Pengertian Relay, Fungsi, Cara Kerja & Cara Pemasanganya

Relay Adalah? Simak detail pengertian apa itu relay lengkap dengan fungsi ☑️ Jenis, cara kerja ☑️ dan cara pemasangannya☑️

Relay adalah sebuah alat yang mendayagunakan gaya elektromagnetik guna mengaktifkan maupun menonaktifkan kontak saklar. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa arus listrik yang ada pada relay akan berfungsi untuk menggerakkan saklar.

Relay Adalah?

relay adalah

Pengertian relay adalah suatu komponen elektromekanikal dengan bentuk saklar atau switch eletrik yang dapat digunakan menggunakan daya listrik. Terdapat dua bagian poko dari relay, yakni elektromagnet dan mekanikal. Yang dimaksud dengan mekanikal, yakni seperangkat switch atau kontak saklar.

Pada dasarnya relay digunakan sebagai penghubung dan pemutus arus listrik. Elektromagnet yang ada pada relay akan menggerakkan switch. Dengan demikian, arus listrik dengan daya kecil dapat mendistribusikan listrik menuju tegangan yang lebih tinggi.

Jenis Jenis Relay

  1. Single Pole Double Throw (SPDT Relay)

relay SPDT

SPDT juga termasuk dalam jenis-jenis relay. SPDT adalah relay yang mempunyai 5 buah terminal, yang mana 3 buah terminal difungsikan sebagai saklar, sedangkan 2 terminal yang lain sebagai coil.

  1. Single Pole Single Throw (SPST Relay)

relay SPST

Terdapat berbagai macam jenis relay. SPST menjadi salah satu diantaranya. Yang dimaksud dengan SPST yaitu relay yang mempunyai 4 buah terminal yang mana 2 buah terminal digunakan sebagai saklar, sedangkan 2 lainnya dipakai untuk coil.

  1. Double Pole Double Throw (DPDT Relay)

relay DPDT

DPDT adalah relay yang mempunyai 8 buah terminal. 6 buah terminal diantaranya menjadi 3 pasang relay SPDT dan dikontrol menggunakan sebuah coil. Sedangkan 2 buah terminal lainnya berfungsi sebagai coil.

  1. Double Pole Single Throw (DPST Relay)

relay DPST

Yang dimaksud dengan DPST yakni jenis relay yang mempunyai 6 buah terminal yang mana 4 buah terminal menjadi 2 pasang saklar, sedangkan 2 terminal yang lain sebagai coil. Jenis relay yang satu ini bisa dijadikan menjadi 2 saklar, di mana keduanya dikendalikan menggunakan sebuah coil.

Gambar dan Simbol Relay

gambar simbol relay

Untuk lebih memahami lagi perihal kompenen elektronika bernama relay ini, berikut akan kami paparkan gambar sebuah relay yang disandingkan dengan gambar simbol relay disampingnya.

Pada dasarnya, komponen inti yang terdapat pada relay ada empat yakni Switch Contact Point (Saklar), Spring, Electromagnet (Coil), dan juga Armature. Empat komponen tersebut membentuk satu kesatuan hingga menciptakan fungsi yang beranekaragam.

Melalui gambar dan simbol relay tersebut anda bisa mengamati dengan seksama mengenai relay ini sebelum menuju pada materi prinsip kerja relay dan juga cara pemasangan relay.

Fungsi Relay

fungsi relay

  1. Relay pada Mobil

Mobil serta kendaraan bermotor lain, seperti sepeda motor juga menggunakan relay. Di sini relay digunakan sebagai pengendali arus yang cukup besar, menggunakan arus kecil. Contohnya ketika mobil sedang dinyalakan pasti akan menggunakan kontak starter. Supaya starter dapat diputar, maka diperlukan adanya arus yang besar.

  1. Relay pada Panel Listrik

Anda dapat menjumpai relay pada panel listrik. Fungsi relay di sini bermanfaat sebagai kendali atas kontaktor yang mempunyai kapasitas arus listrik yang tergolong besar. PLC, sebagai kendali utama, pasti tidak dapat langsung mengendalikan kontaktor. Hal tersebut disebabkan karena adanya batas pada kapasitas yang bisa dilalui PLC, sehingga relay menjadi perantaranya.

  1. Relay pada Klakson

Perlu Anda pahami, adanya relay klakson di kendaraan bermotor, baik itu pada motor maupun mobil, tidak akan berdampak pada pemakaian aki. Hal ini disebabkan karena agar relay bisa beroperasi, maka harus menggunakan listrik. Manfaat relay pada sebuah klakson bertujuan agar tidak menimbulkan kerusakan pada sebuah kendaraan.

Cara Kerja Relay

Sebelum bisa memahami bagaimana cara kerja relay, maka Anda harus memahami terlebih dahulu apa saja komponen dasar yang terdapat pada sebuah relay. Perlu Anda pahami, komponen yang menyusun relay ada 4, diantaranya yaitu elektromagnetik (coil), armature, switch contact point (saklar), dan spring.

Saklar yang terdapat pada kontak pont sendiri dikelompokkan menjadi 2 macam, yakni normally close (NC) dan normally open (NO). Yang dimaksud dengan normally close yakni posisi  tertutup keadaan awal ketika relay belum diaktifkan. Sedangkan yang dimaksud dengan normally open yaitu posisi terbuka pada keadaan awal saat relay belum diaktifkan.

Ketika tegangan listrik mengalir pada sebuah elektromagnetik, maka akan membentuk sebuah medan magnet. Tegangan itulah yang kemudian menjadi sumber daya pada relay. Kemudian medan magnet tersebut menarik armature yang posisinya ada di sisi atasnya. Dengan demikian, dua ujungnya akan saling terhubung (dengan posisi NO).

Setelah itu, saklar tersebut dapat menyalurkan arus listrik pada posisi yang baru, yaitu NO. Kemudian, saklar tersebut akan tersambung dengan perangkat dari luar yang akan dikendalikan relay, misalnya saja, tegangan listrik dengan daya yang tinggi dan saklar lampu.

Ketika listrik yang mengalir terputus, menyebabkan medan magnet yang ada di elektromagnetik akan menghilang. Kemudian, saklar akan berada pada posisi awal, yakni NC. Dengan demikian, perangkat yang sedang digunakan akan terputus secara otomatis.

Cara Pemasangan Relay

relay

Anda perlu memahami bahwa sebelum mencari tahu bagaimana cara pasang relay klakson, Anda harus paham terlebih dahulu beberapa hal tentang relay. Perlu Anda ketahui, relay memiliki sistem yang akan melalui dua jenis tegangan, yaitu negatif dan positif.

Dalam keadaan normal, pada sistem negatif terdiri dari dua kabel. Demikian halnya dengan sistem positif. Ketika memasang relay, maka harus menggunakan kabel yang tebal serta harus langsung tersambung dari Accu.

Anda harus memasangkan relay berdasarkan pasangannya masing-masing. Hati-hati, jangan sampai tertukar. Anda bisa melihat bagian ujung kabel agar bisa mengetahui di mana letak pemasangannya.

Ragam Informasi Lainnya :
Pengertian dan Fungsi Trafo Pengertian dan Fungsi Dioda
Pengertian dan Fungsi Kapasitor Materi Dioda Zener

Relay adalah sebuah komponen yang cukup penting dalam beberapa perlengkapan listrik maupun kendaraan bermotor. Dengan demikian, sebelum menggunakan relay, Anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa spesifikasi yang dipilih sudah tepat.

Related posts:
Gravatar Image
Pernah dua kali tersetrum listrik membuat mahasiswa kelahiran magetan ini menekuni bidang Teknik Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *