuhkan satu buah kabel untuk menyambungkan arus listrik.

Rangkaian paralel adalah rangkaian arus listrik yang penyusunannya dilakukan secara sejajar, atau dengan kata lain mempunyai cabang. Walaupun demikian, input yang ada pada setiap komponen asalnya dari satu komponen.

  • Komponen yang Digunakan

Rangkaian seri dan paralel memiliki susunan komponen yang cukup berbeda. Pada rangkaian seri komponen yang digunakan hanyalah kabel, sumber tegangan, bohlam lampu, dan saklar. Sedangkan pada rangkaian paralel memiliki jumlah komponen yang relatif lebih banyak, baik itu pada saklar, kabel, maupun komponen yang lain.

  • Jalur Arus Listrik

Jika pada rangkaian seri memiliki satu jalur untuk dilalui arus listrik dan tidak memiliki percabangan, pada rangkaian paralel lebih dari satu jalur dan memiliki cabang, hal ini tergantung juga pada pola pembuatannya.

  • Hambatan Total

Umumnya pada rangkaian seri nilai hambatan yang ada lebih besar daripada nilai hambatan yang terdapat pada rangkaian paralel.

  • Tegangan Listrik

Tegangan yang terdapat pada tiap tiap komponen rangkaian seri memiliki nilai yang berbeda, sedangkan pada rangkaian paralel nilai tegangan yang ada pada komponennya sama.

  • Rumus Perhitungan

Pada rangkaian seri, jika V.t adalah tegangan total maka itu sama dengan V1 + V2 + V3. Sedangkan pada rangkaian paralel Jika V.t adalah tegangan total maka sama dengan V1 = V2 = V3.

  • Komponen yang Dialiri Arus

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa rangkaian seri setiap komponen yang terpasang dilalui arus yang sama, sedangkan untuk rangkaian paralel berbeda beda.

  • Resistensi

Pada rangkaian seri resistensi lebih tinggi dari nilai tertinggi perlawanan di sambungan seri. Sementara resistansi ekuivalen dalam rangkaian paralel selalu lebih kecil dari resistansi mana pun dalam kombinasi paralel.

  • Biaya Pembuatan

Dari susunan kedua rangkaian yang ada, kita bisa mengetahui bahwa cost atau biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan rangkaian seri lebih hemat dibandingkan dengan pembuatan rangkaian paralel

  • Maintenance

Maintenance dan perawatan rangkaian seri lebih mudah dan sederhana jika dibandingkan dengan rangkaian paralel.

Ciri Ciri Rangkaian Listrik Seri, Paralel & Campuran :

YouTube player

Berikut ini penjelasan terkait ciri-ciri rangkaian seri dan parallel:

Ciri Rangkaian Seri

Yang dimaksud dengan rangkaian seri yaitu rangkaian tunggal. Pada sebuah rangkaian seri, arus listrik yang terdapat pada sumber listrik akan melalui masing-masing komponen kemudian kembali pada sumber listrik lagi. Arus listrik tersebut mengalir di sebuah rangkaian tertutup tanpa adanya cabang.

Hal tersebut mengakibatkan rangkaian akan terputus apabila terdapat satu komponen yang terputus atau terbuka, sebab rangkaian ini hanya menggunakan satu saklar saja. Selain itu, tegangan listrik yang diterima setiap komponen besarannya tidak sama. Itulah mengapa cahaya yang dihasilkan dari lampu yang menyala juga tidak sama.

  1. Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan sama. Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing- masing tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan.
  2. Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus aliran arus terhenti
  3. Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama.
  4. Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan total rangkaian menyebabkan naiknya penurunan arus yang mengalir dalam rangkaian. Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian.

Ciri Rangkaian Paralel

Yang dimaksud dengan rangkaian paralel adalah rangkaian bercabang. Pada rangkaian ini, arus listrik mengalir secara bersamaan pada semua komponen yang ada, kemudian kembali lagi pada sumber listrik. Setiap komponen yang ada akan mendapatkan aliran listrik dengan besaran yang bervariasi, bergantung pada nilai hambatan setiap komponen.

Apabila di rangkaian paralel terdapat komponen yang terbuka, tidak akan menyebabkan terputusnya komponen yang lain. Hal tersebut disebabkan karena rangkaian ini menggunakan saklar dengan jumlah di atas satu.

  1. Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian paralel, tahanan total rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total dari rangkaian paralel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian).
  2. Jika terjadi salah satu cabang tahanan paralel terputus, arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.
  3. Masing-masing cabang dalam rangkaian paralel adalah rangkaian individu. Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
  4. Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber

Ciri Rangkaian Campuran/ Gabungan

Rangkaian campuran adalah kombinasi antara rangkaian seri dan paralel yang dapat menghasilkan arus dan tegangan listrik. Untuk dapat mencari besarnya hambatan yang terdapat pada rangkaian campuran, terlebih dahulu kita harus mencari besaran hambatan yang ada pada rangkaian seri dan paralel yang tersusun. Adapaun ciri ciri rangkaian gabungan/ campuran adalah

  1. Gabungan antara Rangkaian Seri dan Paralel
  2. Sifat berlaku pada rangkaian Seri dan Paralel
  3. Rangkaiannya sederhana
  4. Memiliki Ciri ciri yang sama seperti Rangkaian Paralel dan Seri

Kelebihan & Kekurangan Rangkaian Seri dan Paralel

beda rangkaian listrik seri dan pararel

Berikut ini merupakan kelebihan kekurangan rangkaian seri dan paralel:

  1. Kelebihan rangkaian seri

Pemasangannya dapat dilakukan dengan mudah dan praktis. Di samping itu, daya hantar listrik yang dimiliki cenderung lebih stabil. Itulah yang menyebabkan arus listrik pada rangkaian ini bisa terbagi dengan merata. Perlengkapan yang diperlukan untuk menggunakannya termasuk sederhana.

  1. Kekurangan rangkaian seri

Aliran listrik pada rangkaian seri diharuskan selalu tinggi dan stabil. Apabila terdapat komponen yang mengalami masalah, maka akan berdampak pula pada komponen lain.

  1. Kelebihan rangkaian paralel

Apabila terdapat komponen yang mengalami permasalahan, maka tidak akan berpengaruh pada komponen yang lain. Hal ini  disebabkan karena model penyusunannya yang bercabang.

  1. Kekurangan rangkaian paralel

Penyusunan rangkaian parallel relatif lebih rumit jika dibandingkan rangkaian seri. Selain itu, biaya pemasangannya juga cenderung tinggi.

Baca Juga : Kabel Fiber Optik

Cara Mencegah Korsleting pada Rangkaian Listrik

Listrik juga memiliki resiko yaitu hubung singkat atau korsleting. Dua kabel berbeda arus bersentuhan sehingga menimbulkan perubahan arus dan percikan api.  Untuk mencegah terjadinya korsleting pada rangkaian listrik diberi tambahan alat berupa mcb atau sekering.

Mcb adalah miniature circuit breaker yang berfungsi memutus arus jika hubung singkat terjadi. Cara kerjanya adalah logam bimetal lepas atau melengkung ketika arus tidak terkendali.

Alat mcb biasanya sudah terpasang di rumah. Bentuknya adalah kotak yang berisi rangkaian listrik tertentu untuk menjalankan fungsi dengan baik. Alat ini juga berfungsi untuk membatasi arus dan proteksi beban.

Rangkaian seri dan parallel memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Masing-masing rangkaian juga mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terkait dengan cara membuat rangkaian seri dan parallel juga tidak terlalu sulit.

Untuk bisa membuatnya, Anda harus memahami terlebih dahulu bagaimana sistem penyusunan dan karakteristik dari setiap rangkaian listrik yang ada. Sekian dan semoga bisa memberikan wawasan baru untuk anda yang sedang mempelajari materi rangkaian listrik.

5/5 - (1 vote)
Keyword :

rumus listrik arus pararel menyalakan lampu,rumus rangkaian seri dan paralel,gambar rangkaian listrik seri,https://wikielektronika com/rangkaian-listrik/,gambar rangkaian seri dan paralel,contoh soal rangkaian listrik campuran,contoh soal rangkaian arus seri dan paralel,contoh soal dan pembahasan rangkaian listrik,yang dimaksud r1 r2 r3 pada elektro,contoh rangkaian lampu seri

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang lagi hobi mempelajari Ilmu Elektronika!

5 comments

  1. Kompleks dan lengkap banget ulasan materi nya…trimakasih kak..sangat membantu sekali dalam pengerjaan tugas tugas saya

  2. Thx sudah berbagi ilmunya kak, kebetulan gw pakai contoh rangkaian seri lampu sensor untuk tugas ahir semester dan worth! semoga web nya bisa terus menebar manfaat

  3. Penyampaian materi sangat kompleks dan akurat, blog juga tidak terlalu banyak menampilkan iklan. Sehat selalu kak azka. Semoga istiqomah menebarkan ilmu yang bermanfaat bagi kami semua para pelajar Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *