Pengertian dan Fungsi Voltmeter

Posted on

Voltmeter Adalah ?☑️ Berikut penjelasan apa itu voltmeter digital & analog, Fungsi, jenis, contoh gambar & cara membaca/ menggunakannya☑️

Voltmeter merupakan sebuah alat yang mungkin sering dilihat dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain merupakan perangkat wajib yang harus dimiliki oleh teknisi kelistrikan, alat ini juga perlu untuk anda miliki dirumah.

Apa perbedaan voltmeter dengan multimeter ? Perbedaan yang paling mendasar dari multimeter dan voltmeter adalah pada jenis pengukuran satuan listriknya. Multimeter dapat mengukur Ampere, Volt, dan OHm, sedangkan Voltmeter terbatas hanya untuk mengukur Voltase saja (mV, kV).

Berikut detail pengertian apa itu voltmeter, jenis jenis, prinsip kerja, dan tentunya tutorial bagaimana cara menggunakan voltmeter digital dan analog dengan benar.

Apa itu Voltmeter?

Voltmeter adalah perangkat elektronika yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik pada rangkaian elektronika. Umumnya satuan voltmeter dinyatakan dalam bentuk Volt, milivolt (0,001 volt), atau kilovolt (1.000 volt).

Selain pengertian diatas, Voltmeter bisa juga didefinisikan sebagai alat yang dibuat untuk mengukur potensial listrik antara 2 titik dalam satu sistem.

Alat ukur ini harus dipasang dalam rangkaian parallel dengan ujung-ujung hambatan yang nantinya akan dihitung berapa beda potensialnya. Pada alat ini terdapat hambatan, sehingga saat dipasang akan membuat arus listrik yang akan melewati hambatan tersebut jadi sedikit berkurang.

Seperti yang telah anda ketahui bahwa voltmeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besaran tegangan listrik. Maka idealnya, untuk membuat arus listrik yang melewati hambatan menjadi kecil, hambatan pada voltmeter juga harus sangat besar.

Gambar Voltmeter & Komponennya

gambar voltmeter
Gambar Voltmeter Analog dan Digital

Voltmeter terdiri dari bagian-bagian tertentu yang memiliki fungsi berbeda. Bagian-bagian/ komponen Voltmeter terdiri dari terminal input positif yang ditandai dengan warna merah dan terminal input negatif berwarna hitam.

Kemudian ada jarum penunjuk yang menunjukkan tegangan daya, batas ukur, skala tinggi hingga skala rendah dan setp pengatur fungsi (pengenolan). Secara garis besar komponen voltmeter terdiri dari :

  • Terminal input Negatif (umumnya berwarna hitam)
  • Terminal input positif (umumnya berwarna merah)
  • Layar Pembacaan Pengukuran (Pada model digital berupa numerik, sedangkan untuk analog berupa jarum skala)
  • Sekrup penyetel
  • Kenop untuk memilih rentang pengukuran
  • Ports / Colokan
  • Meteran skala

Fungsi Voltmeter

fungsi voltmeter

Fungsi voltmeter yang utama adalah sebagai pengukur besaran nilai tegangan yang ada pada rangkaian listrik. Selain itu, voltmeter juga mempunyai fungsi lainnya yaitu sebagai perangkat untuk mengecek alat kelistrikan seperti bateri atau stop kontak apakah memiliki daya listrik atau tidak.

Disamping itu, terdapat fungsi fungsi voltmeter yang lainnya, diantaranya seperti :

  • Mengukur Tegangan AC dan DC

Salah satu fungsi voltmeter lainnya yaitu sebagai alat untuk mengukur nilai tegangan pada arus listrik AC maupun DC. Alat ini mengukur nilai beda potensial antara dua titik yang terdapat pada suatu rangkaian listrik.

  • Mengukur Aliran Arus Listrik

Selain dapat mengukur nilai tegangan, alat ini juga mampu mengukur dan menampilkan jumlah aliran arus listrik dalam suatu rangkaian elektronika.

  • Cek Daya Listrik

Selain bisa digunakan untuk mengukur tegangan dan aliran listrik, fungsi lain dari alat ini ialah sebagai Tools Checker atau alat untuk mengecek peralatan elektronika mempunyai daya listrik (masih hidup) ataukah tidak (sudah mati).

Pengukuran daya listrik ini misalnya digunakan untuk cek stop kontak, aki mobil dan juga baterai seperti pada contoh yang ditulis oleh Wikihow.com berikut.

Jenis Voltmeter

Ada beberapa jenis voltmeter yang dikelompokkan berdasarkan cara penggunaan dan cara membacanya. Jenis jenis voltmeter tersebut adalah voltmeter analog dan digital.

Selain memiliki jenis digital dan analog, berdasarkan metode pengukurannya, voltmeter juga mempunyai beberapa tipe yaitu Voltmeter tipe Penyearah, tipe Induksi, tipe elektrostatis,
tipe parmanent magnet moving coil (PMMC), tipe besi bergerak (MI), dan juga tipe dinamometer elektro. Berikut ulasannya :

Voltmeter Analog

voltmeter analog

Jenis ini adalah deflecting yang menandakan voltmeter. Jenis ini masih dibagi menjadi beberapa jenis lagi berdasarkan instrumennya. Ada instrument moving coil, yang menggunakan medan magnet permanen sehingga hanya mampu merespon arus searah.

Selanjutnya ada instrument besi bergerak yang digunakan pada rangkaian AC. Pada jenis ini masih terdiri dari beberapa komponen lagi, yaitu besi bergerak sederhana, jenis instrument induksi dan jenis daya tarik.

Voltmeter Digital

voltmeter digital

Sesuai namanya, jenis ini menunjukkan hasil pembacaan dalam bentuk angka digital. Akurasinya dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah tegangan supply dan suhu.

Jenis ini dibuat dengan menggunakan pengontrol mikro yang sudah diprogram sebelumnya. Hasilnya kemudian ditampilkan pada tampilan LCD. Jenis ini diklaim bisa menampilkan hasil yang akurat.

Perbedaan Voltmeter Digital dan Analog :

Perbedaan votmeter digital dan analog yang utama terletak pada hasil pengukurannya. Pada voltmeter digital hasil pembacaan pengukuran ditampilkan secara numerik pada layar LCD sedangkan pada jenis analog hasil pembacaan pengukuran ditampilkan oleh jarum penunjuk.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, disebutkan bahwa meskipun fungsi voltmeter keduanya sama, namun ada beberapa hal yang membedakan keduanya. Selain beberapa perbedaan instrument sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, masing-masing jenis ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Perbedaan yang paling signifikan adalah bahwa pada voltmeter digital, pengukuran tegangan DC atau Ac dilakukan dalam bentuk angka diskrit yang digunakan untuk menggantikan jarum penunjuk skala kontinu pada voltmeter analog. Pemakaian angka diskrit dianggap lebih menguntungkan sebab bisa meminimalisir kesalahan dalam pembacaan.

Selain itu, dengan output yang dikeluarkan dalam bentuk digital akan membuat proses pembacaan beda potensial menjadi lebih cepat. Instrument resolusinya pun lebih tinggi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi pula.

Bahkan dengan menggunakan voltmeter digital ini bisa memberikan nilai tegangan yang lebih tepat da akurat dalam satu rangkaian tertentu dibandingkan dengan menggunakan voltmeter analog.

Cara Kerja Voltmeter

cara kerja voltmeter
Via : Electricalfundablog.com

Prinsip atau cara kerja Voltmeter ini pada dasarnya mirip dengan Galvanometer namun dengan tambahan multiplier. Interaksi antara kuat arus dan medan magnet akan dapat menimbulkan gaya magnetic.

Karena gaya magnetic itulah yang kemudian menggerakkan jarum penunjuk hingga menyimpang ketika dilewati arus yang melalui kumparan.

Semakin besar kuat arus, maka semakin besar penyimpangan. Sedangkan pada voltmeter desainnya ditambahkan dengan hambatan multiplier.

Hambatan multiplier ini berfungsi untuk menahan arus supaya tegangan yang terjadi tidak melebihi batas maksimum dan kemampuan pengukurannya pun jadi lebih besar.

Cara Menggunakan Voltmeter

cara membaca voltmeter
Via : Electrical4u.com

Setelah mengetahui bagian-bagian dari voltmeter tadi, selanjutnya adalah bagaimana cara menggunakan dan membaca hasil pengukuran voltmeter. Kalau Anda belum tahu bagaimana menggunakannya, berikut adalah penjelasan cara menggunakan voltmeter yang benar.

  1. Komponen yang Akan Diukur Disusun Paralel

Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial. Maka, Sebelum melakukan pengukuran, komponen yang memiliki beda potensial harus disusun secara parallel terlebih dahulu. Pada tahap ini, sesuaikan juga rangkaian arus mana yang harus searah dengan bagian kutub-kutub pada voltmeter.

  1. Kutub Positif & Negatif Berbeda Potensial

Jika sudah, langkah selanjutnya adalah pastikan kutub positif dan kutub negative memiliki beda potensial. Dari kedua komponen ini, kutub positif memiliki potensial yang lebih tinggi, begitu pula kutub negatif yang memiliki potensial rendah.

  1. Perhatikan Apabila Terjadi Penyimpangan

Apabila pemasangannya terbalik, bisa diketahui dengan mudah melalui adanya penyimpangan. Penyimpangan yang terjadi ditandai dengan apabila posisinya terbalik biasanya mengarah ke arah kiri. Setelah itu, tinggal baca hasil pengukurannya.

Sebagai sebuah alat yang berkaitan dengan rangkaian listrik, voltmeter adalah salah satu alat ukur yang paling sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk lebih memahami tentang alat ukur ini, penjelasan lengkap tentang fungsi, bagian-bagian, cara kerja, jenis dan perbedaan antara voltmeter digital dan analog di atas semoga bisa memberikan informasi lebih tentang alat ini.

Keyword :

penjelasan terminal positif dan negatif pada voltmeter

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang lagi hobi mempelajari Ilmu Elektronika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *