Pengertian dan Contoh Rangkaian Rectifier

Posted on

Rectifier adalah?☑️ Berikut pengertian apa itu Rectifier ☑️ Fungsi/ kegunaan, jenis jenis , dan contoh rangkaian Rectifier☑️

Hampir keseluruhan komponen elektronika yang digunakan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan listrik dari PLN, dipastikan memiliki rangkaian power supply.

Pada bagian ini terdapat sebuah bagian yang dikenal dengan nama Rectifier. Secara umum, alat ini seringkali juga disebut dengan media penyearah gelombang.

Pengertian Rectifier

Rectifier adalah
Gambar Rectifier

Rectifier adalah perangkat yang digunakan untuk mengubah arus/ tegangan bolak balik (AC) menjadi arus/tegangan searah (DC) dengan mengalirkan arus listrik melalui perangkat satu arah.

Proses mengubah arus AC menjadi arus DC dikenal sebagai Rectification. Penyearah dapat mengambil beberapa bentuk fisik seperti dioda solid-state, dioda tabung vakum, katup busur merkuri, penyearah yang dikendalikan silikon, dan berbagai sakelar semikonduktor berbasis silikon lainnya.

Pada umumnya, rangkaian rectifier ini menggunakan komponen utama yaitu Dioda. Ini karena karakteristik dari dioda yang hanya melewatkan arus listrik menuju ke satu arah saja. Selain itu, dioda ini juga akan menghambat arus listrik yang datang dari arah sebaliknya.

Apabila dioda dialiri arus listrik bolak-balik, maka dioda akan bekerja melewatkan hanya setengah gelombang saja. Setengah gelombang sisanya kemudian akan diblokir. Meskipun begitu, rectifier ini kemudian masih dibagi menjadi beberapa jenis lagi berdasarkan konfigurasi rangkaian dan jumlah diodanya.

Lalu Apa itu Dioda Rectifier ?

Dalam penjelasan sebelumnya berkali-kali disebutkan tentang salah satu jenis dioda yaitu dioda rectifier. Dioda ini merupakan komponen yang memiliki peran penting dalam rangkaian penyearah (rectifier). Lalu apa dioda ini dan apa fungsinya?

Dioda sebenarnya berasal dari dua kata ‘di’ yang artinya dua dan ‘oda’ yang maksudnya adalah elektroda. Maka dioda ini adalah elektroda yang terdiri dari dua lapisan. Lapisan tersebut adalah katoda dan anoda. Katoda yang disimbolkan dengan N adalah negatif dan katoda yang disimbolkan dengan P adalah positif.

Salah satu fungsi utama dioda rectifier dalam rangkaian elektronika adalah untuk mengubah arus bolak-balik rumah tangga menjadi arus searah yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk baterai. Rangkaian rectifier umumnya dibuat dari satu set dioda yang saling bertautan, mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah.

Fungsi Rectifier

fungsi Rectifier

Fungsi rectifier yang utama adalah untuk mengubah arus/ tegangan bolak balik (AC) menjadi arus/tegangan searah (DC). Selain itu fungsi atau kegunaannya masih sangatlah banyak. Bisa dikatakan berfungsi pada hampir seluruh peralatan elektronik, utamanya yang membutuhkan arus DC yang bersumber selain dari baterai.

Berkaitan dengan fungsi dari rectifier, satu hal penting yang harus diketahui adalah bahwa arus listrik yang berasal dari PLN adalah arus listrik berjenis bolak-balik (AC). Maka, untuk setiap perangkat elektronik yang membutuhkan tegangan DC, agar dapat digunakan, arus yang masuk ke rangkaian masih harus diubah dari AC menjadi DC.

Namun, jika disimpulkan secara keseluruhan, fungsi dari Rectifier ini pada dasarnya hanya satu fungsi utama. Fungsi utamanya rectifier adalah menyerahkan arus listrik AC (bolak-balik) menjadi arus DC (searah).

Rangkaian Rectifier

Rangkaian Rectifier
Gambar Rangkaian Rectifier

Perhatikan contoh gambar rangkaian rectifier diatas. Terlihat pada paruh pertama siklus AC, D2 dan D4 berjalan karena bias maju. Tegangan positif pada anoda D2 dan tegangan negatif pada katoda D4. Dengan demikian, kedua dioda ini bekerja sama untuk melewatkan paruh pertama sinyal.

Pada paruh kedua siklus AC, D1 dan D3 berjalan karena bias maju: Tegangan positif ada di anoda D1, dan tegangan negatif ada di katoda D3.

Pada beberapa arus listrik rumah tangga, umumnya tegangan berayun dari positif ke negatif dalam siklus yang berulang 60 kali per detik.

Jika Anda menempatkan dioda menggunakan rangkaian seri dengan tegangan arus bolak-balik, Anda menghilangkan sisi negatif dari siklus tegangan, sehingga Anda hanya mendapatkan tegangan listrik positif.

Contoh penerapan dan penggunaan rangkaian rectifier ini bisa anda lihat lebih detail dan lengkap pada Jurnal Unej ini. Pada jurnal tersebut telah dibahas secara lengkap bagaimana metode perancangan rectifier penguat DC 30 KV untuk optimasi aplikasi sistem poling.

Jenis Jenis Rectifier

jenis Rectifier
Via : www.electricaltechnology.org

Berdasarkan rangkaian konfigurasi diode dan bentuk dari sinyal yang dihasilkan, ada beberapa jenis rangkaian rectifier atau penyearah. Setiap konfigurasi ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa jenis rectifier yang sering ditemui.

  1. Full Wave Rectifier

Jenis pertama adalah Full wave rectifier atau dioda penyearah gelombang penuh. Rectifier ini mengeluarkan keseluruhan siklus gelombang sinus dari sinyal bolak-balik (AC). Prinsip kerjanya adalah membuat rectifier ganda dengan cara membalik siklus negatif dari input terlebih dahulu.

Untuk membuat penyearah gelombang penuh ini bisa dilakukan dengan 2 cara. Keduanya sama-sama menggunakan dioda namun dengan jumlah yang berbeda. Ada rectifier dengan 2 dioda dan rectifier dengan 4 dioda.

  1. Half Wave Rectifier

Rangkaian rectifier ini hanya mengeluarkan setengah dari siklus gelombang sinus menggunakan hanya satu blok dioda. Karena hanya menggunakan satu dioda, rangkaian ini termasuk sederhana dan lebih hemat biaya.

  1. Full Bridge rectifier

Jenis penyearah berikutnya adalah full bridge rectifier. Berbeda dengan jenis sebelumnya, jenis ini menggunakan 4 dioda yang nantinya menghasilkan 2 output positif dan 2 output negatif. Kelebihan rangkaian ini adalah tidak membutuhkan trafo dengan CT (center tap). Selain itu, hasilnya juga lebih baik karena penggunaan 4 dioda.

Kelebihan dan Kekurangan Full Wave dan Full Bridge Rectifier

Dua jenis rectifier yang sudah dijelaskan di atas hanya beberapa dari berbagai jenis rectifier yang ada. Kedua rangkaian tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut adalah kelebihan dari keduanya.

Kelebihan dan Kekurangan Full Wave Rectifier:

  • Kelebihannya lebih efisien. Rangkaian ini mengambil seluruh bagian siklus sinyal AC yang diterima. Inilah yang membuat output rectifier ini memiliki ripple yang lebih kecil dan lebih halus. Dayanya terserap lebih efektif karena tidak ada daya listrik yang terbuang.
  • Kekurangannya, biaya untuk rangkaian ini lebih besar. Hal tersebut karena rangkaian ini membutuhkan satu lagi gulungan lilitan pada transformator dan dioda yang digunakan lebih banyak, yaitu dua buah dioda.

Kelebihan dan Kekurangan Full Bridge Rectifier

  • Kelebihannya, rectifier jadi lebih baik karena menggunakan 4 buah dioda. Kelebihan lainnya adalah lebih efisien, terutama pada sistem power supply karena penggunaan lilitan yang lebih hemat.

Nah, kini Anda sudah sedikit paham bukan tentang apa itu rectifier, fungsi dan apa saja jenisnya? Rectifier adalah salah satu bagian dari power supply yang memiliki peran dan fungsi yang sangat penting.

Tanpa adanya rectifier atau penyearah ini, arus listrik dari PLN yang berjenis AC tidak akan bisa digunakan pada perangkat elektronik yang hampir semuanya menggunakan arus DC.

5/5 - (1 vote)
Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang lagi hobi mempelajari Ilmu Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *