Jenis Circuit Breaker Berdasarkan Tegangan
- Tegangan Rendah (LV):Dirancang untuk sistem kelistrikan dengan tegangan operasi di bawah 1000 volt (V).
- Tegangan Menengah (MV):Digunakan dalam sistem dengan tegangan operasi antara 1 kV hingga 33 kV.
- Tegangan Tinggi (HV):Dirancang untuk sistem kelistrikan dengan tegangan operasi di atas 33 kV.
Jenis Circuit Breaker Berdasarkan Media Pemadam, Circuit breaker adalah
- Udara:Menggunakan udara sebagai media pemadam, menawarkan waktu pemadaman yang cepat dan biaya perawatan yang rendah.
- Minyak:Memanfaatkan minyak sebagai media pemadam, memberikan isolasi yang sangat baik dan ketahanan terhadap busur listrik.
- Vakum:Beroperasi dalam ruang hampa, memberikan waktu pemadaman yang sangat cepat dan masa pakai yang lama.
- Gas Sulfur Heksafluorida (SF6):Menggunakan SF6 sebagai media pemadam, menawarkan sifat isolasi yang sangat baik dan waktu pemadaman yang cepat.
Jenis Circuit Breaker Berdasarkan Mekanisme Pengoperasian
- Elektromekanis:Dioperasikan secara mekanis oleh kumparan elektromagnetik yang menggerakkan mekanisme trip.
- Elektronik:Menggunakan rangkaian elektronik untuk mendeteksi kesalahan dan mengoperasikan mekanisme trip.
- Mikroprosesor:Mengintegrasikan mikroprosesor untuk menganalisis kondisi sistem dan mengoperasikan mekanisme trip.
Jenis Circuit Breaker Berdasarkan Kemampuan Pemutusan
- Standar:Dirancang untuk aplikasi umum dengan tingkat arus gangguan rendah.
- Kapasitas Tinggi:Mampu memutuskan arus gangguan yang sangat tinggi, cocok untuk aplikasi industri.
- Pemutus Arus Pengaman (MCCB):Dirancang untuk melindungi peralatan dan kabel dari arus gangguan.
- Pemutus Arus Residual (RCCB):Mendeteksi arus bocor ke tanah dan memutus sirkuit untuk mencegah sengatan listrik.
Cara Kerja Circuit Breaker

Circuit breaker adalah perangkat listrik yang melindungi sirkuit listrik dari kerusakan akibat kelebihan arus. Cara kerjanya didasarkan pada prinsip pemutusan sirkuit saat arus melebihi batas aman.
Berikut langkah demi langkah cara kerja circuit breaker:
Prinsip Dasar
Circuit breaker memiliki dua komponen utama: sakelar dan mekanisme trip. Sakelar digunakan untuk membuka dan menutup sirkuit, sedangkan mekanisme trip mendeteksi kelebihan arus dan mengaktifkan sakelar.
Mekanisme Pengoperasian
Saat arus dalam sirkuit melebihi batas aman, mekanisme trip akan terpicu. Mekanisme ini biasanya menggunakan kumparan elektromagnet yang menghasilkan gaya magnet ketika arus mengalir. Gaya magnet ini menarik batang trip, yang kemudian membuka sakelar dan memutuskan sirkuit.
Circuit breaker juga memiliki mekanisme reset yang memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan kembali circuit breaker setelah kelebihan arus diperbaiki. Mekanisme reset biasanya berupa tombol atau tuas yang harus ditekan atau dibalik untuk menutup sakelar.
Diagram Proses Kerja
[Diagram atau ilustrasi yang menunjukkan proses kerja circuit breaker]
Circuit breaker adalah perangkat proteksi listrik yang memutus aliran listrik ketika arus melebihi nilai tertentu. Perangkat ini biasanya digunakan untuk mencegah kerusakan pada peralatan listrik atau kabel akibat kelebihan arus. Salah satu jenis sensor yang umum digunakan dalam circuit breaker adalah resistance temperature detector ( resistance temperature detector ).
Resistance temperature detector adalah sensor suhu yang mengubah resistansinya sesuai dengan perubahan suhu. Ketika suhu meningkat, resistansi resistance temperature detector juga akan meningkat. Circuit breaker menggunakan resistance temperature detector untuk mendeteksi suhu berlebih dan memutus aliran listrik jika suhu melebihi batas aman.
Pemilihan dan Pemasangan Circuit Breaker

Pemilihan dan pemasangan circuit breaker yang tepat sangat penting untuk memastikan keamanan dan keandalan sistem kelistrikan. Berikut adalah panduan untuk membantu Anda memilih dan memasang circuit breaker dengan benar.
Pemilihan Circuit Breaker
- Kapasitas Arus:Pilih circuit breaker dengan kapasitas arus yang melebihi arus beban maksimum yang diharapkan.
- Tegangan:Pastikan circuit breaker dinilai untuk tegangan sistem yang akan digunakan.
- Jenis Beban:Pertimbangkan jenis beban yang akan diproteksi oleh circuit breaker. Beban induktif (seperti motor) memerlukan circuit breaker dengan kapasitas interupsi yang lebih tinggi.
- Fitur Pelindung:Pilih circuit breaker dengan fitur pelindung yang sesuai, seperti perlindungan arus lebih, arus pendek, dan gangguan busur.
Pemasangan Circuit Breaker
Pemasangan circuit breaker harus dilakukan oleh teknisi listrik yang berkualifikasi.
Circuit breaker adalah perangkat proteksi listrik yang memutuskan aliran listrik ketika terjadi kelebihan beban atau korsleting. Komponen penting dalam circuit breaker adalah kapasitor elektrolit (elco) yang berfungsi menyimpan energi listrik dan mengatur tegangan. Elco tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari yang kecil untuk perangkat elektronik hingga yang besar untuk instalasi industri.
Memilih ukuran elco yang tepat sangat penting untuk memastikan kinerja circuit breaker yang optimal. Untuk informasi lebih lanjut tentang macam-macam ukuran elco, silakan kunjungi artikel ini. Dengan mempertimbangkan ukuran elco yang sesuai, circuit breaker dapat memberikan perlindungan yang andal terhadap kerusakan listrik, sehingga memastikan keamanan dan efisiensi sistem kelistrikan.
- Matikan Daya:Matikan daya ke sirkuit sebelum memasang circuit breaker.
- Hubungkan Kabel:Hubungkan kabel ke terminal circuit breaker sesuai dengan skema pengkabelan.
- Kencangkan Koneksi:Kencangkan semua koneksi dengan benar menggunakan torsi yang disarankan.
- Pasang Penutup:Pasang penutup circuit breaker dengan aman.
- Uji Operasi:Nyalakan daya dan uji operasi circuit breaker untuk memastikannya berfungsi dengan benar.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat memilih dan memasang circuit breaker dengan benar untuk memastikan keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan Anda.
Circuit breaker adalah komponen penting dalam sistem kelistrikan yang berfungsi untuk memutus aliran listrik ketika terjadi kelebihan beban atau korsleting. Salah satu penerapan circuit breaker adalah pada motor servo SG90, yang banyak digunakan dalam aplikasi robotika dan otomatisasi. Motor servo SG90 memiliki fitur yang memungkinkan kontrol posisi yang presisi dan respon yang cepat.