Pengertian dan Fungsi Transformator Daya

Posted on

Transformator Adalah? Berikut pengertian apa itu transformator (Trafo) Jenis Jenis, Rumus & Fungsi Transformator Daya Lengkap☑️

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa trafo atau transformator adalah sebuah komponen yang memiliki peran yang cukup penting dalam proses pendistribusian yang terjadi pada tenaga listrik.

Transformator memiliki sebutan lain yang juga dikenal oleh masyarakat, yakni trafo. Peran utama yang dimilikinya yakni untuk menaikkan listrik yang sumbernya dari PLN hingga di angka ratusan kilo satuan volt untuk didistribusikan.

Transformator Adalah?

transformator adalah

Pengertian Transformator adalah komponen dalam bidang elektronika (kelistrikan) yang berguna untuk memindahkan energi listrik di antara 2 buah rangkaian listrik maupun lebih melalui proses induksi elektromagnetik.

Pada dasarnya, trafo dipakai sebagai pengganti taraf tegangan suatu AC menuju taraf lainnya. Penggantian taraf yang dimaksud yakni dengan menaikkan tegangan, misalnya dari 110 VAC menuju 220 VAC maupun menurunkan tegangan, sebagai contoh dari 220 VAC menuju 12 VAC.

Perlu Anda pahami, perlengkapan yang satu ini hanya bisa dioperasikan pada tegangan dengan tipe arus bolak-balik, atau yang lebih disebut sebagai tegangan AC. Transformator dalam bahasa sehari hari sering kita kenal dengan nama Trafo.

Simbol Transformator

simbol transformator

Jika kita mengacu pada teori elektronika dasar, simbol transformator tidak hanya satu. Hal ini karena ada banyak sekali jenis trafo (simbol transformator) yang memiliki fungsi masing masing.

Namun yang paling mendasar dari sebuah transformator adalah rangkaian yang memiliki dua lilitan kawat yakni rangkaian primer dan juga rangkaian sekunder. Untuk simbol transformator secara umum bisa teman teman lihat pada gambar yang kami sajikan diatas.

Fungsi Transformator Daya

jenis transformator

Ada banyak sekali fungsi tramsnformator daya yang berkaitan dengan rangkaian listrik. Salah satu fungsi transformator adalah memindahkan energi listrik di antara 2 buah rangkaian listrik maupun lebih melalui proses induksi elektromagnetik.

Fungsi trafo tersebut merupakan kegunaan utama dari komponen elektronika yang satu ini. Untuk lebih mengenali fungsi fungsi transformator daya, berikut kami paparkan ulasannya untuk anda.

  • Rangkaian Kontrol

Fungsi transformator cukup beragam, yang mana salah satunya yaitu untuk menurunkan tegangan agar dapat dipakai di tegangan kontrol.

Perlu Anda pahami terlebih dahulu, yang dimaksud dengan tegangan kontrol diantaranya 5 volt, 12 volt, dan tegangan lainnya. Hal tersebut biasanya diterapkan pada beberapa peralatan elektronik seperti PC dan charger.

  • Pengendali Motor

Di samping itu, fungsi transformator daya lainnya juga berlaku pada kendali motor yang ada di sebuah pabrik. Di sini trafo dimanfaatkan sebagai upaya energize kontraktor yang digunakan untuk menyalakan dan mematikan motor dari proses induksi.

  • Transmisi dan Distribusi Listrik

Seperti yang diketahui bersama, jarak yang ada di antara beban dan pembangkit listrik yang umumnya dipakai para pelanggan relatif jauh. Hal itulah yang kemudian menyebabkan timbulnya drop tegangan.

Oleh sebab itu, Anda harus mengupayakan kenaikan tegangan ketika belum terjadi proses pendistribusian listrik dengan jarak tersebut, sehingga drop tidak terlalu besar.

  • Menaikkan Tegangan

Selain itu, adapula manfaat lain yang bisa didapat dengan adanya proses penaikan tegangan pada fungsi trafo, yaitu agar drop tegangan tidak memakan biaya yang terlalu tinggi.

Rendahnya biaya tersebut disebabkan karena penggunaan kabel yang relatif lebih kecil. Sebagai contoh, upaya kenaikan tegangan dari PLN, yang awalnya 13,8 KV, menjadi 150 KV, lalu diturunkan menjadi 380 V.

  • Rangkaian Pengatur Frekuensi

Di dalam bidang radio frekuensi, trafo juga sering dimanfaatkan sebagai pengendali jumlah frekuensi. Hanya saja dimensi dan wujudnya relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan trafo yang sering dipakai di rangkaian kontrol.

Baca Juga : Fungsi Resistor

Jenis Transformator

  1. Transformator Step Up

transformator step up

Transformator step up adalah suatu jenis trafo yang mempunyai sebuah lilitan sekunder dengan jumlah yang lebih banyak jika dibandingkan dengan lilitan primer, hingga memiliki fungsi untuk menaikkan tegangan. Jenis trafo ini bersifat universal, sehingga mudah dijumpai pada beberapa pembangkit listrik.

  1. Transformator Step Down

transformator step down

Transformator step down merupakan trafo yang mempunyai jumlah lilitan sekunder yang mana jumlahnya lebih kecil, apabila dibandingkan dengan lilitan primernya. Dengan demikian, trafo ini mempunyai manfaat untuk menurunkan suatu tegangan. Trafo tipe ini akan mudah dijumpai pada adaptor AC-DC.

  1. Autotransformator

autotransformator

Autotransformator juga termasuk dalam jenis-jenis transformator. Jenis trafo satu ini hanya memiliki satu buah lilitan yang terhubung dengan listrik yang disadap di tengah. Dengan demikian, sebagian yang merupakan lilitan primer, juga sekaligus menjadi lilitan sekunder.

Arus yang ada pada lilitan sekunder tidak sejalan dengan arus lain, yakni primer. Bahkan hingga untuk biaya energinya mampu dibuat menggunakan kawat tipis jika dibandingkan dengan transformator biasa.

  1. Autotransformator Variable

autotransformator variable

Yang dimaksud dengan autotransformator yakni jenis trafo yang dapat mengalami perubahan pada bagian tengah sadapan. Sehingga mampu untuk diperbandingkan perubahan yang terjadi pada lilitan primer dan sekunder.

Prinsip Kerja Trafo

Prinsip kerja transformator berasal dari prinsip proses induksi elektromagnetik. Masuknya tegangan yang bersifat bolak balik dan membentang pada lilitan primer menimbulkan sebuah fluks magnet yang biasanya tersambung dengan lilitan sekunder secara keseluruhan. Kemudian fluks tersebut menginduksi style pada gerak listrik pada jenis lilitan sekunder.

Selain itu, fluks magnet juga mampu mengurangi panasnya suhu yang ditimbulkan. Ketika didapatkan efisiensi transformator yang sempurna, maka semua daya yang ada di lilitan primer akan dilimpahkan pada lilitan sekunder. Trafo yang sederhana, pada umumnya terdiri atas 2 buah lilitan maupun kawat yang diisolasi.

Inti besi yang ada pada transformator/ trafo biasa disebut dengan istilah ‘Core’. Fungsi dari core ini adalah media penyalur suhu panas dari kabel tembaha menuju bagian inti logam. Fungsi core yang lain yaitu sebagai media yang mempermudah jalannya medan maghnet pada transformator. Berikut beberapa bentuk Core yang ada pada transformator :

  • L – L Lamination
  • U – I Lamination
  • E – I Lamination
  • E – E Lamination

Rumus Transformator

Untuk mengetahui perbandingan pada lilitan dapat dicari menggunakan rumus transformator seperti berikut:

n = Ns / Np

Keterangan:

Ns : input/ lilitan primer

Np : output/ lilitan sekunder

Secara teori elektronika, disebutkan bahwa banyaknya jumlah lilitan yang ada pada transformator akan menentukan besarnya tegangan dan kuat arus yang akan dihasilkan. Dengan mengacu pada konsep perbandingan senilai tersebut, didapatkan rumus menghitung jumlah lilitan transformator sebagai berikut :

rumus transformator

Keterangan :

  • Vp : Tegangan primer dgn satuan volt (V)
  • Vs : Tegangan sekunder)
  • Np : Jumlah lilitan primer)
  • Ns : Jumlah lilitan sekunder)
  • Ip : Kuat arus primer)
  • Is : Kuat arus sekunder)

Contoh Soal Transformator :

1. Sebuah arus yang masuk ke trafo adalah 200 mA (milliampere) sedangkan untuk arus keluarnya adalah 3 mA. Berapa lilitan primer trafo tersebut jika lilitan sekundernya adalah 20?

Jawab:

Ns = 20 lilitan
Ip = 200 mA
Is = 20 mA
Np/Ns = Is/Ip
Ns = (Ip/Is) x Np
Ns = (200/20) x 20 = 200 mA
Jadi jumlah lilitan primer trafo tersebut adalah 200 lilitan

2. Sebuah trafo menerima tegangan masuk sebesar 330 volt, sedangkan tegangan keluar pada trafo tersebut adalah 220 volt. Berapa jumlah lilitan sekunder jika jumlah lilitan primernya 200?

Jawab:

Vp = 330 volt
Vs = 220 volt
Np = 200 lilitan
Np/Ns = Vp/Vs
Ns = (Vs/Vp) x Np
Ns = (220/330) x 200 = 133 lilitan
Jadi jumlah lilitan sekunder trafo tsb adalah 133 lilitan.
(Note: tegangan primer = tegangan masuk, tegangan sekunder = tegangan keluar)

Transformator adalah sebuah perlengkapan yang cukup penting untuk mengatur pendistribusian arus listrik. Dengan demikian, proses induksi yang terjadi tetap dalam keadaan yang stabil. Apabila tidak terdapat komponen semacam ini, maka akan cukup berbahaya saat menggunakan peralatan elektronik tertentu.

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang lagi hobi mempelajari Ilmu Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *