Pengertian dan Contoh Uji T

Posted on

Uji T Adalah?☑️ Pengertian, Rumus, Syarat, Cara Menghitung dan Contoh soal cara uji T SPSS satu sampel, Berpasangan & Independent☑️

Anda yang hendak melakukan penelitian kuantitatif tentu tidak asing dengan uji T, salah satu teknik yang digunakan untuk menguji sampel dan memberikan hipotesis yang benar.

Uji T merupakan salah satu tes yang harus dilakukan oleh peneliti, sehingga data yang dihasilkan akurat dan sesuai dengan realita yang ada di lapangan.

Pengertian Uji T

uji T adalah
Via : Youtube.com

Apa itu Uji T? Berdasarkan pengertian yang diutarakan oleh para ahli, pengertian Uji T adalah metode uji statistik yang membandingkan rata-rata dua sampel untuk menguji kebenaran atau tidaknya sebuah hipotesis (pengujian asumsi) pada suatu populasi.

Terdapat dua varian hipotesis yang digunakan dalam metode uji T. Hipotesis nol (H0) artinya perbedaan sebenarnya antara rata-rata dua kelompok adalah nol.
Hipotesis alternatif (Ha) mengartikan bahwa perbedaan sebenarnya berbeda dari nol.

Jadi bisa dikatakan juga bahwa definisi Uji T adalah Metode uji statistika inferensial yang digunakan untuk menentukan apakah ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata dua buah data kelompok yang mungkin terkait dalam fitur-fitur tertentu.

Kapan Kita Perlu Menggunakan Uji T ?

Metode Uji-t hanya bisa digunakan ketika ingin membandingkan rata-rata dua kelompok dengan perbandingan berpasangan. Sehingga jika ternyata data yang ingin anda bandingkan lebih dari dua kelompok, Uji T tidak bisa anda terapkan. Pada kasus tersebut anda bisa menggunakan uji ANOVA atau uji Post Hoc.

Uji-T merupakan metode pengujian parametrik, sehingga pengujian ini akan menghasilkan asumsu yang sama tentang data anda seperti halnya pada uji parametrik statistika lainnya.

Uji-T mengasumsikan data sesuai prinsip berikut ini :

  • Data bersifat independen (mandiri)
  • Data kurang lebih akan terdistribusi normal
  • Jumlah varian pada uji-t bersifat homogenitas varians atau bernilai sama untuk tiap tiap data kelompok yang diuji (dibandingkan)

Jika ternyata data pengujian Anda tidak sesuai dengan asumsi diatas, Anda dapat mencoba alternatif metode uji nonparametrik untuk uji-t, seperti uji Wilcoxon Signed-Rank untuk data dengan varians yang tidak sama.

Jenis Jenis Uji T

Terdapat 3 varian Uji T dalam metode penelitian sampel statistika. Ketiga metode uji T ini menentukan fungsi sampel penelitian anda apakah kelompok yang dibandingkan berasal dari satu populasi atau dua populasi yang berbeda, dan apakah Anda ingin menguji perbedaan dalam arah tertentu. Berikut variannya :

Uji T Berpasangan

Pengujian dengan metode ini digunakan jika didapati data kelompok berasal dari satu populasi. (Misalnya pengukuran data sebelum dan sesudah perlakuan eksperimental).

Metode ini juga berlaku untuk kasus di mana sampel terkait dalam beberapa cara atau memiliki karakteristik yang sesuai, contohnya bisa kita lihat pada analisis komparatif yang melibatkan data kelompok berisi anak-anak, orang tua atau saudara kandung.

Uji-t berkorelasi atau berpasangan adalah tipe dependen, karena ini melibatkan kasus di mana dua set sampel saling berkaitan. Secara matematis rumus Uji T berpasangan adalah :

rumus uji T berpasangan
Rumus uji T berpasangan

Dimana :

  • Mean1 dan Mean2 Nilai rata-rata masing masing dari setiap kumpulan data sampel
  • s(diff) adalah Standar deviasi dari perbedaan nilai data berpasangan
  • n adalah Ukuran sampel (jumlah perbedaan berpasangan)
  • n−1 adalah Derajat kebebasan

Uji T Satu Sample

Metode yang terahir ini berlaku jika terdapat sampel data satu kelompok yang dibandingkan dengan nilai standar. (Misalnya membandingkan tingkat keasaman suatu zat cair dengan pH netral 7).

Metode Uji T satu sampel atau sering dikenal dengan Equal variance t-test ini bisa juga digunakan pada kondisi jumlah sampel pada setiap kelompok data adalah sama, atau varians dari dua kumpulan data yang serupa. Secara notasi matematika, rumus uji T satu sampel adalah sebagai berikut :

rumus uji T satu sampel
Rumus uji T satu sampel

Dimana :

  • Mean1 dan Mean2 adalah Nilai rata-rata masing masing dari setiap kumpulan data sampel
  • Var1 dan Var2 adalah Varian dari masing masing set data sampel
  • n1 dan n2 adalah Jumlah record pada tiap kumpulan data sampel

Uji T Independen

Metode uji yang kedua ini digunakan jika kelompok berasal dari dua data populasi yang berbeda. Uji t varians tidak sama (independent) ini dibutuhkan  ketika jumlah sampel pada setiap kelompok berbeda, dan varians kedua kumpulan data juga berbeda.

Sebagai contoh misalkan terdapat dua spesies yang berbeda, atau orang dari dua kota yang berbeda. Uji ini juga dikenal dengan nama uji-t Welch. Secara notasi matematika, rumus uji T independent bisa anda lihat dibawah ini :

rumus uji T independent
Rumus uji T independent

Dimana :

  • Mean1 dan Mean2 adalah Nilai rata-rata masing masing dari setiap kumpulan data sampel
  • Var1 dan Var2 adalah Varian dari masing masing set data sampel
  • n1 dan n2 adalah Jumlah record pada tiap kumpulan data sampel

Rumus Uji T

Rumus uji T bertujuan untuk memperkirakan perbedaan sebenarnya antara rata-rata dua kelompok dengan menggunakan rasio perbedaan rata-rata kelompok atas kesalahan standar gabungan dari kedua kelompok tersebut.

Pengujian data sampel statistika ini bisa anda lakukan dengan aplikasi SPSS, excel, dan juga menghitung secara manual menggunakan rumus perhitungan Uji T dibawah ini :

rumus uji T
Rumus uji T

Dimana :

  • t adalah nilai t
  • X1 dan X2 adalah rata-rata dari dua kelompok yang dibandingkan
  • adalah kesalahan standar gabungan dari dua kelompok
  • n1 dan n2 adalah jumlah pengamatan di masing-masing kelompok.

Rumus Uji T Menurut Purwanto dan Suharyadi :

Setelah mengetahui pengertian dari uji T dan F, maka Anda sebaiknya juga mengetahui bagaimana rumus uji T dipakai. Purwanto dan Suharyadi memberikan penjelasan mengenai rumus untuk uji T, diantaranya dengan mengetahui beberapa komponen berikut, yakni:

  1. Nilai signifikasi atau t hitung dalam suatu label data, nantinya t hitung tersebut akan dibandingkan dengan t tabel yang dimiliki.
  2. Koefisien yang digunakan untuk melakukan korelasi, dengan simbol r kecil.
  3. Jumlah sampel yang dipakai, disimbolkan dengan huruf n kecil.
  4. Koefisien regresi yang dimiliki oleh setiap variabel.
  5. Standar eror yang dimiliki oleh masing-masing variabel.

Rumus Uji T Test Menurut Sugiyono :

Sugiyono selaku cendekiawan juga membuat rumus uji t untuk melakukan test pada sampel yang telah didapatkan. Untuk mengetahui rumus uji t tes menurut sugiyono, berikut adalah detail mengenai rincian rumus yang digunakan, diantaranya:

  1. Tes awal, yang disimbolkan dengan huruf O1 atau disebut dengan pretest.
  2. TeS akhir, merupakan post test yang disimbolkan dengan O
  3. Mengelompokkan sampel dengan membaginya ke dalam dua bagian, yakni data x dan data y.

Variabel tersebut masing-masing memiliki jenis yang berbeda, untuk variabel x ia merupakan variabel independen. Sedangkan untuk variabel y, ia adalah variabel yang terikat atau dependen.

Cara Menghitung Uji T :

contoh uji T
Via : Slideshare.com

Pada dasarnya, untuk menghitung uji-t test kita membutuhkan syarat tiga nilai data kunci. Diantaranya adalah perbedaan antara nilai rata-rata dari setiap kumpulan data (disebut perbedaan rata-rata), standar deviasi setiap kelompok, dan jumlah nilai data dari setiap kelompok.

Output/ hasil dari metode uji-t test adalah “Nilai-t”. Nilai-t yang dihitung ini kemudian dibandingkan dengan nilai yang diperoleh dari tabel nilai kritis atau Tabel Distribusi-T. (Lebih detail tentang tabel T bisa anda baca pada tautan ini : Tabel T Statistika)

Perbandingan ini membantu menentukan pengaruh peluang saja pada perbedaan, dan apakah perbedaan itu di berada diluar rentang peluang itu.

Uji-t mempertanyakan apakah perbedaan antara kelompok mewakili perbedaan yang benar dalam penelitian ataukah hanya perbedaan acak yang tidak berarti.

Cara uji t dengan spss bisa membuat proses perhitungan menjadi lebih mudah. Setelah proses perhitungan selesai dilakukan, Anda bisa membandingkan t hitung dengan t tabel yang sudah didapatkan, dengan cara:

  1. Nilai t hitung jika positif, maka perbedaannya akan membuat t hitung lebih besar dibandingkan dengan t tabel.
  2. Apabila nilai t hitung negatif, maka perbedaannya akan membuat t hitung memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan t tabel.

Selain membandingkan aspek t tabel dengan t hitung, Anda juga bisa menggunakan p value atau sig dengan 2 taled. Dengan begitu, probabilitas bisa didapatkan dengan cukup signifikan, yakni 0,05. Dengan melakukan perhitungan yang benar, maka penelitian kuantitatif yang dilakukan bisa menghasilkan data yang terpercaya.

Cara Uji T dengan SPSS

YouTube player

Sumber : Channel Rajman Atom Green

Uji t adalah uji yang menggunakan rumus agar bisa mendapatkan hasil yang krebidel, untuk membantu proses perhitungan, Anda bisa menggunakan aplikasi SPSS. Ketika menggunakan SPSS, Anda harus membagi sampel ke dalam dua bagian, yakni variabel x dan juga y.

Untuk melakukan uji t dengan spss Anda bisa menggunakan menu analisis, deskriptif statistic dan eksplor data. Nantinya akan muncul menu jendela baru dan gunakan berbagai fungsi yang hendak dipakai. Jika perhitungan sudah selesai dilakukan, Anda bisa menyelesaikan perhitungan dengan memilih tombol OK dan menunggu output selesai dihitung.

Perbedaan Uji T dan Uji F:

Selain uji T, dalam penelitian kuantitatif terdapat pula uji F, yang keduanya memiliki peran penting untuk membuat penelitian dilakukan lebih komprehensif dan kredibel.

  1. Uji T

Uji T merupakan uji signifikasi yang dilakukan secara individual, atau lebih sering disebut sebagai proses analisis data yang dilakukan secara parsial. Untuk melakukan perhitungan data kuantitatif, maka peneliti harus melihat pengaruh variabel independen terhadap sampel yang didapatkan.

Peneliti yang menggunakan uji T sebagai media untuk melakukan analisis terhadap data dan variabel penelitian, biasanya memiliki sampel dengan jumlah yang sedikit. Umumnya tidak lebih dari 30 sampel, atau kurang dari jumlah tersebut. Anda bisa membuat tabel uji t untuk memudahkan proses perhitungan

  1. Uji F

Merupakan teknik pengujian penelitian berbentuk statistic, sehingga didapatkan nilai uji koefisiensi regresi simultan. Pengujian dalam bentuk F biasanya dipakai untuk melakukan perbandingan antar sampel, kelompok, atau data dengan jumlah yang besar.

Berbeda dengan uji T, uji F dibuat khusus untuk melakukan penelitian dengan model sampling berdasarkan F Tabel, baik grup maupun sub grup. Setelah mendapatkan sampel, maka uji F dilakukan untuk melihat apakah variabel yang digunakan memiliki pengaruh atau tidak pada sampel tersebut.

Metode Uji Statistika Lainnya :
Uji Tabel Chi Square Uji Tabel Durbin Watson
Uji Tabel Z Uji Tabel R

Demikianlah informasi mengenai pengertian uji t dan rumusnya untuk proses perhitungan penelitian yang bisa wiki elektronika paparkan untuk refrensi belajar anda.

Uji t adalah proses perhitungan yang sederhana, namun ia bisa memberikan perhitungan yang tepat untuk proses penelitian. Semoga informasi tersebut dapat membantu Anda untuk melakukan penelitian kuantitatif yang sedang dilakukan.

5/5 - (1 vote)
Keyword :

bagaiaman cara menhitung RUMUS uji-t berpasanagan,definisi uji t,Langkah langkah uji statistik t,pengertian uji t

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang lagi hobi mempelajari Ilmu Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *