Siklus Krebs : Pengertian, Tahapan dan Hasilnya

4 min read

Hasil dari siklus krebs seperti asetil koenzim-A sebagai katabolisme lemak dan karbohidrat, serta Oksaloasetat,fumarat dan alfa ketoglutarat, hasil katabolisme asam amino dan protein.

 

Setelah anda mengetahui apa yang dimaksud dengan siklus krebs, berikut kami ulas beberapa manfaat siklus krebs yang harus Anda ketahui, yakni sebagai berikut:

  1. Dapat menyuplai dan memasok ketersediaan prekursor untuk pemenuhan keperluan proses asam nukleat dan proses sintesis protein secara sistematik
  2. Dapat mengontrol, menyusun dan mengatur dengan baik beberapa massa energi dan beberapa jumlah zat yang terlalu banyak yang digunakan pada saat proses sintesis asam lemak untuk penumpukan hasil lemak.
  3. Dapat membantu, mengatur dan mengendalikan sistem enzim melalui molekul, senyawa-senayawa dan seluruh komponen yang ada pada siklus tersebut.
  4. Mamapu memproduksi Co2 dengan proses oksidasi glokosa dengan jumlah yang relatif besar
  5. Mampu memproduksi beberapa enzim yang dapat mengatur dan menjalankan sistem pernafasan yang berkaitan dengan karbohidrat, lipid dan zat protein yang nantinya akan dimetabolisme agar dapat berubah menjadi asam asetil Ko2 H

Tahapan Tahapan Reaksi Siklus Krebs

  • Enzim sitrat sintase mengkatalisis reaksi kondensasi antara asetil koenzim-A dengan oksalo asetat menghasilkan sitrat
  • Pembentukan isositrat dari sitrat melalui Cis-akonit dikatalisis secara reversibel oleh enzim akonitase.
  • Oksidasi isositrat menjadi alfa ketoglutarat berlangsung pembentukan senyawa antara oksalosuksinat yang berikatan dengan enzim isositrat dehidrogenase dengan NAD sebagai koenzim.
  • Oksidasi alfa ketoglutarat menjadi suksinat melalui pembentukan suksinil koenzim-A,merupakan reaksi yang irreversibel dan dikatalisis oleh enzim alfa ketoglutarat dehidrogenase. Suksisnil koenzim A adalah senyawa tioester yang berenergi tinggi.

Fungsi Siklus Krebs

Manfaat siklus krebs yang dapat diambil dari pengetahuan mengenai siklus krebs yakni sebagai berikut:

  1. Agar mendapat pemahaman yang benar tentang reaksi metabolisme dengan energi yang besar yang terjadi pada proses biokimia mas energi atau tenaga.
  2. Agar mendapatkan pemahaman tentang fungsi dan manfaat paling besar dari mitokondria pada pengendalian energi dan katalisme tubuh.
  3. Agar mendapatkan pengetahuan tentang makanan yang mengandung lemak, protein dan karbohidrat yang sebenarnya memiliki tanggung jawab dalam proses metabolisme yang ternyata menghsilkan Asetyl Co-A yaitu asetyl Co-A yangmerupakan substrat dari siklus krebs.
  4. Agar dapat mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentangsiklus kreb yang ternyata dapat memproduksi hidrogen FAD (sebagai derivat vitamin B2), NAD sebagai derivat vitamin B3, ATP dan CO2. Tanpa asupan vitamin B di dalam tubuh dapat mengakibatkan ketidakstabilan metabolisme energi.
  5. Agar mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang siklus krebs yang memang hanya berjalan selaras denga proses siklus asam sutrat agar tidak terjadi ketidakstabilan energi di dalam tubuh.
  6. Agar mendapatkan pengetahuan bahawa mitokondria mempunyai jumlah yang sangat banyak di dalam sel dan memepunyai aktifitas metabolisme yang sangat aktif dan selalu mmebutuhkan ATP dalam jumlah yang melimpah. Contohnya yakni sel pada otot jantung.
  7. Agar dapat mendapatkan pemahaman bahwa fungsi dari mitokondria adalah bertindak sebagai penghasil energi sel yang memproduksi energi terus menerus dalambentuk ATP. Karena sedikit orang tahu jika makanan yang di cerna pencernaan akan di olah dan dihancurkan untuk di ubah menjadi molekul misalnya lemak dan karbbohidrat.

Agar mendapatkan pengetahuan tentang mitokondria yang sebenarnya mempunyai empat bagian yang terdiri dari matriks, ruang antar pada membran, membran dalam dan bagian membran luar, dimana ke empat bagian tersebut bekerja saling bersamaan dan saling berkesinambungan sepanjang waktu. Berikut penjelasan mengenai empat bagian tersbut:

  1. Matriks : hasil dari gabungan kompleks enzim yang sanagat baik dan penting untuk sintesis molekul ATP, ribosom mitokondria, RNA dan DNA mitokondria dan jaringan lain
  2. Ruang antar membran : letaknya berada ditengah-tengah dan terapit karena berada diantara membran dalam dan luar yaitu telah terjadi proses yang penting bagi siklus asam sitrat, reaksi oksida amino dan asam lemak.
  3. Membran dalam : yang mempunyai struktur lebih beragam dan banyak daripada membran luar yang ternyata hanya mengandung kompleks dari adanya rantai transpor elektron.
  4. Membran luar : membran yanghanya mengandung kompleks dari adanya rantai transpor elektron.

Proses Siklus Krebs

Proses siklus krebs atau tahapan siklus krebs terjadi sebagai berikut:

  1. Penggabungan molekul asetil-KoA dengan oksaloasetat dan membentuk asam nitrit. Enzim yang digunakan dalam reaksi ini adalah enzim asam sitrat sintetase.
  2. Tahap kedua yang disebut dengan isomerase sitrat di bantu oleh enzim akonitase yang menghasilkan isositrat
  3. Enzim isositrat dehidrogenase mengubah isositrat menjadi alfa ketoglutarat dengan bantuan NADH. Setiap satu reaksi melepaskan satu molekul karbondioksida.
  4. Alfa ketoglutarat diubah menjadi suksinil-CoA. Reaksi dikatalisasi oleh enzim alfa ketoglutarat dehidrogenase.
  5. Suksinil-CoA di ubah menjadi suksinat dengan mengubah GDP + Pi menjadi GTP. GTP digunakan untukmembentuk ATP.
  6. Suksinat yang dihasilkan dari proses sebelumnya akan didehidrogenasi menjadi fumarat dengan bantuan enzim suksinat dehidrogense.
  7. Terjadi hidrasi yaitu penambahan atom hidrogen pada ikatan karbon ganda (C=C) yang ada fumarat sehingga menghasilkan malat.
  8. Enzim malat dehidrogenase mengubah malat menjadi oksaloasetat. Oksaloasetat yang dihasilkan berfungsi untuk menangkap asetil-CoA, sehingga siklus krebs akan terus berlangsung. Pada tahap ini juga dihasilkan NADH ketiga dari NAD+

Hasil Siklus Krebs

Dalam proses siklus kreb, satu kali proses siklus krebs, menghasilkan 12 ATP dengan perhitungan yakni:

  1. 1 molekul GTP yang akan secara langsung di produksi menjadi ATP.
  2. 3 molekul NADH yang akan dioksidasi melalui transpor elektron menghasilkan 3 ATP per molekul.
  3. 1 molekul FADH yang akan dioksidasi melalui transpor elektron menghasilkan 2 ATP per molekul.
  4. 1 molekul Co2 yang dilepaskan.

Sehingga, untuk dua kali siklus krebs akan dihasilkan energi sebanyak 24 ATP dan 2 molekul Co2.

Nah, agar siklus krebs atau proses siklus krebs berjalan tanpa adanya halangan dan dapat berlangsung secara berulang-ulang, adabeberapa komponen penting yang sangat berperan kuat dalam mengendalikan regulasi siklus kreb. Regulasi tersbeut di kontrol dan di tata sedemikian rupa oleh:

  1. Regulasi sitrat sintase
  2. Regulasi arketoplutarat dehidrogenase
  3. Regulasi isositrat dehidrogenase
Jangan Lewatkan Materi Pembelajaran Lainnya :
Penjelasan Siklus PDCA Lengkap Contoh Siklus PWM
Macam Macam Alat Ukur Materi Rangkaian Listrik Lengkap

Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa siklus krebs sungguh rumit namun hal tersebut terjadi dalam tubuh kita yang menghasilkan energi kita. Semoga pembaca dapat memahami dengan baik materi siklus krebs yang wikielektronika ulas diatas. Terimakasih kepada pembaca yang sudah menyimak dengan baik.

Galih Wsk Dengan pengetahuan dan keahliannya yang mendalam di bidang elektro dan statistik, Galish WSK alumni pascasarjana ITS Surabaya kini mendedikasikan dirinya untuk berbagi pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang perkembangan terkini di bidang statistika dan elektronika via wikielektronika.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page