Pengertian Rectifier, Fungsi & Contoh Rangkaian Rectifier

3 min read

Dalam penjelasan sebelumnya berkali-kali disebutkan tentang salah satu jenis dioda yaitu dioda rectifier. Dioda ini merupakan komponen yang memiliki peran penting dalam rangkaian penyearah (rectifier). Lalu apa dioda ini dan apa fungsinya?

Dioda sebenarnya berasal dari dua kata ‘di’ yang artinya dua dan ‘oda’ yang maksudnya adalah elektroda. Maka dioda ini adalah elektroda yang terdiri dari dua lapisan. Lapisan tersebut adalah katoda dan anoda. Katoda yang disimbolkan dengan N adalah negatif dan katoda yang disimbolkan dengan P adalah positif.

Salah satu fungsi utama dioda rectifier dalam rangkaian elektronika adalah untuk mengubah arus bolak-balik rumah tangga menjadi arus searah yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk baterai. Rangkaian rectifier umumnya dibuat dari satu set dioda yang saling bertautan, mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah.

Fungsi Rectifier

fungsi Rectifier

Fungsi rectifier yang utama adalah untuk mengubah arus/ tegangan bolak balik (AC) menjadi arus/tegangan searah (DC). Selain itu fungsi atau kegunaannya masih sangatlah banyak. Bisa dikatakan berfungsi pada hampir seluruh peralatan elektronik, utamanya yang membutuhkan arus DC yang bersumber selain dari baterai.

Berkaitan dengan fungsi dari rectifier, satu hal penting yang harus diketahui adalah bahwa arus listrik yang berasal dari PLN adalah arus listrik berjenis bolak-balik (AC). Maka, untuk setiap perangkat elektronik yang membutuhkan tegangan DC, agar dapat digunakan, arus yang masuk ke rangkaian masih harus diubah dari AC menjadi DC.

Namun, jika disimpulkan secara keseluruhan, fungsi dari Rectifier ini pada dasarnya hanya satu fungsi utama. Fungsi utamanya rectifier adalah menyerahkan arus listrik AC (bolak-balik) menjadi arus DC (searah).

Rangkaian Rectifier

Rangkaian Rectifier
Gambar Rangkaian Rectifier

Perhatikan contoh gambar rangkaian rectifier diatas. Terlihat pada paruh pertama siklus AC, D2 dan D4 berjalan karena bias maju. Tegangan positif pada anoda D2 dan tegangan negatif pada katoda D4. Dengan demikian, kedua dioda ini bekerja sama untuk melewatkan paruh pertama sinyal.

Pada paruh kedua siklus AC, D1 dan D3 berjalan karena bias maju: Tegangan positif ada di anoda D1, dan tegangan negatif ada di katoda D3.

Galih Wsk Dengan pengetahuan dan keahliannya yang mendalam di bidang elektro dan statistik, Galish WSK alumni pascasarjana ITS Surabaya kini mendedikasikan dirinya untuk berbagi pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang perkembangan terkini di bidang statistika dan elektronika via wikielektronika.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page